Senin, 17 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi lokal

TEKNOLOGI INFORMASI | Jaringan 5G China Disebut Terbuka bikin Asing
SEKOLAH ROBOT INDONESIA 


TEKNOLOGI INFORMASI - China yang lagi berjuang menjadi pemimpin global pengembangan jaringan 5G membuka diri pada pihak asing yang inginkan turut berperan. Strategi ini baru dilaksanakan setelah Amerika Serikat (AS) mengurangi perusahaan developer besar 5G asal China, Huawei.

China memutuskan menyerahkan lisensi komersial pada empat perusahaan provider domestik, yakni China Telecom, China Mobile, China Unicom, dan China Broadcasting Network Corporation. Keempat perusahaan yang dipunyai pemerintah China itu diserahkan izin mengoperasikan 5G guna koneksi seluler.

"Setelah penerbitan lisensi 5G, kami bakal terus menyambut perusahaan asing guna berpartisipasi pada pasar 5G China, dan berbagi pencapaian pembangunan 5G China," ucap Miao Wei, Menteri Teknologi Informasi China, melewati media sosial laksana Twitter, Weibo.

Baca Juga : Jelang Kontes Robot Indonesia, Tim Prolitag Pro Untag Surabaya Desain Ulang Robot KRAI Otomatis

Jaringan 5G adalahgenerasi terbaru drainase koneksi seluler dengan kecepatan transfer data yang menyokong penuh sistem kendaraan otonomos, diagnosa medis jarak jauh, dan pembayaran di mana saja.


Huawei dalam Weibo merespons keputusan pemerintah China menyerahkan izin komersial pada empat perusahaan lokal.

"(Kami) percaya bahwa sebentar lagi, 5G China bakal memimpin dunia," tulis Huawei.

Produsen ponsel asal China lainnya, Vivo, mengaku produk 5G mereka siap bikin diuji pemakaiannya dan siap dipasarkan ke publik bila usai.

Baca Juga : Teknologi Otomotif Mazda Luncurkan Mobil Listrik tahun 2020

Pada Mei kemudian Presiden AS Donald Trump tidak mengizinkan perusahaan lokal memasarkan komponen berteknologi tinggi ke Huawei atas dalil keamanan negara. Setelah tersebut China mengumumkan akan membuat susunan 'blacklist' perusahaan asing versinya sendiri.

Instruksi Trump telah ditanggapi Google, empunya sistem operasi Android yang dipakai pada tidak sedikit ponsel di dunia tergolong Huawei.

Pada Rabu (5/6), Huawei telah mengantisipasi urusan tersebut dengan menciptakan perjanjian dengan perusahaan telekomunikasi asal Rusia, MTS, guna mengembangkan 5G di sana pada tahun depan.

Baca Juga : Mazda Bersiap Getarkan Tokyo Motor Show 2019 Lewat RX-Vision

0 komentar:

Posting Komentar