Selasa, 18 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi menggantikan peran manusia

TEKNOLOGI INFORMASI | Era Industri 4.0, Teknologi Harus Mempermudah Bukan Gantikan Peran Manusia



TEKNOLOGI INFORMASI - Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kemenhub Cris Kuntadi menyatakan, pertumbuhan teknologi seharusnya semakin mempermudah kegiatan manusia, bukan menggantikan peran manusia.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pertumbuhan teknologi di era industri 4.0 dengan tetap menyimak aspek peran tenaga kerja manusia.


"Artinya anda dukung industri 4.0 barangkali bukan dari aspek mengubah peran manusia, tapi menolong pekerjaan manusia," katanya di acara Round Table Discussion dalam menyambut Ulang Tahun Okezone.com yang ke-12 yang bertema “Kolaborasi guna Negeri” di iNews Tower, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Era Digital Tuntut Pemimpin Kelola Lingkungan Kerja Lintas Generasi

Dia mencontohkan, peran memudahkan kerja manusia tersebut terlihat dari pengembangan teknologi yang dilaksanakan oleh sejumlah politeknik. Di mana semua pelajar menciptakan sebuah mesin yang dapat mengurangi risiko kecelakaan sebab pemakaian gadget dalam berkendara.

"Pengemudi-pengemudi kendaraan laksana truk dan mobil tersebut sudah terbiasa dengan memakai gadget ketika berkendara. Jadi anak-anak menciptakan karya deteksi sinyal, sampai-sampai sinyal yang masuk dapat di deteksi kendaraan dengan menyerahkan efek pada mesin, laksana mesin jadi lambat atau katup bensin jadi menutup. Ini guna keamanan," paparnya.

SEKOLAH ROBOT INDONESIA 



Baca Juga: Pelajar Indonesia jadi di antara pemakai teknologi tertinggi di dunia

Di samping itu, kehadiran kereta tanpa awak atau skytrain di Bandara Soekarno-Hatta pun dinilai sebagai format mempemudah kegiatan manusia, karena mempercepat pergerakkan insan di bandara.

"Bahkan kita pun sudah punya software di mana pramugari itu dapat dapat lisensi melewati gadgetnya. Mengurus secara online, ini telah berjalan. Jadi urusan ini untuk meminimalisir terjadi kecurangan-kecurangan ketika pemberian lisensi oleh oknum-oknum," jelasnya.

0 komentar:

Posting Komentar