Kamis, 11 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | Teknologi Informasi dan Rrumah Sakit

TEKNOLOGI INFORMASI | Keren, Rumah Sakit Islam Ini Gunakan Big Data guna Layani Pasien

Keren, Rumah Sakit Islam Ini Gunakan Big Data untuk Layani Pasien

TEKNOLOGI INFORMASI - Rumah sakit (RS) Islam sering dirasakan sebelah mata, bahkan oleh umat Muslim sendiri. Hal ini jajaki diluruskan oleh RS YARSI yang baru saja diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Salah satu strategi guna meluruskan pandangan salah mengenai layanan di RS ialah dengan merealisasikan teknologi terkini dalam operasionalnya. "Kami memiliki misi menjadi RS berlandaskan Islam dengan pelayanan kesehatan berbobot tinggi dan berstandar internasional. Visi ini kami jabarkan salah satunya melewati menjadi RS rujukan dengan sokongan iptek dan riset kedokteran," ungkap Direktur Utama RS YARSI, Mulyadi Muchtiar di Jakarta.

RS ini, lanjut Mulyadi, memakai peralatan dengan teknologi tercanggih. Peralatan tersebut pun didukung oleh sumber daya insan yang kompeten. "Kami hendak masyarakat Indonesia percaya dengan keterampilan dan kemudahan yang dipunyai RS di dalam negeri. Bangsa ini ialah bangsa yang besar dan memiliki sumber daya yang besar juga, telah seharusnya layanan kesehatan pun dapat menjadi tuan lokasi tinggal di negeri sendiri," paparnya.

Baca Juga: Ekspansi Ke Indonesia, Huawei Cloud Bidik Pasar Korporat

Bukti keterampilan itu diulas pihak RS YARSI dengan mengembangkan sejumlah center of excellence (CoE) yang diinginkan mampu menyerahkan pelayanan terbaik dalam perawatan pasien. CoE tersebut antara lain, Acute and Trauma Service Center yang didukung oleh medical evacuation memakai air ambulance yang sedang di top roof atau lantai 17 RS. "Untuk kemudahan ini kami juga bekerjasama dengan Basarnas untuk menyerahkan pertolongan untuk korban bencana," imbuhnya.

Di samping itu, sebut Mulyadi, terdapat CoE Minimal Invasive Procedure, Day Surgery/Treatmen, Histopathologic Center yang disokong pelayanan patologi klinik, patologi anatomi, dan mikrobiologi klini. "Ada pun Kidney and Liver Tranplatantion. Dan tidak sedikit layanan kesehatan lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medis RS YARSI, Andi Erlina, mengatakan, menyambut era Industri 4.0 dan Society 5.0, lokasi tinggal sakit sudah mengembangkan pelayanan dengan konsep digital hospital. Ini adalahfuture healthcare yang menjadi kendala perumahsakitan di Indonesia.

"Kami konsisten mengimplementasikan Hospital Information System yang terintegrasi pelayanan electronic medical record (e-MR), electronic prescribing, laboratory information system (LIS) yang didukung secara komprehensif oleh Picture Archiving and Communication System (PACS)," tuturnya sambil menambahkan, RS YARSI pun menjalin kerja sama dengan sejumlah platform untuk menyokong registrasi online.

Baca Juga : Inilah Transformasi Perpustakaan Sumut di Era Digital

Demi menyokong dunia edukasi kesehatan, pihak RS ikut mengembangkan konsep teleconference untuk semua mahasiswa. Tujuannya, supaya mereka dapat menyaksikan live operation yang ditolong oleh dosen klinis dari kamar operasi.

Konsep teleconference pun akan dikembangkan guna kerja sama pelayanan yang bekerjasama dengan institusi di dalam dan luar negeri. "Konsep digital hospital ini bakal terus dikembangkan sehingga dapat membangun mobile application yang integrated dengan RS YARSI sehingga dapat memberikan informasi klinis pasien, mengelola data, atau mengedukasi," tutur Erlina.

Pada akhirnya, kata dia, ini bakal terintegrasi menjadi Big Data yang dapat mendukung penambahan pelayanan, kepuasan pasien, tata kelola yang unggul serta mengintegrasikan antara pelayanan, pendidikan, dan penelitian.

Baca Juga : Politeknik Negeri Padang Sediakan 1.549 Kursi Mahasiswa Baru

0 komentar:

Posting Komentar