Selasa, 23 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS INTERNET



Tempat boleh dipelosok, namun melek teknologi tetap wajib. Itulah yang tidak jarang kali dipegang teguh oleh Didik Budi Hartono SE, Kepala Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Semangat jiwa muda dalam membina desa, sudah mengantar dirinya mencetus teknologi pelayanan digital yang canggih. Dia menyebutnya dengan Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services.



TEKNOLOGI INFORMASI - Teknologi berbasis teknologi informasi ini memungkinkan masyarakat setempat dapat mengakses serta mendapat sekian banyak  kemudahan dalam pelayanan dan administrasi kependudukan. Mulai dari pengurusan surat keterangan, Kartu Keluarga (KK), KTP, peta kerawangan, progres pembangunan, sampai berinteraksi dengan perlengkapan desa.

Dan tersebut semua lumayan diakses melewati smartphone maupun komputer. Lebih istimewa, pelayanan ala negara maju ini dilaksanakan perangkat Desa Tambong, 24 jam non stop. Dengan kata lain, dimana dan kapan juga berada, sekitar masih terdapat sinyal internet, mereka dapat mendapatkan sekian banyak  pelayanan tersebut.

“Visi kita ialah desa Digital, berbasis data dan informasi publik,” ucap Didik, sapaan akrab Kades Tambong.

Baca Juga : 10 Fakta yang Jarang Terungkap di Misi Apollo 11

Pada sistem pelayanan ini, lanjutnya, masyarakat dapat mencetak langsung sekian banyak  pengurusan administrasi kependudukan. Karena dilengkapi tanda tangan dan stempel digital. Baik kepunyaan Kades, maupun Pemerintah Desa Tambong.

“Di sini penduduk juga dapat update data kependudukan secara online, contoh saat ada family yang meninggal dunia. Bagi mengakses lumayan memasukan nama dan NIK (Nomor Induk Kependudukan), atau memakai kode batang yang terdapat di KTP,” jelasnya.

Teknologi ini juga dilengkapi dengan data video streaming dan dukungan hidup menyediakan orang-orang. Oleh karena itu, sebelum datang ke kantor orang, warga bisa tahu siapa yang memasok menunggu.

“Dengan begitu masyarakat dapat meyakinkan bahwa mereka bakal terlayani cocok dengan pelayanan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sedang video live streaming, adalahpengejawantahan pola keterbukaan dan pemantauan langsung masyarakat terhadap kinerja perlengkapan desa. 

Sejak menjadi Kepala Desa di Desa Tambong, Didik memang menekankan bahwa staf dan pegawai desa ialah pelayan masyarakat. Yang mana kinerjanya hukumnya mesti ternilai memuaskan oleh warga.

Sebagai informasi, Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services, yang diterapkan di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ialah pengembangan software pelayanan sebelumnya. Yakni software Sipadu.

Pengembangan pelayanan berbasis internet ini dikembangkan dengan menggandeng Heppy Agung, seorang berpengalaman IT asal Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Lombok. Pemuda jebolan Diploma III Manajemen Informatika, Universitas Gunadharma, Depok, itu memang sudah mengembangkan software sistim informasi desa semenjak tahun 2015.

“Dan motivasi kami ialah kemudahan, kecepatan dan keterbukaan dalam pelayanan, serta memperlihatkan bahwa desa pelosok pun dapat mempunyai teknologi pelayanan yang tidak kalah dengan perkotaan,” cetus Didik.

Sejak kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, Kabupaten Banyuwangi, memang terus berbenah. Salah satunya dalam inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi. Dan disini, Pemerintah Desa Tambong, selaku jajaran telah memperlihatkan menjadi yang terdepan.

0 komentar:

Posting Komentar