Rabu, 17 Juli 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | jurnal teknologi informasi 4.0


Gambar mungkin berisi: 4 orang




Teknologi Informasi - Masyarakat mempunyai harapan besar terhadap sebanyak lembaga atau perguruang tinggi yang konsentrasi dengan pengembangan ilmu komputer serta teknologi informasi. Mengingat teknologi ketika ini terus berubah dengan cepat. Hal itu dikatakan oleh Sekjen Kemenristekdikti Profesor Ainun Naim dalam pidato ilmiah Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-40 STMIK Akakom.

Di hadapan semua civitas akademika STMIK Akakom, Ainun Naim menyatakan perubahan era ketika ini terjadi paling cepat, khususnya pada teknologi informasi yang ketika ini tidak jarang dikenal dengan revolusi industri 4.0. Perguruan tinggi mesti dengan cepat merespons evolusi tersebut, lagipula masyarakat mempunyai harapan besar terhadap lembaga atau kampus yang konsentrasi dengan ilmu komputer. Karena perguruan tinggi dapat melahirkan sumber daya insan sekaligus mengembangkan keilmuan yang dapat menjadi jawaban masing-masing pertanyaa masyarakat.

Baca Juga : Hadapi Tantangan Globalisasi, Tamzil Minta Polri Diminta Lebih Responsif

“Google ini besar, tidak ada masing-masing otak insan ini tidak mendengar atau tidak pernah memakai google, kecuali mereka yang hidup di China memang tidak menggunakan. Tetapi mereka memakai teknologi yang sama, terus berubah. Sehingga asa masyarakat terhadap lembaga yang punya konsentrasi terhadap manajemen informasi dan teknologi komputer tentu paling tinggi,” ungkap Ainun Naim dalam rilisnya.

Ia mengatakan, guna merespons perubahan, pemerintah pun membuat kepandaian baru guna mengantisipasi evolusi ekonomi dan global supaya supaya Indonesia punya peran di kehidupan dunia. Dengan persiapan perubahan tersebut pula untuk menyokong negara supaya terus berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteran warga.

Sejak lima tahun silam, kata dia, dari sisi kelembagaan pemerintah mengerjakan perubahan lumayan drastis di bidang edukasi maupun pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi , dengan mengedepankan inovasi. Selama lima tahun berjalan, pertumbuhan publikasi dan inovasi di Indonesia paling besar, bahkan bila dihitung persentase dapat mencapai ratusan, baik berupa riset maupun publikasi karya ilmiah dan inovasi.



“Kami mengembangkan satu indeks Sinta [science and technology index]. Merupakan indeks urgen berkembang dan diakses oleh akademisi peneliti, aksesnya dapat jutaan dari masyarakat sekian banyak  belahan dunia. Ini tanda bahwa bila kita inginkan berinisiasi anda akan menjadi leader dalam sekian banyak  bidang. Dengan indeks itu, sekian banyak  masyarakat akan dapat mengikuti indeks kita, dengan mereka mengekor mereka melirik kita. Kalau indeks kita telah berkembang berarti anda menjadi leader,” katanya.

Ketua STMIK Akakom Yogyakarta Totok Suprawoto menyadari evolusi terus bergulir dan perguruan tinggi dituntut guna berinovasi khususnya dalam menyiapkan lulusan. Kurikulum menjadi di antara yang ia persiapkan, pada semester gasal mendatang pihaknya sudah merealisasikan kurikulum berbasis KKNI (kerangka kualifikasi nasional Indonesia). “Penerapan kurikulum ini kami sesuaikan dengan pertumbuhan teknologi, pasti dengan meminta masukan lulusan dan pakar bidang teknologi dan komunikasi,” ujarnya.

Baca Juga : Penerimaan Pajak Capai Rp603 Triliun

Totok sepakat di era ketika ini masing-masing lulusan tidak melulu diukur dari prestasi akademik saja, namun pun daya saing lulusan sampai keterserpana alumni yang tinggi di dunia kerja. Oleh karena tersebut pihaknya menyiapkan sekian banyak  fasilitas laksana inkubator bisnis yang diharapkan dapat mendorong kreativitas penelitian dosen dan mahasiswa serta melakuan kerja sama dengan dunia industri di dalam dan luar negeri.

“Prestasi riset kami dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun [2019] ini kami ada selama 20 judul riset dengan pendanaan menjangkau Rp400 juta yang 55 persen bersumber dari eksternal dan 45 persen dari internal. Kami telah mempunyai jurnal nasional informatika yang telah mendapatkan predikat Sinta,” katanya.

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta Teguh Wiyono Budi Prasetyo dalam kesempatan tersebut menambahkan untuk membalas tantangan perubahan, STMIK Akakom butuh menggerakkan seluruh potensi. Guna mengembangkan institusi demi membalas harapan masyarakat atau guna kesejahteraan masyarakat.

“Tentu kami upayakan sokongan fasilitas memadai, peremajaan fasilitas supaya dapat menyerahkan layanan maksimal, pemenuhan sumber daya insan yang cocok kualifikasi,” ucapnya

Baca Juga : Kuliah di Fakultas Teknologi Industri Unissula, Kamu Bisa Belajar Robotik sampai IT

0 komentar:

Posting Komentar