Rabu, 26 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi perpajakan

Teknologi Informasi | Target Tax Ratio Pemerintah Realistis


TEKNOLOGI INFORMASI - Pengamat Pengamat Perpajakan Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Darussalam, menilai, target tax ratio itu adalahnilai realistis. Hal ini menilik bahwa Indonesia tergolong negara berpendapatan menengah yang lazimnya mempunyai tax ratio di atas 14 persen. "Tax ratio sebesar 10 sampai 11 persen malah umumnya dijumpai di negara-negara berpendapatan rendah," ujarnya saat dihubungi Republika

Darussalam mengatakan, potensi pajak Indonesia juga diduga masih besar bilamana merujuk pada studi World Bank (2013) mengenai tax effort. Studi tersebut memperlihatkan, realisasi penerimaan pajak Indonesia diestimasi masih tidak cukup dari 50 persen dari potensinya.

Namun demikian, Darussalam mengatakan, permasalahan saat ini ialah bagaimana mengatasi sekian banyak  masalah yang menciptakan lesu penerimaan. Pertama, tingginya shadow economy atau kegiatan ekonomi yang tidak terdaftar dan tidak terdeteksi oleh pemerintah.

Baca Juga : Catat, Ini Saran Penting dari Bill Gates Buat Pegiat Startup

Kedua, struktur penerimaan yang ketika ini masih tergantung oleh PPh Badan dan di ketika bersamaan blm dapat mengoptimalkan PPh Orang Pribadi. "Di samping itu, ketergantungan atas sektor komoditas pun berisiko," tutur Darussalam.

Ketiga, Darussalam mengatakan, adanya penggerusan basis pajak, penghindaran pajak, dan sebagainya. Apalagi di era digitalisasi dan globalisasi.

Keempat, banyaknya insentif atau keringanan pajak laksana pembebasan, dispensasi dan, tax holiday yang menyebabkan porsi tax expenditure yang meningkat. Kelima, kurangnya kepastian dalam sistem pajak yang menyebabkan adanya sengketa dan ongkos kepatuhan yang tinggi. Kondisi ini pada akhirnya pun menurunkan kepatuhan.

Permasalahan keenam, belum terbentuknya masyarakat yang melek pajak. Ketujuh, minimnya data dan informasi serta teknologi pengolahannya yang menciptakan pengawasan kepatuhan berbasis compliance risk management menjadi susah dilakukan. "Terakhir, kelembagaan otoritas pajak yang belum semi-independen," ujar Darussalam.

Seluruh urusan itu dapat ditanggulangi melalui reformasi pajak secara lengkap yang turut menyentuh evolusi UU di bidang perpajakan dalam lima kegiatan reformasi. Yakni, organisasi, sumber daya manusia, teknologi informasi dan basis data, proses bisnis, dan ketentuan pajak

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuliskan, angka 12,4 persen adalahtarget moderat untuk situasi ekonomi Indonesia ketika ini. "Untuk skenario sangat optimistis, target yang diputuskan 13,7 persen," ujarnya dalam rapat bareng Badan Anggaran (Banggar) DPR di Gedung DPR.

Baca Juga : Masalah Utama Android Ternyata Ada di Banyaknya Aplikasi Berbahaya

Tax ratio atau rasio pajak adalahperbandingan penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio pajak kerap dipakai sebagai indikator guna menilai penerimaan pajak sebuah negara.

Sri menuturkan, pemerintah telah memiliki sekian banyak  upaya untuk menjangkau target tersebut. Di antaranya, menambah kepatuhan dan jumlah mesti pajak, penegakan hukum sampai mekanisme perpajakan yang mudah untuk masyarakat. Hal ini dilaksanakan guna memaksimalkan penerimaan pajak yang sebelumnya masih shortfall.

Sri optimistis, target itu dapat tercapai. Tapi, semuanya tergantung kepada keterampilan pemerintah dalam dua hal. "Menjaga reformasi perpajakan dan intensitas keterampilan melakukan collection," ucapnya.

Salah satu reformasi pajak yang bakal terus dilakukan ialah memperbaiki layanan. Upaya ini dapat menjadi insentif untuk wajib pajak guna patuh secara sukarela. Seiring dengan upaya tersebut, pemerintah baru mengambil tahapan penegakan hukum.

Berdasarkan keterangan dari data Kemenkeu, pemerintah menargetkan target tax ratio pada 2020 sebesar 11,8 persen sampai 12,4 persen. Sementara itu, pada 2021, targetnya antara 11,9 persen hingga 12,6 persen dan kisaran 12,1 persen hingga 13 persen pada 2022. Pada 2023, selama 12,3 persen-13,3 persen dan pada 2024 berada pada rentang 12,5 persen-13,7 persen.

Baca Juga : Perlindungan Anak di Internet, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua


SEKOLAH ROBOT INDONESIA

0 komentar:

Posting Komentar