Senin, 01 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi untuk keunggulan kompetitif dalam perusahaan


Toko Ritel dan Gerai terbesar kedua di Hong Kong Best Mart 360 Holdings Limited (selanjutnya dinamakan Grup) merilis laporan finansial untuk tahun yang selesai pada tanggal 31 Maret 2019. Pendapatan Grup bertambah sekitar 19,8% yakni sebesar 1.288.479.000 Dolar Hongkong, dikomparasikan tahun kemudian yang selesai 31 Maret 2018 dengan selama 1.075.930.000 Dolar Hongkong, Peningkatan ini diakibatkan hasil penjualan toko yang sama dan jumlah toko ritel yang terus bertambah, serta harga kompetitif yang terus menarik tidak sedikit pelanggan.


TEKNOLOGI INFORMASI - Peridoe Keuangan tahun ini, laba yang diatribusikan untuk pemilik Perusahaan ialah sekitar 59.728.000 Dolar Hongkong (Pada 2018 selama 53.599.000 Dolar Hongkong), bertambah sekitar 11,4% tahun ke tahun. Setelah dikurangi satu kali ongkos listing yang tidak berulang, laba yang diatribusikan untuk pemilik Perusahaan guna tahun yang selesai pada tanggal 31 Maret 2019 ialah sekitar 78.013.000 Dolar Hongkong, bertambah sekitar 34,0% dikomparasikan peridoe yang sama pada tahun lalu yakni sebesar 58.235.000 Dolar Hongkong.

Pada tahun finansial yang ditinjau, laba per saham ialah 7,4 HK sen (2018: 7,1 sen HK). Dewan Direksi merekomendasikan dividen final 6,0 HK sen per saham.

Baca : Mahasiswa Ilkom USM Rangsang Generasi Muda Ekspresikan Diri

Peningkatan penghasilan Grup tidak melulu didorong oleh pertambahan jumlah gerai ritel Grup, tetapi pun oleh keterampilan gerai ritel Grup yang terdapat untuk menambah penjualan. Grup menilai pertumbuhannya dari gerai ritel yang terdapat dengan menghitung perkembangan penjualan gerai yang sama, dan menghitung serta mencocokkan pendapatan gerai ritel di masing-masing periode operasi sekitar periode finansial komparatif. Grup menulis pertumbuhan penjualan toko yang sama secara beruntun dalam tiga tahun finansial terakhir. Dalam setiap dari tiga tahun finansial yang selesai pada tanggal 31 Maret 2019, manajemen perusahan telah memungut pendekatan hati-hati dalam menata dan mengendalikan ekuilibrium antara mewujudkan perkembangan penjualan toko yang sama dan pengadaan perkembangan margin laba kotor cocok dengan tren dan situasi pasar untuk menjangkau kinerja bisnis yang optimal dan hasil operasi yang lebih baik.

Laba kotor dan margin laba kotor

Laba kotor Perusahan guna tahun yang selesai pada tanggal 31 Maret 2019 ialah sekitar HK $ 434.440.000, dan laba kotor guna tahun yang selesai pada tanggal 31 Maret 2018 ialah sekitar HK $ 342.289.000. Selama tahun finansial yang ditinjau, margin laba kotor Grup ialah sekitar 33,7%, bertambah sekitar 1,9 poin persentase dari selama 31,8% guna tahun yang selesai pada 31 Maret 2018. Peningkatan marjin laba kotor ini terutama diakibatkan oleh, Pertama, upaya berkelanjutan Grup guna langsung menemukan produk dari lebih tidak sedikit pemasok hulu. Kedua, Grup terus memperluas jaringan ritelnya sampai-sampai menghasilkan penambahan skala pengadaan dan pembelian dalam jumlah besar guna mendapatkan diskon dari penyuplai, dan Ketiga kepandaian penetapan harga yang efektif.

Toko Ritel berantai

Pada tanggal 31 Maret 2019, Grup mengoperasikan total 89 gerai ritel di Hong Kong (Dibandingkan periode 31 Maret 2018: 70). Selama tahun finansial yang ditinjau, Grup membuka 28 ritel baru dan memblokir sembilan toko sebab integrasi bisnis dari toko yang bertempat sama atau berakhirnya jangka masa-masa sewa dari 9 toko tersebut.

Pada tanggal 31 Maret 2019, 17 dari 89 toko ritel bertempat di Pulau Hong Kong, 33 toko ritel bertempat di Kowloon dan 39 toko ritel lainnya bertempat di New Territories dan 32 toko ritel yang terletak di jalan-jalan strategis, 50 ritel toko-toko yang terletak di pusat perbelanjaan dan perumahan, serta tujuh toko ritel yang terletak di sekian banyak  pusat kemudian lintas yang gampang diakses oleh wisatawan, yang menghampar di semua 18 Kabupaten di Hong Kong.

Sedangkan ongkos sewa guna tahun yang selesai 31 Maret 2019 guna keseluruhan toko ritel itu sekitar 132.919.000 Dolar Hongkong, bertambah sekitar 18,2% dikomparasikan dengan periode laporan 31 Maret 2018 yaitu sekitar 112.472.000 Dolar Hongkong. Persentase ongkos sewa toko ritel terhadap penghasilan penjualan guna tahun yang selesai 31 Maret 2019 ialah sekitar 10,3%, tidak banyak lebih rendah dari selama 10,5% dikomparasikan tahun lalu.

