Senin, 01 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi vektor


SEKOLAH ROBOT INDONESIA 



TEKNOLOGI INFORMASI - Pakar komputer mengklaim bahwa chip yang menggerakkan mayoritas komputer di dunia menyembunyikan teknologi misterius dan ‘tidak berdokumen’. Analis dari Positive Technologies mendakwa bahwa chip dan prosesor Intel berisi ‘penganalisis sinyal logika’ yang dapat membaca ‘hampir seluruh data di komputer’.

Klaim tersebut bisa jadi akan mengejutkan para berpengalaman teori konspirasi, meskipun riset ini tidak memperlihatkan rumor lama bahwa NSA sudah menyembunyikan sesuatu pada chip komputer yang dipakai untuk memata-matai miliaran orang.

Maxim Goryachy dan Mark Ermolov mengungkapkan temuan mereka di Black Hat Conference, pertemuan semua peretas dan spesialis ketenteraman siber di Singapura. Alat analisis ditemukan di Platform Controller Hub (PCH) pada motherboard Intel serta prosesor utama tersebut sendiri.

Baca Juga : Kecerdasan Buatan, Pendukung Penting Layanan Digital

Bersama-sama, bagian-bagian komputer ini bermanfaat sebagai ‘otaknya’. Ini dinamakan VISA dan berpotensi memungkinkan peretas atau mata-mata guna mengakses informasi yang tersimpan dalam kenangan komputer serta informasi yang didapatkan oleh ‘peripheral’ – nama guna aksesori komputer yang dapat merangkum apa saja dari webcam ke mouse.

Teknologi VISA diyakini dipakai untuk memeriksa kelemahan microchip Intel, namun Positive Technologies menyarankan tersebut juga dapat dipakai untuk ‘menangkap dan meneliti data’. Kemampuan ini bakal berguna untuk peretas yang hendak mencuri informasi – pun mata-mata atau siapa juga yang tertarik menculik informasi sensitif. Biasanya, VISA dimatikan dalam sistem komersial. Namun semua peneliti mengklaim sudah menemukan teknik untuk mengaktifkannya.

“Kami mengejar bahwa dimungkinkan guna mengakses Intel VISA di motherboard biasa, tanpa perlengkapan khusus yang diperlukan,” kata pakar Positive Technologies, Maxim Goryachy.

Intel mengatakan untuk Metro bahwa kerentanan VISA tersebut nyata, tetapi menuliskan “diperlukan akses fisik” yang berarti peretas tidak bisa mengaktifkannya melewati internet dan mulai menculik informasi.

Baca Juga : Bocoran Hp Terbaru Realme 2019 yang Memiliki Kamera 64 Megapiksel, Dilengkapi 'Quad Camera' Juga


Namun, katanya cacat tersebut telah ditanggulangi dan diselesaikan. “Masalah Intel VISA, laksana yang dibicarakan di BlackHat Asia, bergantung pada akses jasmani dan kerentanan yang sebelumnya dikurangi. Pelanggan yang telah merealisasikan mitigasi tersebut dibentengi dari vektor yang diketahui,” kata Intel.

0 komentar:

Posting Komentar