Kamis, 04 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi pertanian

Bangladesh Tertarik Belajar Pengelolaan Informasi Pertanian Indonesia


teknologi informasi - Pemerintah Bangladesh melewati Kementerian Pertaniannya, mengirimkan utusan Agriculture Information Service (AIS) guna mempelajari sektor pertanian Indonesia secara umum, di samping secara eksklusif mempelajari sistem desiminasi informasi dan manajemennya. Bangladesh menilai Indonesia telah sukses mentransformasi pertanian tradisionalnya menjadi pertanian modern.

Kunjungan Delegasi Bangladesh diterima langsung oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri.


"Secara khusus, mereka tertarik dengan peradaban sektor pertanian kita, tadi telah saya kemukakan kinerja 4,5 tahun pembangunan pertanian kita. Kami pun menyampaikan sistem pengelolaan informasi dan diseminasi teknologi pertanian di Indonesia"’, kata Kuntoro, Selasa (2/7).


Lebih lanjut, Kuntoro menjelaskan untuk Delegasi Banglades bahwa sekitar ini program dan informasi pembangunan pertanian dikatakan khususnya untuk petani dan masyarakat luas melalui sekian banyak  saluran informasi, baik drainase tradisional, mainstream, digital, tergolong media sosial.

Organisasi Pemerintahan pusat dan wilayah sangat memprovokasi strategi komunikasi dan pengamalan program dan keterlibatan pelaku pekerjaan pembangunan pertanian tergolong dalam diseminasi teknologi pertanian.

"Kami Kementerian Pertanian mempunyai struktur sampai wilayah yang dapat langsung bersentuhan dengan petani dan pelaku agribisnis. Ada Unit kerja kami di seluruh propinsi yang menemani kegiatan-kegiatan dalam pengkajian teknologi pertanian, diseminasi dan penyuluhan pertanian, edukasi dan perkarantinaan. Namun kami pun mempunyai mitra Dinas Pertanian di Propinsi dan Kabupaten di wilayah yang secara bareng sama membina sektor pertanian di lapangan" katanya.

Pimpinan utusan AIS, Rezaul Islam mengapresiasi sistem yang sudah terbangun dan capaian sektor pertanian Indonesia. Rezaul Islam pun mengapresiasi Pengelolaan informasi pertanian dan strategi komunikasi yang dilaksanakan Kementan. Karena itu, Rezaul menyatakan tertarik guna mempelajari lebih jauh dari Kementerian Pertanian Indonesia, terutama pada proses perkabaran informasi pertanian.


"Kami pun telah memakai teknologi informasi secara optimal, laksana yang Kepala Biro ucapkan di Indonesia telah diaplikasikan. Berbagai kanal dan akun media sosial. Ada facebook, teitter, instagram, youtobe, website, dan radio pun telah dipakai oleh penyuluh, peneliti dan pegawai kementerian pertanian di Bangladesh guna mendiseminasikan sekian banyak  informasi dan teknologi yang kami punya" katanya.

"Selama ini, Kami mempublikasikan dan mendiseminasikan berhubungan informasi pertanian di Bangladesh di TV masing-masing pagi. Selain tersebut kami pun menyiarkan informasi pertanian melewati radio dan kami menyiapkan hotline telepon. Tapi di Indonesia lebih maju dan lebih tidak sedikit saluran guna mengakses akses informasi yang mempermudah penerapan teknologi. Ini butuh kami pelajari lebih jauh dan lakukan di negara kami," tukasnya.

0 komentar:

Posting Komentar