Karyawan atau Tenaga Kerja

Karyawan adalahbagian urgen pengembangan berkelanjutan bisnis perusahan, khususnya, khususnya karyawan garis depan ialah bagian urgen dari bisnis ritel Grup. Biaya staf (tidak tergolong honor direktur) guna tahun yang selesai pada 31 Maret 2019 berjumlah selama 119.373.000 Dolar Honkgong (Pada 2018: selama 87.676.000 Dolar Hongkong).

Produk

Untuk tahun yang selesai 31 Maret 2019, melakukan pembelian dan memasok total 3.261 SKU (Pada 2018: 3.427 SKU) dari pemasok khususnya dari pasar luar negeri, laksana Jepang, Eropa, Amerika Serikat, Korea, dan negara di Asia Tenggara, dan empunya merek atau importir di Hong Kong.

Untuk tahun yang selesai pada 31 Maret 2019, selama 41,5% dari produk itu bersumber dari pemasok dan empunya merek atau importir di Hong Kong (untuk tahun yang selesai 31 Maret 2018: selama 41,0%), laksana untuk Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Produk impor menyumbang selama 16,4%, 13,9% dan 10,7% dari total pembelian setiap (untuk tahun yang selesai 31 Maret 2018: selama 16,1%, 11,8%, dan 15,6%).


Baca Juga : UIN Walisongo Bebaskan Biaya UKT

Di samping itu, Grup pun telah memungut inisiatif untuk mengejar peluang yang cocok dalam pengembangan produk bermereknya sendiri, yang akan menolong Grup menangkap kelebihan harga dan mengerjakan kontrol kualitas yang lebih tinggi pada produk, dan semakin menambah kesadaran brand  serta penambahan pasar. Saat ini, Grup telah mengenalkan tujuh produk bermerek, tergolong tisu basah, chestnut, kalengan, buah kering, gel lidah buaya dan dendeng babi.

Skema Keanggotaan

Mengingat bahwa bisnis ritel Grup ialah bisnis berorientasi pada konsumen, Grup berupaya dengan betul-betul mengembangkan dan memperkuat basis pelanggannya. Untuk destinasi ini, Grup menyusun dan menjaga skema keanggotaan semenjak April 2015 guna meempertahankan loyalitas konsumen, memicu penjualan, dan semakin memperluas basis pelanggan. Selama tahun finansial yang ditinjau, jumlah keanggotan Grup bertambah sekitar 60,1% menjadi 1.268.000 member pada 31 Maret 2019, sementara tahun lalu melulu sekitar 792.000 Keanggotaan.

Kemudian, perusahaan meluncurkan software mobile pada Maret 2019 guna melayani pesanan cepat untuk publik dan anggota-anggotanya dan memperkuat drainase komunikasi. Inovasi ini mempermudah anggota atau masyarakat menerima informasi instan mengenai penawaran promosi produk tertentu, jaringan toko ritel, dan hak keanggotaan, dan anggota pun dapat memakai perangkat mobilenya kapan saja, di mana saja. Ada poin reward yann bisa ditebus dengan Hadiah. Sejak diluncurkannya software seluler, pada 25 Juni 2019, selama 93.000 orang sudah terdaftar sebagai anggota.

Outlook

Ke depan, Grup siap guna memperluas ruang lingkup bisnis dan pengaruh pasar dan guna lebih menambah posisi pasarnya dengan (i) Membuka toko ritel ekstra di Hong Kong. (ii) Menjajaki kesempatan untuk menjebol pasar ritel beda di distrik Cina Raya andai ada kesempatan yang cocok muncul. (iii) Terus mengoptimalkan rantai suplai melewati identifikasi lebih tidak sedikit pemasok yang dapat meluangkan produk-produk berkualitas, serta pengadaan kepada tidak sedikit pemasok hulu guna mengurangi ongkos pengadaan. (iv) Memparbanyak produk dengan label sendiri. (v) Meningkatkan promosi (vi) memburu transformasi digital dari operasi ritel Grup dengan pandangan untuk menyerahkan pelanggan pengalaman melakukan pembelian barang progresif yang membudayakan transformasi digital di Era Ritel Baru; (vii) Meningkatkan efisiensi operasional dengan sistem teknologi informasi teranyar untuk merampingkan proses operasi dan mengurangi ongkos operasional. (viii) Mengejar Peringkat lebih tinggi dari manajemen sistematis ritel. (ix) menambah pelatihan karyawan guna kualitas layanan lebih baik.

Hui Chi Kwan, Kepala Eksekutif Grup, menuliskan Best Mart 360 Holdings Limited telah sukses mempertahankan perkembangan yang berkelanjutan baik dalam penghasilan maupun laba sekitar tahun tersebut, meskipun terdapat gesekan perniagaan Cina-AS pada paruh kedua tahun 2018 yang memprovokasi sentimen konsumen secara keseluruhan, yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi perusahaan.

Baca Juga : Mau Studi di Bali? Universitas Udayana Tawarkan 46 Prodi

"Kami berkomitmen guna memperkuat keterampilan utama kami guna terus menambah kinerja bisnis dan hasil operasi sampai-sampai dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan dari Grup dan menyerahkan hasil yang memuaskan pemegang saham mendapat pengembalian yang menguntuntungkan dari Investasi mereka di perusahaan Kami," tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar