Jumat, 28 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan

TEKNOLOGI INFORMASI | F1 World Constructor Gunakan Platform Tibco untuk 




TEKNOLOGI INFORMASI - Tibco Software Inc hari ini, Senin (10/5/2019), memberitahukan karya inovatifnya dengan partner Mercedes-AMG Petronas Motorsport yang telah dinyatakan dalam penghargaan CIO 100 tahun 2019.

Mercedes-AMG Petronas Motorsport dinyatakan atas pekerjaannya dengan Tibco yang dapat menambah solusi analitik mereka dalam visualisasi data, analisis prediktif, dan kepintaran buatan, yang menolong juara dunia lima kali Formula One (F1) World Constructor menciptakan keputusan strategis kritis, real-time yang dapat memungut keputusan dominan  pada hasil balapan.

Baca Juga : Mahasiswa Ilkom USM Rangsang Generasi Muda Ekspresikan Diri

Salah satu kesebelasan Formula One sangat sukses, Mercedes-AMG Petronas Motorsport dan para berpengalaman sains data baru-baru ini berpaling ke Tibco pada 2017. Hal tersebut untuk menjadi penyelesaian yang dapat menolong tim dengan cepat meneliti sejumlah besar data untuk kelebihan operasional, laksana 50.000 titik data mobil pacu per detik, baik di pabrik dan sekitar balapan.

Menggunakan platform Tibco Connected Intelligence, Mercedes-AMG Petronas Motorsport dapat mengejar pola, menambah efisiensi, dan lebih mengetahui bagaimana faktor-faktor eksternal, laksana cuaca atau persaingan akan memengaruhi hasil pacuan untuk mendapatkan kelebihan kompetitif.

"Pengakuan ini menegaskan bagaimana kemahiran Tibco dalam analitik dan kecerdasan produksi serta pendekatan cara beranggapan yang maju guna juara Formula One mengintegrasikan teknologi dalam mendorong tim mengarah ke kemenangan," tutur Matt Quinn, COO Tibco.


Baca Juga : UIN Walisongo Bebaskan Biaya UKT

Sementara itu, Maryfran Johnson, Direktur Eksekutif Program CIO IDG, mengatakan, "Di semua lanskap bisnis, perusahaan di mana-mana mengakui peran vital yang dimainkan oleh pendekatan inovatif berbasis nilai terhadap teknologi informasi dalam keberhasilan mereka."

Menurutnya, perusahaan pemenang CIO 100 tahun ini ialah contoh yang menginspirasi mengenai bagaimana kepemimpinan teknologi komunikasi, kolaborasi bisnis, dan transformasi digital bakal mendorong perkembangan di masa depan.

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi ub




SEKOLAH ROBOT INDONESIA - Seperti yang kita lihat pada gambar diatas, Robo Soccer adalah sebuah permainan robot, yang dimana robot tersebut menggunakan sensor relay yang dapat dimainkan oleh 2 orang. Robot - robot yang ada di dalam permainan Robo Soccer ini merupakan robot - robot yang dapat bermain sepak bola. Tujuan p                                         ermainan Robo Soccer sama seperti permainan Sepak Bola yaitu memasukan bola ke gawang musuh untuk mendapatkan score / point. Tapi perbedaan dari permainan Robo Soccer dengan permainan Sepak Bola adalah kalau Robo Soccer ini dimainkan oleh Robot sedangkan dalam permainan Sepak Bola dimainkan oleh manusia. Jadi, kalian bisa membayangkan betapa serunya jika Robot bisa bermain Sepak Bola seperti manusia.

======================================================================

Universitas Brawijaya (UB) Malang, paling digemari oleh calon mahasiswa baru yang meregistrasi lewat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Bahkan, jumlah peminatnya yang menjangkau sebanyak 55.871 pendaftar. Sehingga menanam UB sebagai PTN paling digemari oleh calon mahasiswa di Indonesia.

Jumlah penggemar program studi sains dan teknologi menjangkau sebanyak 33.987 pendaftar, sementara untuk program studi sosial dan hukum menjangkau sebanyak 21.884 pendaftar.

