Jumat, 14 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi kepolisian

TEKNOLOGI INFORMASI | Kepolisian Australia Gunakan 
Layanan Cloud AI Microsoft untuk...




TEKNOLOGI INFORMASI - Angkatan Kepolisian Australia Barat (WAPF) sudah bermitra dengan Microsoft guna mengadili platform percontohan berbasis cloud yang bertujuan supaya lebih mudah untuk petugas guna melacak jejak digitalsemua penjahat.

Platform berbasis cloud meneliti sejumlah besar informasi digital, danlantas menerapkan kiat kecerdasan produksi (AI) guna "memahami" informasi yang dikoleksi selama penyelidikan, seperti menimbulkan informasi atau pola penting.

Berdasarkan keterangan dari WAPF, lebih dari 2.8TB data diteliti dalam setiap permasalahan yang melibatkan bukti digital yang dapat menciptakan manajemen informasi paling menghambat dalam menuntaskan suatu kejahatan.

"Sementara teknologi informasi meringankan masalah ini untuk sedangkan waktu masa tenggang tersebut berakhir. Teknologi yang sama yangmengamankan kita sekarang memenuhi kita dengan jumlah informasi yangtidak bisa dipahami," kata inspektur WAPF Tim Thomas.

Baca Juga: Pemerintah AS Ingin Bangun Komputer Super

Solusi percontohan tidak dirancang untuk menggali bukti, Microsoft mengatakan, ini bertujuan guna menghilangkan kegiatan kasar untuk petugas dengan mengontekstualisasikan data penyelidikan sehingga mereka dapat menguras lebih tidak sedikit waktu dalam menciptakan keputusan tingkat yang lebih tinggi. Berdasarkan keterangan dari Anthony Doig, Direktur Inovasi guna Modis, pilot sudah memungkinkan WAPF menghemattidak sedikit waktu.

"Kami telah mengejar alamat atau tabungan bank atau senjata api dalam ratusan ribu gambar dan mengambil sejumlah jam guna melakukan tersebut daripada sejumlah bulan. Ini menghasilkan laporan dalam hitungan detik," kata Doig.

"Ia sudah menemukan potret seseorang, dan lantas data yang paling berbeda, katakan pesan teks atau penyebutan tempat yang sama sehari sebelumnya, sampai-sampai Anda bisa mulai menghubungkan potongan-potongan informasi tersebut dan menyajikannya pulang ke polisi."

Baca Juga : Kabar Terbaru Soal Ark OS, Pengganti Android dari Huawei

Platform berbasis cloud memakai platform Data & AI Modis guna menerima dan meneliti informasi, serta layanan kognitif berbasis Microsoft Azureguna menerjemahkan data.

Platform tidak mengolah data apa juga atau menarik benang merah ilmiah apa pun, kata Microsoft, dan melulu menciptakan hubungan yang telah ada dalam informasi yang dikumpulkan. Petugas polisi lantas mempunyai keleluasaan guna menilai apakah mereka relevan atau tidak. Karena ini, Thomas menuliskan platform ini layak sebab "betapa mudahnya memakai hasil dalam sistem peradilan".

Sementara itu, Face Identification Service (FIS) ketika ini sedang digulirkan di kepolisian dan badan ketenteraman Australia. Face Identification Service (FIS) ialah layanan identifikasi berbasis gambar satu-ke-banyak yang bisa mencocokkan potret orang tak dikenal dengantidak sedikit catatan pemerintah guna membantu membina identitas mereka.

Akses ke FIS terbatas pada polisi dan agen keamanan, atau area eksklusif pencegahan penipuan dalam lembaga yang menerbitkan paspor, dan dokumen imigrasi dan kewarganegaraan.

0 komentar:

Posting Komentar