Selasa, 23 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN FUNGSI SISTEM


TEKNOLOGI INFORMASI BERDASARKAN FUNGSI SISTEM 


TEKNOLOGI INFORMASI - Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Kecerdasan Buatan, adalahbagian yang telah tidak terpisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari nyaris seluruh umat manusia.

Memang, AI bukanlah urusan baru. Namun, guna pemakaiannya yang sekarang terjadi secara masif dan populer, itu ialah hal yang baru, dan bahkan, bisa jadi besar pemakai perlengkapan yang memakai teknologi AI laksana ponsel pintar tidak sungguh-sungguh menyadari mengapa tidak sedikit perusahaan produsen ponsel pintar menyisipkan keterampilan tersebut ke dalam perangkatnya.


Untuk mengetahui secara borongan dan mendalam, mungkin dibutuhkan masa-masa yang tidak sedikit. Namun, semua pemakai sangat tidak dapat mengetahui pengertian dan faedah sederhana dari teknologi AI beserta sejumlah hal beda yang sedang di sekitarnya.

Secara terminologi, AI adalahistilah yang merujuk untuk serangkaian sistem komputer yang memungkinkan mesin guna meniru kepintaran manusia. Seperti halnya manusia, ketika beranggapan mereka akan mengetahui hal-hal yang terjadi di lingkungan mereka.

Demikian pula dengan perangkat-perangkat dengan kepintaran buatan, yang ketika ini disebutkan masih sedang di tahap mula dalam upayanya mereplikasi perilaku yang sama.

Perusahaan produsen cipset laksana Qualcomm yang akrab dengan teknologi AI, seringkali terus mengerjakan pengembangan-pengembangan berhubungan dengan teknologi itu dengan membina ekosistemnya melalui sejumlah upaya, contohnya mengombinasikan sejumlah perangkat untuk membuat fungsi-fungsi tertentu, laksana yang dilaksanakan perusahaan itu dengan Artificial Intelligence Engine.

Artificial Intelligence Engine ialah ekosistem AI yang adalahkombinasi dari sejumlah perangkat keras pada Snapdragon Mobile Platform, yaitu CPU Kryo, GPU Adreno, dan Hexagon Vector Processor, dengan di antara perangkat empuk Snapdragon NPE (Neural Processing Engine).

Kombinasi tersebut bermanfaat menjalankan dan memroses software yang memerlukan keterampilan kecerdasan produksi maupun machine learning.

Di samping itu, pemakai teknologi mesti pula mengenal apa yang dinamakan sebagai AI Assistant. Pasalnya, program itulah yang sejatinya yang menyerahkan respons, informasi, dan menjalankan tugas cocok dengan permintaan pemakai.

Program asistensi ini, tidak melulu ditemukan di ponsel pintar dan speaker pintar, melainkan pun di sejumlah perangkat lainnya dan kelihatannya akan lebih sering ditemukan di kacamata XR, perlengkapan rumah tangga, mobil terhubung, dan tidak sedikit perangkat lainnya.


Namun, apa unsur yang palong urgen dari sebuah kepintaran buatan? Jawabannya ialah algoritma, yaitu instruksi terstruktur yang menginstruksikan komputer untuk menuntaskan suatu masalah dengan mempelajari pola yang ada pada data.

Algoritma jugalah yang kemudian dipakai untuk mengerjakan kalkulasi, memroses, dan membuat benang merah secara otomatis.

Adapun, algoritma yang sering dipakai baik guna deep learning maupun machine learning ialah Artificial Neural Network (ANN). Algoritma tersebut diciptakan terinspirasi dari format jaringan neural biologis yang dipunyai oleh benak manusia.

AI sendiri mempunyai fase di mana dilaksanakan suatu simulasi dari proses pemikiran insan ke dalam format dan model yang terkomputerisasi atau terkomputasi. Fase ini dinamakan dengan istilah Cognitive Computing atau komputasi kognitif.

Dalam prosesnya, komputasi kognitif melibatkan sistem self learning dalam suatu sistem yang memakai data mining, pengenalan pola dan pengolahan bahasa pemrograman guna meniru teknik kerja insan ke dalam suatu sistem.

Di belakang proses rumit tentang bagaimana teknologi kecerdasan produksi bekerja, ada suatu disiplin atau cabang ilmu yang mempeloporinya, yaitu Computer Vision (CV).

Computer Vision adalahsalah satu cabang ilmu komputer yang berfokus untuk menciptakan perangkat bisa melihat, mengidentifikaso, dan memroses gambar sebagaimana mata pada manusia, serta menyerahkan output yang sesuai.

Dengan kemampuannya, Computer Vision laksana berupaya memberikan kepintaran dan insting yang dipunyai manusia ke dalam perangkat. Dengan demikian, komputer sebagai mesin bisa mempunyai kemampuan beranggapan tanpa mesti diprogram secara eksternal.

Tidak melulu seperti mesin-mesin tradisional yang diciptakan dengan seperangkat penataan untuk bisa bertindak, dengan keterampilan yang lebih modern kini mesin dapat dimasukkan dengan serangkaian data yang menjadi basis untuk mesin tersebut untuk beranggapan dan beraksi menurut data yang mereka miliki.


Contohnya, suatu komputer dapat memroses 1.000 potret kucing, menggali kesamaan ciri khas dari foto-foto tersebut, sampai-sampai untuk selanjutnya dapat menggali lebih tidak sedikit foto kucing di internet menurut urusan yang telah dipelajari.

Sederhananya, keterampilan komputerisasi seperti tersebut adalahbagian terpenting dari teknologi AI, di samping algoritma. Kemampuan tersebutlah yang ketika ini dikenal sebagai pembelajaran mesin atau, dalam istilah yang lebih akrab, yaitu machine learning.

0 komentar:

Posting Komentar