Jumat, 19 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | TEKNOLOGI INFORMASI INTERNET

TEKNOLOGI INFORMASI | Milenial Akses Internet 
7 Jam Sehari, Suka Belanja Nontunai

Milenial Akses Internet 7 Jam Sehari, Suka Belanja Nontunai

TEKNOLOGI INFORMASI - Riset yang dilaksanakan oleh lembaga Alvara Research Center menuliskan perusahaan perlu mengetahui sembilan perilaku milenial untuk dapat meraup keuntungan. Milenial diketahui sebagai generasi yang kejangkitan internet sampai kerap melakukan pembelian barang nontunai.

CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali menuliskan generasi milenial menyimpan potensi besar guna bisnis. Pada 2020, generasi milenial bakal mendominasi populasi di Indonesia dengan porsi selama 34 persen, dibuntuti 20 persen generasi X, dan 13 persen generasi baby boomers (kelahiran 1946 sampai 1964).

Perilaku kesatu, generasi milenial di Indonesia sangat kejangkitan internet. Dalam sehari rata-rata generasi milenial dapat menggunakan internet dengan durasi lebih dari tujuh jam.

Baca Juga : Polandia dan Lithuania Selidiki Aplikasi Rusia FaceApp

Kedua, loyalitas generasi milenial termasuk rendah. Saat terdapat produk yang lebih bagus, generasi milenial dengan gampang akan berpaling.


Ketiga, beberapa besar milenial lebih memilih mengerjakan transaksi non-tunai dengan porsi 59 persen. Hasan menuliskan pilihan berikut yang menciptakan milenial memiliki isi kantong 'tipis', tetapi bukan berarti mereka tidak mempunyai uang.

"Bukan berarti tidak terdapat uang. Mayoritas mereka transaksi non-tunai sampai-sampai uang format fisik mereka rendah. Oleh sebab itu, isi kantong mereka tipis," kata Hasan saat deskripsi hasil survei di Jakarta Pusat,

Perilaku keempat yaitu generasi milenial dapat bekerja dengan lebih cepat dan cerdas lantaran didukung oleh eksistensi teknologi. Hasan mengatakan eksistensi teknologi menciptakan milenial mempunyai akses informasi secara cepat dan luas.


Perkembangan teknologi pun mendorong milenial memiliki keterampilan multi-tasking. Perilaku ini disebut menciptakan milenial terbiasa mengerjakan dua sampai tiga kegiatan sekaligus.

Selanjutnya, generasi milenial pun mempunyai perilaku seng berwisata. Hanya saja merasakan tempat wisata bukan menjadi prioritas mereka. Generasi milenial lebih mementingkan berwisata supaya terlihat eksis di media sosial.

Baca Juga : Perkembangan Teknologi Dorong Kemajuan Industri Kreatif dan Olahraga Elektronik

"Yang urgen mereka dapat swafoto dan unggah konten di Instagram. Implikasinya durasi wisata jadi cepat. Mereka tidak sedikit kunjungi tujuan tapi durasi setiap tujuan sangat cepat," ungkapnya.

Menyoal isu yang ramai diperbincangkan, milenial dirasakan acuh terhadap isu politik. Alih-alih menjadikan isu politik sebagai bahan perbincangan, milenial lebih memilih isu film, olahraga, dan teknologi informasi.

"Politik tersebut berisik didominasi oleh Gen X. Instagram malah lebih estetis karena didominasi oleh milenial. Berbeda dengan Facebook dan Twitter yang didominasi oleh Gen X sampai-sampai isu yang beredar tentang politik," kata Hasan.

Di sisi lain, milenial terhitung gemar berbagi dan peduli dan responsif terhadap masalah sosial, petisi daring, dan sumbangan daring.

Generasi milenial memandang tidak mementingkan kepemilikan barang, asalkan masih dapat mengakses urusan yang dibutuhkan. Sebagai misal perkembangan transportasi daring mengindikasikan generasi milenial merasa tidak perlu melakukan pembelian kendaraan.

"Contoh dahulu untuk memperhatikan musik atau nonton film mesti beli kaset atau CD, kini tinggal langganan di Netflix, Joox, dan Spotify. Generasi milenial tidak butuh punya mobil dan motor sekitar masih dapat guna dari transportasi online, tersebut cukup," jelas Hasan.

Baca Juga : GCR Marakkan Indonesia International Smart City Expo & Forum 2019 

0 komentar:

Posting Komentar