Wakil Rektor I UB Malang, Aulanni'am mengatakan, tahun ini UB pun menempati posisi kesatu pendaftar terbanyak jalur SNMPTN.

"Pendaftar SBMPTN UB terbanyak di Indonesia sama laksana SNMPTN. Siswa dari semua Indonesia selain telah kenal dengan UB, jumlah fakultas di UB pun banyak. Di samping itu, keadaan dan lingkungan Kota Malang, pun mendukung untuk seluruh kalangan ekonomi," katanya.

Aulani'am pun menjelaskan, bahwa guna SBMPTN tahun ini nilai yang dipungut murni dari UTBK. "Berbeda dengan universitas beda yang mungkin meluangkan kriteria beda untuk susunan SBMPTN. Di UB nilai 100 persen dipungut dari UTBK, dan tidak terdapat kriteria lain laksana portofolio prestasi," katanya.

Pada SBMPTN tahun ini, guna prodi sains dan teknologi daya tampung yang diputuskan sebanyak 3.627, dengan pendaftar yang menanam UB pada opsi kesatu sejumlah sebanyak 18.423, dan opsi kedua sejumlah 15.564.

Baca Juga : Kecerdasan Buatan, Pendukung Penting Layanan Digital

Sementara guna sosial dan hukum daya tampung sejumlah 1.988, dengan jumlah pendaftar yang menanam UB pada opsi kesatu sejumlah 12.580, dan opsi kedua sejumlah 9.304.

Sedangkan guna prodi paling digemari SBMPTN ialah Ilmu hukum (2.584), Agroteknologi (2.202), Peternakan (1.734), Ilmu Administrasi Bisnis (1.598), dan Pendidikan Dokter (1.468).

Sementara itu, guna jalur berdikari UB, memutuskan kuota 30 persen dari jumlah total mahasiswa baru yang diterima. Bagi lebih menambah kualitas, di samping tes tulis, tahun ini UB menyerahkan kriteria beda berupa portofolio prestasi untuk pendaftar jalur mandiri.

"Persyaratan dan informasi tentang seleksi jalur mandiri, dapat dilihat di situs seleksi mahasiswa UB: www.selma.ub.ac.id," pungkasnya.

Baca Juga : Bocoran Hp Terbaru Realme 2019 yang Memiliki Kamera 64 Megapiksel, Dilengkapi 
'Quad Camera' Juga

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi termasuk soshum atau saintek


Sekarang anda akan kupas mengenai Wahana Robo Animatronic. Sebelumnya, kalian telah pada menyimak Artikel Robopark Indonesia Akan Tampil di Baywalk Mall kan ? Jika belum, dibaca dulu ya, supaya kalian dapat memahami asal awalnya dibentuknya Robopark Indonesia.


SEKOLAH ROBOT INDONESIA - Nah, pada ulasan saya yang kemarin saya menuliskan bahwa bakal ada sejumlah wahana - wahana yang bakal ada pada Robopark Indonesia di Baywalk Mall salah satunya ialah Wahana Robo Animatronic. Jadi, "Apa sih tersebut Wahana Robo Animatronic ?". Wahana Robo Animatronic ialah sebuah wahana yang berisi tentang sejarah - sejarah Dinosaurus yang bakal tampil di Robopark Indonesia di Baywalk Mall dan pun Dinosaurus tersebut dapat kita naiki.

Nanti, dalam Wahana Robo Animatronic terdapat tidak sedikit dinosaurus - dinosaurus dan masing-masing dinosaurus ada telurnya masing - masing, dan tentunya ada sejarah dinosaurus yang ditulis di kertas yang bisa dibaca oleh semua pengunjung Robopark Indonesia di Baywalk Mall.

==================================================================


TEKNOLOGI INFORMASI - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 sudah resmi selesai pada 24 Juni lalu.

Jumlah penggemar untuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pun menjangkau lebih dari 38 ribu orang, diperbanyak peserta Bidikmisi sejumlah 11.101 orang.

Berdasarkan data yang diserahkan oleh Kepala Humas UNY, Anwar Efendi, jurusan di kumpulan Sosio Humaniora (Soshum) mendominasi jumlah penggemar terbanyak.

