Selasa, 02 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi zaman dulu

TEKNOLOGI INFORMASI | PT Pos Indonesia Perkuat Teknologi guna Mengakomodasi Kebutuhan Publik

Robot

ROBOPARK INDONESIA - Canggih, Robot Ini Mampu Singkirkan 700.000 Amunisi Usang

Menyingkirkan amunisi yang telah usang sudah menjadi masalah besar semenjak ditemukannya bubuk mesiu.
Cara yang dilaksanakan untuk memusnaknannya sekitar ini memiliki akibat negatif untuk lingkungan, laksana diledakkan, dikubur, dibakar, bahkan dilemparkan ke laut.
Dilansir dari New Atlas, semua ilmuwan Sandia National Laboratories (SNL) membina dan memprogram sistem robot otomatis di Anniston Munitions Center sebagai solusinya.
Dalam pengembangannya, robot itu didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Ditotal, mereka telah merombak atau melumpuhkan 700.000 amunisi di Alabama.
Sistem baru ini tidak melulu menonaktifkan secara lebih cepat dan aman, namun merupakan tahapan baru untuk angkatan darat AS guna mendaur ulang komponen amunisi.
SNL memprogram sistem robot yang bisa mendaur ulang kulit hulu ledak alumunium, granat baja, dan tembaga.

Meskipun robot dipantau oleh operator manusia, mereka memastikan akan tetap aman sebab menggunakan visi komputerisasi guna mendeteksi masing-masing anomali yang terjadi ketika mereka merombak amunisi.

=======================================================================

TEKNOLOGI INFORMASI - PERKEMBANGAN teknologi pada dasawarsa terakhir memang dialami begitu pesat. Karena di era globalisasi ini, teknologi terus merasakan perkembangan masing-masing tahunnya. Sebagai perusahaan yang mengekor perkembangan dinamika lifestyle yang berbasis teknologi, PT Pos Indonesia sudah menerapkannya.

Dirut PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono, mengatakan, ketika ini teknologi baru beranggapan di ICT (Information and Communications Technology atau teknologi informasi dan komunikasi) hingga economic life.

https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 28 11 2072225 pt-pos-indonesia-perkuat-teknologi-untuk-mengakomodasi-kebutuhan-publik-2cTqlvkJo2.jpeg

“Makanya anda ngomong 4.0. Tapi sebentar lagi teknologi bakal masuk ke bio enginering, human race dapat menjadi insan super dengan memasukkan cip dan DNA modification dengan model apa pun. Bahkan teorinya, anak kita dapat dilahirkan dengan IQ 300 dengan DNA modification,” ujar Gilarsi.

Dia juga menjelaskan, bagaimana PT Pos tetap relevan dengan seluruh kebutuhan. Sekarang orang masih memakai kertas, sampai-sampai orang bakal tahu ini dokumen asli, khususnya pada konteks legal. Pos mesti muncul mengganti paper based menjadi digital paper.

”Kita mesti mempunyai teknologi yang memverifikasi kemurnian stampel pos, itu dapat dilegalisir dengan digital. Certificate of authentication (sertifikat keaslian) sangat diperlukan untuk mengindikasikan dokumen asli. Kita hendak Pos tetap relevan di dalam semua evolusi zaman dan bisa mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia tak menolak ada tantangan selama ini. Karena transformasi tersebut melibatkan seluruh aspek, salah satunya budaya. Isu yang mendasar sekarang ialah skill set yang lama, yang diperlukan skill set yang baru, saat zaman ini berubah skill set ini pun akan berubah.

Baca Juga : Mencoba Treasury, Aplikasi Simpanan Emas Zaman Now


”Perusahaan start-up tidak mempunyai beban masa lalu. Pos punya beban masa lalu, bagaimana kami dapat mengubah kebiasaan dan kebiasaan, cara beranggapan dan perjanjian masa kemudian yang mengikat bisnis model di masa lalu,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari Gilarsi, PT Pos Indonesia dapat membuat bisnis model yang baru yang barangkali lebih menyerahkan user experience yang lebih baik, dibarengi dengan skill set serta protokol kebiasaan dan nilai yang baru.

“Perubahan di sini mutlak penting, sebab kebutuhan publik sudah paling berubah sekarang. Dulu tidak terdapat Pak Pos terbit kantor, kini Pak Pos mesti terbit kantor guna menerima barang,” ujarnya.

Dia menambahkan, tantangan lainnya ialah infrastruktur, teknologi, dan proses bisnis. Dan semua urusan itu menjadi kendala baginya. ”Aspirasi saya guna Pos menjadi perusahaan yang paling lincah dalam mengakomodasi keperluan publik yang baru,” tandasnya.

Di tangan Gilarsi, PT Pos Indonesia tidak bakal tergantung pada pemerintah dan bakal mandiri.

“Kita kan punya kantor sejumlah 4.500, 2.400 diantaranya kantor PSO yang secara komersial tidak menguntungkan. Ini sebab beban operasional lebih banyak daripada pendapatan. Kalau tersebut kita disconnect (putus), anda untung dan sehat, tapi sebab beban PSO kami berat juga,” urainya.

Baca Juga : Pembobolan Data Pelanggan Digital Jadi Bom Waktu

Menurutnya, pemerintah dapat memberikan support untuk Pos Indonesia guna tarif PSO, yang ditentukan pemerintah ini dirasionalkan atau tidak usah terdapat lagi.

”Yang kedua tersebut kita mesti mengawal yang 3 T itu, yaitu terluar, terdepan, dan tertinggal. Itu mesti didukung oleh pendanaan yang benar dan hitungan yang transparan supaya lebih adil tidak boleh sampai anda yang subsidi, seharusnya pemerintah yang mensubsidi,” bebernya.

“Kami ingin diciptakan regulasi supaya bisa diperlakukan secara fair, sehingga dapat menjadi market oriented, tersebut yang barangkali penting guna didengarkan oleh pemerintah,”tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar