Selasa, 02 Juli 2019

TEKNOLOGI INOFRORMASI | teknologi informasi yang diterapkan oleh perusahaan

TEKNOLOGI INOFRORMASI | Indonesia Tak Buru-buru Gelar Jaringan 5G


Robopark Indonesia - Pengembangan minat kewirausahaan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipandang strategis untuk menyiapkan generasi mendatang yang produktif dan berkarakter.

Di samping bekerja di industri atau melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, lulusan SMK juga didorong menjadi wirausaha kreatif.

"Salah satu opsi yang bagus ialah mendorong anak-anak untuk menjadi wirausaha. Terutama anak - anak yang memiliki imajinasi yang kuat, punya mimpi besar, usahakan disiapkan untuk menjadi wirausaha," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada seminar SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di kantor Kemendikbud, Kamis (21/3).

Dia mendorong seluruh kepala sekolah bersaing - lomba dalam memajukan sekolahnya melalui inovasi pembelajaran. "Wirausaha itu modalnya berani ambil risiko. Kalau diberi amanah harus berani ambil risiko. Dilakukan sebaik-baiknya," katanya.

Ia mendorong agar sekolah segera merangkai teaching factory. Untuk kemudian bilamana telah berproduksi dengan standar industri, dapat segera merangkai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih mudah menggarap pengembangan sekolah sekaligus menciptakan suasana pembelajaran bernuansa kewirausahaan.

"Saya minta untuk SMK - SMK yang sudah menghasilkan, sudah bagus, sudah percaya diri, segera menjadi BLUD. Sehingga pendapatannya tidak perlu dilaporkan lagi sebagai pendapatan negara bukan pajak atau PNBP, namun lumayan diputar, re-invest menjadi modal SMK itu. Syukur - syukur segera menghimpun dana abadi, menghimpun seluruh alumni. Kemudian adik-adiknya yang memiliki bakat wirausaha dapat diberi modal yang cukup untuk menggandakan usahanya sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk juniornya," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad melaporkan di samping seminar, Direktorat Pembinaan SMK pun melangsungkan pameran unjuk karya siswa dalam menyongsong Industri 4.0.

Pameran diikuti oleh 87 SMK dengan 9 program di antaranya Augmented Reality / Virtual Reality (AR/VR), 3D Printing, Tourism Promotion, Game Development, Smart School, Internet of Things, E-Commerce, dan Kewirausahaan.

Kegiatan seminar dan pameran unjuk karya siswa SMK ini bertujuan mendorong dan menginspirasi SMK supaya dapat menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya menyongsong era industri 4.0.

"Materi Pengembangan muatan Revolusi Industri 4.0 menjadi muatan wajibuntuk SMK-SMK penerima bantuan," kata Dirjen Hamid.

"Disini pun Robopark Indonesia ikut beperan dalam dunia Industri 4.0, dan pun Robopark Indonesia pun pastinya menolong memajukan bangsa dan Negara Indonesia ini".

Kominfo: Indonesia Tak Buru-buru Gelar Jaringan 5G

TEKNOLOGI INFORMASI - Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) Ismail menuliskan bahwa pemerintah tidak bakal terburu-buru melangsungkan frekuensi jaringan internet generasi kelima (5G) di Indonesia.

"Kami bakal melakukannya melulu pada ketika yang tepat," kata Ismail usai pendahuluan Pertemuan Ke-25 "Asia Pacific Telecomunity (APT) Wireless Group" yang akan dilangsungkan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Senin (1/7/2019).

Berdasarkan keterangan dari dia, tidak boleh sampai penyelenggaraan jaringan 5G ini dilaksanakan terlalu cepat sebab teknologi itu di dunia pun masih dalam etape pengembangan.

"Tetapi kami pun tidak akan terlampau lama supaya Indonesia tidak terbelakang dengan negara beda dalam penerapannya (jaringan 5G)," lanjut Ismail.

Baca Juga : Mahasiswa Ilkom USM Rangsang Generasi Muda Ekspresikan Diri

Dia menuliskan pemerintah akan memutuskan frekuensi 5G paling tidak sesudah Konferensi Komunikasi Radio Dunia (WRC) yang dijadwalkan dilangsungkan di Mesir pada Oktober 2019.

Pada tahun ini juga, kata Ismail, pemerintah bareng sejumlah komunitas, tergolong perusahaan operator bakal membentuk kumpulan kerja khusus guna mempersiapkan layanan jaringan 5G ini.

"Kelompok kerja itu termasuk membicarakan aspek ekonomi dalam penerapan frekuensi 5G," kata dia.

Maksudnya, lanjut Ismail, bagaimana model bisnis terbaik yang dapat diterapkan oleh operator dalam melayani masyarakat dengan teknologi 5G ini.

Saat ditanya Indonesia bakal memilih ekosistem 5G atau 3,5G yang berkembang di dunia ketika ini, Ismail menegaskan Indonesia bakal ikuti ekosistem yang terbaik yakni 5G.

"Dengan memilih ekosistem 5G ini, ongkos investasi dari operator guna pengembangan layanan 5G bakal lebih efisien," kata Ismail.

Baca Juga : UIN Walisongo Bebaskan Biaya UKT

0 komentar:

Posting Komentar