Setidaknya terdapat 7 jurusan atau program studi (Prodi) Soshum dengan jumlah penggemar di atas seribu orang.

 Baca Juga : Kecerdasan Buatan, Pendukung Penting Layanan Digital

"Sementara untuk kumpulan Saintek, terdapat 2 jurusan dengan jumlah penggemar terbanyak," jelas Anwar via pesan singkat untuk Tribunjogja.com, Kamis (27/06/2019).

7 jurusan Soshum dengan jumlah penggemar tinggi antara beda Manajemen (2.546 peminat), Pendidikan Guru SD (1.695 peminat), Ilmu Komunikasi (1.562), Ilmu Psikologi (1.437 peminat), serta Akuntansi (1.391 peminat).

Selanjutnya disusul oleh Administrasi Negara (1.151 peminat) dan Pendidikan Tata Boga (1.008 peminat).

Sementara dari kumpulan Saintek terdapat jurusan Teknik Sipil dengan 1.205 penggemar dan Teknologi Informasi dengan 1.167 peminat.

Pengumuman hasil SBMPTN 2019 akan diberitahukan pada 9 Juli mendatang pukul 15.00 WIB.

Rabu, 26 Juni 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi perpajakan

Teknologi Informasi | Target Tax Ratio Pemerintah Realistis


TEKNOLOGI INFORMASI - Pengamat Pengamat Perpajakan Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Darussalam, menilai, target tax ratio itu adalahnilai realistis. Hal ini menilik bahwa Indonesia tergolong negara berpendapatan menengah yang lazimnya mempunyai tax ratio di atas 14 persen. "Tax ratio sebesar 10 sampai 11 persen malah umumnya dijumpai di negara-negara berpendapatan rendah," ujarnya saat dihubungi Republika

Darussalam mengatakan, potensi pajak Indonesia juga diduga masih besar bilamana merujuk pada studi World Bank (2013) mengenai tax effort. Studi tersebut memperlihatkan, realisasi penerimaan pajak Indonesia diestimasi masih tidak cukup dari 50 persen dari potensinya.

Namun demikian, Darussalam mengatakan, permasalahan saat ini ialah bagaimana mengatasi sekian banyak  masalah yang menciptakan lesu penerimaan. Pertama, tingginya shadow economy atau kegiatan ekonomi yang tidak terdaftar dan tidak terdeteksi oleh pemerintah.

Baca Juga : Catat, Ini Saran Penting dari Bill Gates Buat Pegiat Startup

Kedua, struktur penerimaan yang ketika ini masih tergantung oleh PPh Badan dan di ketika bersamaan blm dapat mengoptimalkan PPh Orang Pribadi. "Di samping itu, ketergantungan atas sektor komoditas pun berisiko," tutur Darussalam.

Ketiga, Darussalam mengatakan, adanya penggerusan basis pajak, penghindaran pajak, dan sebagainya. Apalagi di era digitalisasi dan globalisasi.

Keempat, banyaknya insentif atau keringanan pajak laksana pembebasan, dispensasi dan, tax holiday yang menyebabkan porsi tax expenditure yang meningkat. Kelima, kurangnya kepastian dalam sistem pajak yang menyebabkan adanya sengketa dan ongkos kepatuhan yang tinggi. Kondisi ini pada akhirnya pun menurunkan kepatuhan.

Permasalahan keenam, belum terbentuknya masyarakat yang melek pajak. Ketujuh, minimnya data dan informasi serta teknologi pengolahannya yang menciptakan pengawasan kepatuhan berbasis compliance risk management menjadi susah dilakukan. "Terakhir, kelembagaan otoritas pajak yang belum semi-independen," ujar Darussalam.

Seluruh urusan itu dapat ditanggulangi melalui reformasi pajak secara lengkap yang turut menyentuh evolusi UU di bidang perpajakan dalam lima kegiatan reformasi. Yakni, organisasi, sumber daya manusia, teknologi informasi dan basis data, proses bisnis, dan ketentuan pajak

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menuliskan, angka 12,4 persen adalahtarget moderat untuk situasi ekonomi Indonesia ketika ini. "Untuk skenario sangat optimistis, target yang diputuskan 13,7 persen," ujarnya dalam rapat bareng Badan Anggaran (Banggar) DPR di Gedung DPR.

