Kamis, 18 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi dan komunikasi wikipedia

TEKNOLOGI INFORMASI | Atto Sampetoding 
Lirik Industri 4.0 Indonesia


Keterangan foto tidak tersedia.


========================================

TEKNOLOGI INFORMASI - Industri 4.0 ialah istilah yang ramai didengungkan oleh sekian banyak  pihak sebagai tonggak pertumbuhan industri dalam makna luas. Industri 4.0 ditopang oleh teknologi komputer pintar guna akselerasi dan efisiensi produk barang dan jasa. Atto Sakmiwata Sampetoding pun melihat nilai strategisnya untuk Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Atto Sampetoding, masyarakat Indonesia secara umum belum paham akan arti Industri 4.0 tersebut sendiri. Pemerintah dan pelaku industri butuh mendorong sosialisasi yang lebih luas dalam makna yang konkrit sumbangsih apa yang dapat diwujudkan untuk peradaban Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Jika pada mula abad 20, revolusi industri berawal dari mekanisasi buatan sehingga sekian banyak  produk dan pelayanan jasa sangat mempermudah publik guna mendapatkannya dalam jumlah yang lumayan serta terjangkau.

Baca Juga : Samsung Patenkan Desain Ponsel Geser, Galaxy S11?

Perkembangan revolusi industri secara bertahap sesudah era baby boomer membawa otomatisasi alat buatan sehingga output yang didapatkan semakin tidak sedikit dan bisa bekerja nyaris sepanjang masa-masa sejauh dibutuhkan sesuai dengan keperluan pasar.

Selanjutnya terdapat lagi komputerisasi perlengkapan dan perlengkapan industri membawa pada efisiensi dan efektivitas dalam urusan alokasi perlengkapan produksi dan bahan baku yang digunakan sehingga dapat memangkas ongkos pada kedua hal strategis itu secara ekonomis.

https://www.tagar.id/Asset/uploads/813398-industri-4.0.jpeg

Era teknologi digital ketika ini membawa perubahan besar pada sekian banyak  bidang kehidupan. Sektor industri ialah salah satu sektor strategis yang merasakan akibat tersebut. Teknologi yang terdapat memungkinkan semua perlengkapan saling terhubung dan menumbuhkan perkembangan informasi yang dahsyat, yang dinamakan dengan big data.

Dalam industri 4.0, secara eksponensial, kecerdasan produksi (artificial intelligence) atau disingkat AI semakin memudahkan dan mempercepat insan dalam menciptakan keputusan atau opsi yang lebih baik menurut rekomendasi dan analisa AI.

Baca Juga : Kemajuan Industri Kreatif dan E-Sport Tak Luput Dari Perkembangan Teknologi

Dalam industri, konsep Industri 4.0 berkutat pada pengembangan guna memberdayakan mesin-mesin buatan dengan hubungan nir kabel dan sekian banyak  sensor, yang bekerja sepanjang waktu, sampai-sampai seluruh proses yang sedang bekerja dapat diperlihatkan visualisasinya guna lini produksi, kontrol dan menciptakan keputusan secara mandiri.

Dalam kerangka Industri 4.0 ini, sejumlah istilah yang mengemuka di samping AI dan big data ialah internet of things (IOT), cloud computing (komputasi awan). Namun terdapat istilah yang jarang sekali digunakan dalam kupasan yaitu cyber-physical systems (CPS).

Cyber-physical systems sebagaimana dikutip dalam Wikipedia, mengacu pada pembangunan sebuah sistem dengan pendekatan secara destinasi dan desain. Ada enam faedah yang menjadi perhatian utama yakni sensor, proses, aksi fisik, komunikasi, energi, koordinasi dan kolaborasi. Dalam tren yang sedang berkembang ketika ini, akses dan software mobile bakal memungkinkan seluruh hal tersebut dilaksanakan melalui perlengkapan yang dapat dibawa kemana-mana.

Tentunya, kementerian negara yang berhubungan berperan aktif dalam menfasilitasi setiap tahapan ke arah Industri 4.0 melewati deregulasi dan regulasi di sektor masing-masing. Kementerian Informasi dan Informatika akan menyokong untuk penyediaan jaringan komunikasi yang cepat dan tanpa gangguan dimana demam teknologi 5G sedang melanda sekian banyak  negara di dunia.

Bagi Kementerian Perindustrian, pemetaan atas industri yang siap menyongsong Industri 4.0 ini antara beda otomotif, petrokimia, semen, serta makanan dan minuman.

Untuk sumber daya insan yang dapat menunjang kehadiran industri 4.0 ini membutuhkan peran perguruan tinggi dan lembaga riset pemerintah dan swasta dalam riset dan pengembangan yang berhubungan dengan interaksi antara mesin dengan mesin dan insan dengan mesin. Hal ini dapat disaksikan dari teknologi touch interface dan augmented reality.

Kemampuan insan sebagai pengambil keputusan terakhir bakal terbangun dari keterampilan analisa dan intelijen berbasis data melewati pembukaan bidang studi yang menunjang profesi yang diperlukan dalam Industri 4.0 laksana pakar data dan IOT, analis digital marketing, programmer, desainer UI/UX industri dan masih tidak sedikit lagi.

Berdasarkan keterangan dari rilis yang diperlihatkan di situs Kementerian Perindustrian dalam rangka sosialisasi Roadmap Implementasi Industri 4.0 di Jakarta (20/3), aspirasi nasional yang berkeinginan dicapai ialah Indonesia berada dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia pada 2030, mengapai pulang net export sebesar 10 persen, produktivitas tenaga kerja 2x lipat dibanding ongkos tenaga kerja, dan alokasi 2 persen dari GDP untuk pekerjaan R&D teknologi dan inovasi.

Pemanfaatan teknologi dalam skala yang besar telah pernah ditonton oleh masyarakat Indonesia melewati penyelenggaraan Asian Games XVIII di Jakarta dan Palembang, pemilihan umum kepala negara dan anggota legislatif tingkat nasional dan wilayah serentak di semua Indonesia.

Palapa Ring adalahsebuah inisiatif pemerintah Indonesia melewati Kementerian Komunikasi dan Informatika guna menghubungkan semua pulau besar di Indonesia melewati saluran serat optik sepanjang 36.000 kilometer, untuk mencapai 440 kota/kabupaten. Ketersediaan jaringan komunikasi yang terintegrasi ini bakal mewujudkan kedaulatan negara dan keawetan nasional.

Baca Juga : Prisma dari Palo Alto Networks Tawarkan Solusi Komprehensif Keamanan Cloud

Ini adalahproyek besar yang bertujuan guna menghubungkan distrik Indonesia unsur timur dengan panjang 4.450 kilometer (marine & land cable) dengan jaringan yang telah ada, melewati 15 landing point di 21 kota/kabupaten.

Dengan situasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, adanya revolusi Indonesia 4.0 akan menyerahkan stabilitas penyaluran barang dan kebutuhan. Jalur pasokan bakal bergulir tanpa batas geografis. Karena ini adalahtantangan terbesar yang mesti ditanggulangi oleh Indonesia sampai sejumlah dekade ke depan.

0 komentar:

Posting Komentar