Selasa, 23 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS WEB




TEKNOLOGI INFORMASI - Mahasiswa Universitas Nusa Putra (UNsP) Sukabumi presentasikan Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC), berupa timbangan digital Posyandu Penentu Angka Kecukupan Gizi Balita Terintegrasi Timbangan IoT (POS PAK CAMAT), di Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Produk ini bekerja teknologi tiga mahasiswa UNSP Sukabumi. Yakni, Muhammad Prenda Muharrik, Dede dan Mohammed Solahudin Krtubi. Tujuannya adalah untuk merampingkan proses penimbangan Posyandu dan menjelaskan keadaan angka kecukupan gizi secara real time.

Teknik kerja perangkat ini mengintegrasikan tiga disiplin, yaitu elektro tips tentang menciptakan hardware, mengukur berat badan sistem instrumen, dan anak yang tinggi untuk membawa dua sensor ultrasonik dan sensor load cell.

rekayasa perangkat keras untuk menciptakan keseimbangan dan menciptakan teknologi informasi dan perangkat lunak termasuk merancang situs dan database serta perangkat lunak berbasis Android.

Dari ketiga kolaborasi disiplin ilmu tersebut, jadilah suatu produk timbangan digital yang terintegrasi dengan database. Sehingga semua orang tua balita tidak butuh lagi memakai KMS, mereka lumayan dengan membuka software android yang telah diciptakan untuk menyaksikan perkembangan balita mereka.

Dosen Pembimbing UNsP Sukabumi, Anang Suryana menuliskan dengan adanya PKM ini, diinginkan mahasiswa bisa menjadi orang yang percaya diri dan dapat bekerjasama dengan multi disiplin ilmu lainnya.

"Selain tersebut dapat mengimplementasikan ide-ide baru sesuai pertumbuhan jaman dalam sebuah produk teknologi yang efisien serta mengetahui kaidah-kaidah keilmuan yang sedang dipelajarinya di kampus nusa putra," katanya. 


Akan namun yang lebih terpenting, kata Anang mahasiswa mengetahui metode-metode ilmiah yang bakal menjadi petunjuk dalam menciptakan produk teknologi. 

"Ini yang memisahkan mahasiswa dengan praktisi, sebab ketika nanti mereka terjun ke lapangan bakal berperan sebagai manager dan sebagai agen of change untuk dirinya dan masyarakat umumnya," tandasnya. 

Sementara itu, Warek III Bidang Kemahasiswaan UNsP Sukabumi, Muhamad Muslih mengungkapkan, melewati PKM ini menjadi prospek kedepannya sesudah lulus. Pasalnya, mereka sudah dibekali secara keilmuan dalam menciptakan produk.

"Dari penciptaan proposal, rab, implementasi, dan untuk menyajikan luar program PCR Selain itu, siswa juga dapat mengekspresikan ide-ide -. Ide-ide baru dari banyak ilmu di mana ia telah menerima di bank konferensi, "katanya.

"Kami harapkan kedepannya mahasiswa universitas nusa putra tidak melulu Muhamad Ikrar, Dede Kurtubi dan Muhamad Solahudin saja yang dapat mengikuti dan lolos mengekor program Kreatif Mahasiswa (PKM), namun menjadi motivasi untuk mahasiswa lainnya untuk mengekor program ini," imbuhnya.

0 komentar:

Posting Komentar