Baca Juga : Masalah Utama Android Ternyata Ada di Banyaknya Aplikasi Berbahaya

Tax ratio atau rasio pajak adalahperbandingan penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio pajak kerap dipakai sebagai indikator guna menilai penerimaan pajak sebuah negara.

Sri menuturkan, pemerintah telah memiliki sekian banyak  upaya untuk menjangkau target tersebut. Di antaranya, menambah kepatuhan dan jumlah mesti pajak, penegakan hukum sampai mekanisme perpajakan yang mudah untuk masyarakat. Hal ini dilaksanakan guna memaksimalkan penerimaan pajak yang sebelumnya masih shortfall.

Sri optimistis, target itu dapat tercapai. Tapi, semuanya tergantung kepada keterampilan pemerintah dalam dua hal. "Menjaga reformasi perpajakan dan intensitas keterampilan melakukan collection," ucapnya.

Salah satu reformasi pajak yang bakal terus dilakukan ialah memperbaiki layanan. Upaya ini dapat menjadi insentif untuk wajib pajak guna patuh secara sukarela. Seiring dengan upaya tersebut, pemerintah baru mengambil tahapan penegakan hukum.

Berdasarkan keterangan dari data Kemenkeu, pemerintah menargetkan target tax ratio pada 2020 sebesar 11,8 persen sampai 12,4 persen. Sementara itu, pada 2021, targetnya antara 11,9 persen hingga 12,6 persen dan kisaran 12,1 persen hingga 13 persen pada 2022. Pada 2023, selama 12,3 persen-13,3 persen dan pada 2024 berada pada rentang 12,5 persen-13,7 persen.

Baca Juga : Perlindungan Anak di Internet, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua


SEKOLAH ROBOT INDONESIA

Jumat, 21 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi pemerintahan

TEKNOLOGI INFORMASI | Menristek Ingin Iptek dan Inovasi Seperti Negara Maju




TEKNOLOGI INFORMASI - Pengembangan Taman Sains dan Teknologi menjadi di antara program prioritas Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2020. Selain tersebut juga terdapat Pengembangan Pusat Unggulan Iptek, Beasiswa SDM Iptek, Teknologi guna Masyarakat, Pengembangan Teknologi Industri, Pengembangan PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi), dan Pengembangan Inovasi Industri.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perkiraan riset pun tersebar di sejumlah kementerian/lembaga. Pihaknya bakal terus mengerjakan koordinasi dan sinergi supaya inovasi yang didapatkan sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Kita telah punya Master Plan Riset Prioritas di Indonesia, yakni Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). Di tahun 2025, saya menginginkan Indonesia Iptek dan Inovasinya melesat laksana negara maju. Misalnya laksana Korea Selatan," ujar Nasir, dalam penjelasan persnya, Kamis (20/6/2019).

Baca Juga : teknologi informasi komunikasi

Adapun RIRN merangkum bidang-bidang prioritas Ristek dan Inovasi. Yakni Pangan Pertanian, Kesehatan Obat, Teknik Rekayasa (termasuk Teknologi Informasi dan Komunikasi), Transportasi, Material maju, Teknologi Pertahanan, EBT (Energi Baru Terbarukan), Maritim, Kebencanaan, dan Sosial Humaniora.

Di samping RIRN ketika ini pemerintah bareng DPR pun tengah merangkai RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek). Dimana didalamnya pun akan menata dengan jelas implementasi Iptek dan Inovasi di Indonesia.

"Dengan adanya RIRN dan UU Sisnas Iptek nantinya, saya bercita-cita semua lembaga litbang di kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Perguruan Tinggi bakal terkoordinir msnjadi lebih sinergis," jelas Nasir.

Menurutnya pengembangan penelitian teknologi dan inovasi, mesti tidak jarang kali berkembang lebih baik ke depan. Apalagi Indonesia dan negara beda didunia mesti menyiapkan strategi menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan menjangkau Sustainable Development Goals (SDGs) targets.

