Kamis, 04 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | Teknologi informasi Ekonomi Digital

https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 04 320 2074781 sasar-bisnis-umrah-ri-arab-saudi-perkuat-ekonomi-digital-GCYOEaR7Ms.jpg


Teknologi informasi - Hubungan bilateral dan kemitraan strategis pemerintah Indonesia-Arab Saudi yang telah berjalan sekitar lebih dari enam dekade, menginjak tonggak sejarah baru.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia yang diwakili Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dan pemerintah Arab Saudi yang diwakili oleh Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alswaha, di Riyadh, ARab Saudi, pada Kamis (4/7/2019).


"Kami berkomitmen menjadikan kerjasama ini tidak sebatas MoU atau Memorandum of Understanding, tetapi MoA, yaitu Memorandum of Action," ujar Menkominfo Rudiantara dalam penjelasan tertulis, Kamis (4/7/2019). 

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperkuat kerja sama ekonomi digital. Dalam peluang ini, Rudiantara pun menjelaskan potensi kerja sama Indonesia-Arab Saudi terutama sehubungan dengan Umrah. 


"Pasar umrah adalahcaptive market yang potensial, baik guna Arab Saudi maupun Indonesia. Karena seluruh umat Muslim akan membayar ibadah umrah," tambah dia.


Kolaborasi dengan Arab Saudi antara lain merangkum inisiasi pengembangan Umrah Digital Enterprise, yang dipercayai mampu menjadi solusi bareng memecahkan masalah utama di semua rantai Umrah. Dua unicorn Indonesia, Tokopedia dan Traveloka akan memungut bagian dalam kolaborasi ini sebagai perwakilan industri Indonesia. 



"Kami bangga bisa menghadirkan 2 unicorn dari Indonesia: Tokopedia dan Traveloka. Saya percaya ini ialah awal dari kolaborasi anda di ekonomi digital untuk menyokong Visi 2030 Arab Saudi dan pun visi Indonesia yang adalahekonomi digital terbesar di ASEAN," kata Rudiantara.

Sejumlah diskusi teknis akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut penandatanganan ini. Salah satunya melewati pemberdayaan UKM dan ekosistem pendukungnya dalam format pertukaran berpengalaman serta pelatihan. 

"Saya mempercayai kemitraan ini paling unik dan istimewa. Kami bekerjasama bersama dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Saya percaya kita dapat melakukan hal-hal yang lebih luar biasa," ujar Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha.


Selama empat tahun terakhir, hubungan dua negara terus menguat sejak trafik Raja Salman ke Indonesia tahun 2017 dan trafik Presiden Jokowi ke Arab Saudi belum lama ini. Berbagai jenis kolaborasi dan perjanjian kerja sama juga terus dilakukan.

Kedua negara sepakat menyusun poros baru yang dikenal dengan Saunesia dan aktif memungut bagian dalam kolaborasi ekonomi, keamanan, kebiasaan dan haji.

0 komentar:

Posting Komentar