Rabu, 19 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi outsourcing

TEKNOLOGI INFORMASI | Facebook Rekrut Tenaga 'Outsource' Demi Halau Penipuan

Facebook Rekrut Tenaga 'Outsource' Demi Halau Penipuan

TEKNOLOGI INFORMASI - Facebook mengerjakan perekrutan tenaga kerja alih daya (outsourcing) untuk tiga perusahaan teknologi informasi di India antara beda HCL Technologiesm, Wipro, dan Tech Mahindra guna melawan penipuan di platform-nya. Langkah ini dipungut di tengah bertambahnya tekanan global supaya Facebook menambah sistem keamanannya.

Dilansir dari Economic Times, tiga perusahaan tersebut bermanfaat sebagai moderator konten, anti pencucian duit dan analisis data. Facebook sejumlah bulan terakhir memang telah menambah hubungan dengan perusahaan India tergolong Genpact dan Accenture.

Salah satu eksekutif dari perusahaan teknologi menuliskan nilai kontrak campuran Facebook dengan tiga perusahaan tersebut menjangkau US$ 400 juta atau selama Rp5.7 triliun. 
Kontrak ini ditebak akan bertambah seiringan dengan keperluan Facebook mencari pertolongan manusia untuk menuntaskan masalah yang sebelumnya diperkirakan dapat diselesaikan oleh teknologi. 

Baik Facebook, Wipro, dan Genpact menampik untuk berkomentar berhubungan kerja sama ini. Wipro dan Genpact menuliskan tidak akan membicarakan konsumen tertentu secara spesifik. Sedangkan HLC Techologies, Tech Mahindra, dan Accenture tidak menyerahkan tanggapan.
SEKOLAH ROBOT INDONESIA

Tahun 2018 memang menjadi tahun yang berat untuk Facebook. Facebook diterpa masalah kebocoran data dan secara ketat menghadapi pemantauan data yang dipanen oleh Cambridge Analytica. 

Data ini dimanfaatkan guna memengaruhi hasil pemilu di Amerika Serikat. Di samping itu, Facebook pun diketahui memiliki kepandaian berbagi data pemakai dengan perusahaan swasta laksana Netflix.
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg lantas berjanji guna merekrut 20 ribu orang guna meningkatkan ketenteraman dan pemantauan konten pada platform. Di India, perhatian pemerintah sudah meningkat berhubungan Facebook yang dimanfaatkan guna menyebarkan rumor.
Selama satu tahun terakhir, Facebook sudah menghadapi pemantauan atas data pemakainya yang dipanen oleh Cambridge Analytica guna memengaruhi hasil pemilu di AS; kebijakannya berbagi data pemakai dengan entitas swasta laksana Netflix.

0 komentar:

Posting Komentar