Sabtu, 01 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi di hotel


Sebagian besar operasional hotel yang sedang di Hangzhou, China, memakai robot danperlengkapan IoT. Hanya tidak banyak pegawai yang bakal dijumpai oleh tamu di hotel yang diberi nama FlyZoo ini. Manusia melulu dipekerjakan untuk mengerjakan bersih-bersih.

Saat masuk ke hotel, robot setinggi satu meter bakal menyambut tamu. Ia akan memakai teknologi pengenal wajah untuk menilik tamu-tamunya. Hotel pun akan mengunggah detil tamu mereka ke sistem ketenteraman publik nasional di China memakai mesin yang ditempatkan di lobi.


TEKNOLOGI INFORMASI - Begitu mengerjakan check-in, informasi tamu akan dipecah ke seluruh layanan di hotel. Sehingga, begitu tamu masuk lift, ia bakal langsung diantar ke lantai yang dituju. Pintu kamar juga otomatis terbuka saat kamera mengenali wajah tamu sebagai penghuni kamar.

Robot pun dapat melakukan layanan kamar, seperti untuk mengirimkan makanan. Speaker yang tertanam di lokasi hotel dapat dgunakan untuk mengerjakan pengaturan suara (voice-control) terhadap semua perlengkapan yang terdapat di kamar. Mulai dari menata temperatur, intensitas cahaya, dan perlengkapan lainnya.

Lantas berapa harga yang mesti ditunaikan untuk menginap di hotel modern ini? FlyZoo menawarkan harga permalamnya sebesar 3000 yuan (sekitar Rp6,3 juta) telah termasuk sarapan guna dua orang. Berdasarkan monitoring Fliggy, layanan travel Alibaba, telah ada 942 pesanan guna hotel ini.

FlyZoo ialah hotel besutan Alibaba. Dengan memodernisasi sistem manajemen hotel, menurut keterangan dari Wang Qun, CEO FlyZoo Hotel Alibaba, penginapan ini 1,5 kali lebih tepat guna dari hotel sejenis. Kabarnya, Tmall, layanan e-commerce Alibaba pun akan mengerjakan hal serupa untuk layanan manajemen rantai pasokannya.

"Sistem AI yang baru akan menolong meningkatkan efisiensi manajemen hotel danmeminimalisir setengah dari keperluan tenaga kerja," ruang belajar Qun, laksana dikutip GBTimes.

Hotel ini menjadi tahapan Alibaba berikutnya guna masuk ke sektor IoT. Semakin matangnya bisnis konsumer di China, produk berhubungan IoT kian mendapat perhatian dari raksasa teknologi di negeri itu, tergolong saingan Alibaba, Tencent.

Di samping itu, baru-baru ini Baidu memberitahukan bahwa InterContinental di Shanghai Wonderland akan memakai speaker cerdas perusahaannya guna pengoperasian di dalam kamar. Sementara itu, Alibaba pun telah menciptakan perjanjian kerjasama dengan Marriott sebelum membuka hotel tanpa pegawainya itu, seperti dikutip TechNode.


0 komentar:

Posting Komentar