Sabtu, 15 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi laptop

TEKNOLOGI INFORMASI | Laptop Paling Mematikan di Dunia Dijual Rp17 M




TEKNOLOGI INFORMASI - Memakai lptop bervirus jelas paling berbahaya. Itulah sebabnya tidak sedikit orang panik saat perangkat komputer mereka terserang virus. Namun, kali ini malah ada laptop dengan enam virus riskan di dunia yang terjual dengan harga fantastis.

Seniman Internet China, Gou O Dong, tak ragu memasarkan laptop bervirusnya dengan harga selangit. Keenam virus riskan itu bersarang di netbook Samsung NC-10 keluaran 2009. Virus yang bersarang di dalamnya ialah enam maleware sangat mematikan di dunia.

Keenam virus itu dikenal paling riskan karena telah memunculkan kerugian selama US$95 miliar atau setara Rp1.366. Meski paling berbahaya, Guo O Dong tetap pasang harga tinggi guna gadget tersebut. Laptop itu dipasarkan bukan guna dimanfaatkan sebagai penunjang kerja. Melainkan suatu karya seni yang diberi nama The Persistence of Chaos.

Baca Juga : Kecangihan AI Prediksi Wajah dengan Suara 

“Dalam bayang-bayang kami, urusan buruk yang terjadi di komputer tidak benar-benar dapat memengatuhi kami. Tetapi, ini jelas paling tidak masuk akal. Virus ialah senjata yang menyerang jaringan listrik atau infrastruktur publik dan mengakibatkan kerusakan,” kata Guo O Donglaksana dikutip dari The Verge,

Guo O Dong menciptakan laptop riskan itu lewat kerja sama dengan DeepInstinct, firma ketenteraman siber di New York, Amerika Serikat. Nah, laptop dengan enam virus mematikan tersebut kini sedang dilelang secara online.

Laptop The Persestence of Chaos ditawarkan mulai harga US$1,2 juta atauselama Rp17 miliar. Harga tersebut tergolong unit laptop, yaitu kabel daya dan script guna restart. Setelah terdapat yang membeli, konektor dan faedah Internet laptop berukuran 10,2 inci yang menjalankan sistem operasi Windows XP SP3 itu akan dimatikan.

Baca Juga : Catatan Sejarah Mobil Pertama di Dunia

Adapun keenam virus yang sedang di dalam The Persistence of Chaos ialah ILOVEYOU yang menyebar via e-mail dan file sharing di mula dekade 2000-an. Virus itu menginfeksi lebih dari 500.000 komputer dan memunculkan kerugian sampai US$15 miliar atau selama Rp215 triliun.

Selanjutnya, MyDoom, yang diduga produksi spammer e-mail asal Rusia. Ini adalahjenis cacing yang penyebarannya sangat cepat dan telahmemunculkan kerugian selama US$38 miliar atau Rp546 triliun.

Ada pun SoBig yang adalahcacing dan trojan yang menyebar lewat e-mail sebagai spam. Virus ini dapat menyalin dan mengantarkan file sendiri via email. Virus ini pun merusak hardware dan aplikasi komputer. Nilai kerugian kumulatif yang diakibatkan virus ini menjangkau US$37 miliar atau Rp531 triliun.

Tak ketinggalan, terdapat pula virus WannaCry yang adalahsebuah ransomeware. Virus ini menyandera komputer dan meminta duit tebusan dari korban. Jumlah kerugian yang ditimbulkannya selama US$4 miliar atau Rp57 triliun.

Maleware canggil yang merebak di Amerika Latin, DarkTequila pun tertanam di dalam The Persistence of Chaos. Virus ini menculik informasi tabungan bank dan data perusahaan yang memunculkan kerugian ratusan juta dolar. Terakhir, virus yang bersarang di The Persistence of Chaos ialah BlackEnergy. Virus ini digunakan dalam serangan siber yang mematikan listrik skala besar di Ukraina pada Desember 2015.

Baca Juga : Ilmu Sastra dan Sejarah di Era Revolusi Industri 4.0

0 komentar:

Posting Komentar