"Pengembangan ristek dan inovasi di Indonesia mesti diupayakan guna memajukan UKM maupun Industri di Indonesia," ujar Nasir.

Sementara itu, sebagai hasil dari upaya Kemenristekdikti mengaktifkan inovasi, dalam 5 tahun terakhir jumlah start up dari tahun 2015 hingga 2019 melonjak menjadi 1307 (total start up dan calon start up) yang didanai Kemenristekdikti di periode 2015-2018.

Baca Juga : Ponsel Berfitur GPS Cegah Kecelakaan Akibat Swafoto

Di bidang energi, dunia penelitian tanah air pun telah menghasilkan hasil yang membanggakan laksana Katalis Merah Putih hasil kolaborasi Institut Teknologi Bandung dan PT. Pertamina.

"Untuk inovasi di bidang 'renewal energi' telah didapatkan Katalis Merah Putih (hasil kerjasama ITB dan Pertamina Dumai), dipraktekkan di Pertamina Dumai. Inovasi laksana ini akan mengurangi cost nantinya," pungkasnya.

Sementara itu, Kementerian Ristekdikti pada Rabu kemarin (19/6/2019) telah mengucapkan pagu indikatif guna Tahun Anggaran 2020 untuk Komisi VII DPR RI sebesar 39,7 triliun rupiah.

Yakni dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI mengenai Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) RAPBN Tahun Anggaran 2020 di Gedung Nusantara I DPR.

Adapun alokasi perkiraan tersebut terdiri dari faedah pendidikan sebesar 39 Triliun dan faedah riset teknologi (ristek) sebesar 715,04 miliar. Pada tahun sebelumnya (2019) pagu Kemenristekdikti sebesar Rp 40,21 triliun.

Baca Juga : Telkomsel Rilis Solusi IoT Manajemen BBM

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi online

TEKNOLOGI INFORMASI | Jualan Jaket Online Dapat Untung Rp 45 Juta/Bulan




TEKNOLOGI INFORMASI - Sebanyak 300 pengusaha muda di Kabupaten Bandung sudah dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk menambah perekonomian masyarakat sekitar. Ratusan pengusaha muda tersebut tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung dengan umur antara 17-40 tahun.

"Menjadi pengusaha muda tersebut menjadi di antara pilihan. Meski sebelumnya, ada salah satu mereka mempunyai pekerjaan seraya membuka usaha baru. Karena usahanya berkembang, kesudahannya mereka berhenti dari pekerjaanya dan memilih menjadi pengusaha muda. Ada pun yang merintis dari nol guna menjadi pengusaha muda dan kesudahannya usahanya berhasil dan berkembang," kata Ketua Forum Komunikasi Wirausaha Muda Kabupaten Bandung Dani Hamdani,

Dani mengatakan, semua pengusaha muda itu, sebagian salah satu mereka memanfaatkan informasi dan teknologi (IT) guna mengembangkan usahanya melewati jaringan media sosial online. "Saat ini, beberapa besar pengusaha muda memanfaatkan bisnis online guna transaksi bisnisnya. Mulai dari bisnis dagangan berupa pakaian, makanan, kerajinan tangan dan usaha lainnya," kata Dani.

Baca Juga : OJK Kantongi 8 Calon Penyedia Platform Equity Crowd Funding

Berdasarkan keterangan dari Dani, membuka usaha dengan memanfaatkan bisnis online paling menguntungkan untuk para pengusaha muda. Misalnya disaat mereka menjual kopi lokal. Semula pemasaran kopi melulu di daerah, kini sudah dapat dipasarkan ke luar wilayah melalui bisnis online tersebut.

"Termasuk ketika ini dalam pemasaran pakaian berupa kaos, dapat dipasarkan ke Kabupaten Kuningan. Hal ini berkat anda melek pemakaian bisnis online, sehingga dapat membantu semua pengusaha muda di Kabupaten Bandung guna mengembangkan usahanya," katanya.

Terkait pengembangan usaha yang dilakukan para pengusaha muda, ia mengatakan, telah ada desakan dari pemerintah dalam kegiatan tuntunan teknis (bimtek) melewati gerakan kewirausahaan nasional. Program bimtek ini digulirkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di samping pihak lain.

