Senin, 01 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi uny


SEKOLAH ROBOT INDONESIA 




TEKNOLOGI INFORMASI - Mobil elektrik Garuda UNY sah diluncurkan dan pun dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Meski telah diluncurkan tetapi mobil itu baru adalahpurwarupa (prototype) saja. Ke depannya, mobil elektrik Garuda UNY bakal terus dikembangkan, dan bukan tak mungkin bila UNY dapat ikut serta dalam program mobil listrik nasional (Molinas) yang digagas oleh Kementerian Ristekdikti.
Penasaran, Suara.com pun berpeluang untuk mengupayakan duduk dan menjadi penumpang mobil elektrik Garuda UNY, guna tahu bagaimana sensasi mobil elektrik yang adalahproyek tugas akhir Mahasiswa.
Saat mengunjungj Fakultas Teknik UNY, mobil itu berada di lokasi yang dinamakan basecamp. Mobil, sedang di luar suatu bangunan dan melulu ditutupi dengan cover.


Imawan, mahasiswa semester 4 jurusan otomotif yang turut menggarap proyek mobil elektrik Garuda UNY memaparkan, bila mobil itu benar-benar murni dirancang dan diproduksi oleh mahasiswa dan disokong oleh pihak kampus. Artinya, belum terdapat pihak industri yang ikut meriset dan turut mengembangkan mobil elektrik tersebut.
Sembari mengarah ke ke basecamp untuk menyaksikan mobil tersebut, Imawan pun menjelaskan mengenai konsep dan desain mobil elektrik Garuda UNY.

"Sebetulnya simpel, nggak terlalu tidak sedikit lekukan. Tapi dari kesebelasan bodi merasa desainnya perlu dibetulkan lagi agar lebih kelihatan bagus sebelum diciptakan cetakannya," kata Imawan yang mendapat kegiatan untuk merancang rangka dan sasis.


Sesampainya di basecamp, mobil itu ternyata benar-benar mungil.

Saat kesatu kali masuk dan duduk, jok mobil elektrik Garuda UNY pasti tidak senyaman mobil buatan massal, jok terasa lumayan licin dan tegak. Ditambah kabin yang lumayan sempit dengan leg room dan head room yang pas, dan melulu menyisakan tidak banyak ruang.
Bicara material interior, kabin mobil elektrik Garuda UNY terasa paling sederhana. Material interior kabin pasti tidak dapat dibandingkan dengan mobil-mobil buatan massal, sebab ini masih berbentuk prototype.

Jangan bayangkan material soft touch, sebab dari unsur dashboard sampai pintu adalahmaterial plastik keras.


Menyalakan mobil elektrik Garuda UNY juga terasa sangat gampang karena melulu perlu memutar kunci kontak ke posisi on, tanpa butuh distarter. Satu urusan yang lumayan unik ialah bentuk persneling yang sederhana. Tuas transmisi sedang di sisi kiri bawah dasbor dan melulu ada tiga pilihan. Tuas 'D' guna maju, 'P' guna berhenti dan 'R' guna mundur.

Yang jadi lumayan menarik ialah disematkannya head unit single tape di tengah dasbor, tetapi kami tidak sempat mencobanya. Speedometer di balik setir pun sederhana, melulu ada takometer dan panel digital kecil di bawahnya. Di sampingnya tampak kotak kecil yang ternyata mengandung informasi mengenai daya dan tegangan baterai.
Saat dikemudikan oleh Imawan, kabin terasa lumayan berisik. Bukan sebab kaca jendela yang terbuka, melainkan sebab mobil berlangsung di atas paving. Tak melulu itu, suara berisik lainnya datang dari rantai yang menggerakan roda belakang. Ya, mobil elektrik Garuda UNY digerakan memakai rantai, bukan gardan ataupun belt laksana yang dipakai mobil bertransmisi CVT.


Berdasarkan keterangan dari Tafakur, mengapa rantai mobil elektrik Garuda UNY menerbitkan bunyi yang agak berisik sebab belum disetel kembali.

Karena sejujurnya, bila rantai mobil itu tidak menerbitkan bunyi yang lumayan keras, mobil terasa lumayan halus ketika melaju. Apalagi suatu mobil listrik, yang tidak menerbitkan bunyi mesin laksana mobil dengan bahan bakar minyak.

"Kalau yang dari elektrikal, barangkali ada penilaian di motor listriknya agar lebih efisien, khususnya baterai. Karena di luar negeri kan, telah pakai baterai lithium, sementara kami masih memakai aki kering," kata Tugiyanto, mahasiswa semester 5 jurusan elektro yang menggarap kelistrikan mobil.

Sementara Tafakur menyoroti pengembangan mobil elektrik Garuda UNY dari segi manajemen daya, agar mobil dapat menempuh jarak lebih jauh tanpa mesti memperbesar kapasitas baterai.

"Ini memang sementara, kapasitas baterai anda tetap kecil, ya. Padahal aki kering sendiri ukurannya besar dan bobotnya berat. Improvement kesatu ialah bagaimana metodenya memanfaatkan daya secara optimal oleh motor, supaya jangan hingga terbuang," terangnya.

Mobil elektrik Garuda UNY pasti masih jauh dari kata sempurna, mobil ini juga masih belum dapat dibilang tuntas. Banyak pengembangan yang nantinya bakal dilakukan, agar mobil lebih baik dan bukan tak mungkin andai nantinya mobil elektrik Garuda UNY dapat diproduksi massal, walau bukan tersebut tujuan utamanya.



0 komentar:

Posting Komentar