Jumat, 19 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI 2014


BBM Mati, Blackberry Masih Bergeliat

TEKNOLOGI INFORMASI - BBM ditetapkan mati hari ini. BBM awalnya ialah fitur chat di perlengkapan Blackberry . Namun, semenjak 26 Juni 2016 layanan pesan instan ini dibeli oleh Emtek, perusahaan asal Indonesia.

Lantas, ketika ini Blackberry sendiri telah konsentrasi menjadi perusahaan aplikasi perusahaan dan Internet of Things (IoT). IoT ialah istilah yang dipakai untuk menyebut sekian banyak  perangkat pintar yang terhubung dengan internet.

Perubahan inti bisnis Blackberry ini dilaksanakan sejak John Chen menempati pucuk pimpinan perusahaan pada 2013.

Baca Juga : Kegendutan Informasi dan Ideologisasi Hasrat

Hal ini dilaksanakan setelah Blackberry terus menderita kerugian semenjak kalah saing dari Android dan iOS. Sejak ketika itu, perusahaan ini terus menyusut. Blackberry kesatu kali mengerjakan PHK terhadap 2.000 pekerja pada 2011.

Berlanjut dengan PHK 5.000 pekerja pada 2015. Serta PHK 40 persen pekerja sejumlah 4.500 pegawai pada 2013. Pada 2017 pegawainya menciut dari 6.225 menjadi 4.044 pegawai saja.

Untuk memajukan bisnis software guna perusahaan, Blackberry kemudian membuat sejumlah tahapan akuisisi perusahaan teknologi pihak ketiga.

Baca Juga : Milenial Akses Internet 7 Jam Sehari, Suka Belanja Nontunai

Pada September 2014 perusahaan ini mengakuisisi Secusmart. Perusahaan berbasis di Jerman ini diakuisisi untuk menciptakan Blackberry sebagai penyedia ponsel sangat aman di pasar. Ponsel Blackberry 10 yang dapat mengenkripsi pesan suara dan data ini lantas dipakai oleh pemerintahan Jerman, tergolong Kanselir Angela Merkel dan sebanyak Kementerian dan anggota parlemen.

Pada 2015, Blackberry mengakuisisi Good Technology. Teknologi perusahaan ini dipakai untuk melengkapi solusi perlengkapan mobile perusahaan, Blackberry Enterprise Mobility Suite.

Keinginan Blackberry untuk meluangkan perangkat aman berlanjut dengan mengakuisisi perusahaan konsultasi siber berbasis di Inggris, Encription pada Februari 2016.

Akuisisi masih berlanjut pada November 2018. Kala tersebut perusahaan Kanada ini melakukan pembelian Cylance sebesar US$14 miliar (sekitar Rp20 triliun) secara tunai.

Teknologi perusahaan ini dipakai untuk mengembangkan keterampilan kecerdasan produksi pada produk software, software IoT, dan layanan Blackberry lainnya. Pembelian Cylane bakal menjadi akuisisi terbesar BlackBerry sepanjang sejarah keuangan perusahaan asal Kanada itu.

Baca Juga : Atto Sampetoding Lirik Industri 4.0 Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar