Rabu, 12 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi handphone

TEKNOLOGI INFORMASI | Google: Boikot Terhadap Huawei Berisiko Rugikan Kepentingan Amerika Sendiri

Alphabet Inc. menyatakan ketenteraman Amerika Serikat (AS) justru dapat tergangguandai Washington memaksakan boikot atas produk Huawei. Perusahaan raksasa informasi dan teknologi (IT) itu khawatir jika Google, yang adalahunit usahanya, terlarang oleh hukum AS untuk memodernisasi sistim operasi Android yang terdapat di ponsel produksi Huawei.

Pemerintah AS pada 16 Mei lalu menanam Huawei dan 20 unit usahanya ke dalam susunan perusahaan yang dirasakan merugikan kepentingan AS.


TEKNOLOGI INFORMASI - Itu artinya, perusahaan yang berbasis di AS, tergolong raksasa-raksasa pembuat piranti lunak, laksana Google dan Facebook, terlarang untuk mengerjakan hubungan dagang dengan Grup Huawei, tanpa izin dari Pemerintah AS.

Namun sebab larangan tersebut sulit dilaksanakan segera, Pemerintah AS merilis izin sementara untuk mitra Huawei asal AS sekitar 90 hari. Jadi, baru pada Agustus mendatang, vendor asal AS tak lagi dapat memasok Huawei.

Alpabhet menilai larangan ini malah akan membuka celah untuk aksi peretasan.

Jika Google, yang adalahanak usahanya tak lagi dapat memperbarui sistim operasi yang terlanjur terpasang di ponsel-ponsel Huawei yang telah beredar di pasar, maka besar bisa jadi Huawei bakal mengotak-atik piranti empuk di produknya.

Baca: Mesin Pintar Amunisi Gunadarma Sambut Revolusi Industri 4.0

Jika prediksi tersebut benar terjadi, maka bakal ada tidak sedikit ponsel dengan sistim operasi Android yang telah dimodifikasi Huawei.

Seperti yang dikabarkan harian FT mengutip sumber anonimnya, kondisi ini yang dicemaskan Alphabet dapat mengganggu ketenteraman nasional Negeri Paman Sam. Alphabetjuga berniat melobi Pemerintah AS untuk mengurungkan pemaksaan boikot atas Huawei, imbuh sumber yang dinamakan FT memahami tentang rencana induk dari Google it.

Baca: Soal Kemaritiman, Ikatek dan Civitas Akademika Fakultas Teknik Unhas Dialog Interaktif ! Ini Dibahas?

Dalam berita FT yang dilansir Reuters, para berpengalaman industri IT pun mencemaskanakibat jangka panjang dari boikot Washington atas produk produksi Huawei.

Dalam jangka pendek, penempatan Huawei dalam entity list, alias susunan perusahaan yang terlarang mempunyai hubungan bisnis langsung dengan perusahaan AS, memang bakal merugikan produsen ragam produk telekomunikasi asal China itu.

Namun boikot tersebut akan memaksa Huawei berpaling ke semua pembuat piranti empuk di luar AS, khususnya di dalam negerinya sendiri. Dan andai langkah Huawei itu dibuntuti oleh produsen gadget Tiongkok lainnya, yang barangkali terjadi ialah dominasi perusahaan AS di industri piranti empuk dunia bakal terancam.

0 komentar:

Posting Komentar