"Tetapi disamping tersebut ada program lain, yakni unjuk kabisa yang dilakukan rutin tiap tahun yang difasilitasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jabar. Sedangkan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung mengemban bimtek kewirausahaan," jelas Dani.

Sangat menjanjikan
Ia pun mempercayai wirausaha yang dilakukan pengusaha muda dengan modal sendiri bakal terus meningkat di Kabupaten Bandung. Aset usaha semua pengusaha muda tersebut dari puluhan juta rupiah sampai dibawah Rp 1 miliar.

"Bahkan terdapat yang telah meraih deviden Rp 45 juta masing-masing bulan dari bisnis jaket dan celana jean melewati online. Bisnis online tersebut sangat menjanjikan dan enggak capek dalam menjual produk," katanya untuk wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.

Baca Juga : Amunisi Serangan Balik Facebook di Balik Kasus Abu Janda

Untuk menaikkan ekonomi masyarakat, kata Dani, FKWM terus mengerjakan sosialisasi untuk kalangan pelajar maupun mahasiswa. Bahkan, mereka menjadi sasaran utama guna menumbuhkan semua pengusaha muda di Kabupaten Bandung.

"Disaat mereka sekolah atau kuliah, tak lagi memikirksn bagaimana menemukan pekerjaan. Kita berjuang untuk merubah pola pikir mereka, setelah berlalu sekolah atau kuliah membuka lapangan kerja baru. Soalnya, membuka lapangan kerja baru bakal mendapatkan deviden lebih besar, ketimbang menjadi pekerja. Karena itu, semua lulusan sekolah paling potensial guna menjadi pengusaha muda," paparnya.

Dani berharap, disaat semua pengusaha muda tersebut mampu membuat lapanhan kerja, bisa memberikan peluang lapangan kerja untuk warga lainnya melewati kewirausahaan tersebut.
"Karena itu, tagline FKWM yakni 'mau hingga kapan anda bekerja'. Artinya, anda harus membuka lapangan kerja baru," ucapnya.

Ia juga menuliskan, FKWM menjalin kerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, di samping dengan pihak kecamatan maupun paguyuban usaha kecil menengah dan karang taruna dalam mengembangkan usaha.

Baca Juga : 3 Bahaya Pakai VPN bikin Akali Pembatasan Medsos

Kamis, 20 Juni 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi olahraga

TEKNOLOGI INFORMASI | Xiaomi segera luncurkan Zenph Smart Fitness Sportswear


TEKNOLOGI INFORMASI - Dewasa ini, perlengkapan wearable semakin tidak sedikit digunakan oleh masyarakat umum. Mulai dari smart band sampai smartwatch, para berpengalaman menyebut pangsa pasar dari produk wearable semakin besar masing-masing tahunnya.

Baru-baru ini, Xiaomi mengenalkan sebuah produk wearable baru yang berbentuk kaos olahraga. Kaos yang mempunyai nama Zenph Smart Fitness Sportswear ini adalah produk yang pada tadinya dilempar sebagai proyek crowdfund oleh Xiaomi.


BACA JUGA : Ini Tantangan Administrasi Publik di Era 4.0

Perangkat yang tergolong dalam kelompok sportswear ini menawarkan faedah yang sama sebagai pelacak kebugaran yang bisa dipakai. Alih-alih pemakai memakai smart wristband, mereka melulu harus memakai kaos saja.

Gizmochina (20/6) melaporkan, teknologi yang terdapat di perlengkapan ini pun akan menghilangkan kekurangan lain laksana akurasi data. Perangkat ini bisa memonitor evolusi fisiologis secara real time, serta meluangkan konseling olahraga profesional melalui software mobile.

Xiaomi memakai sensor pintar Intexar yang tercipta dari Teknologi DuPont Graphite. Teknologi konduktor monitor kesehatan pemakai ialah melalui teknologi SensElast3D paten Jerman, yang lentur sehingga mengkompres kulit untuk menyerahkan kontak sensor dengan kulit untuk mempermudah pemantauan informasi fisiologis detak jantung dan laju pernapasan pemakai secara real time.

Baca Juga : 3 Bahaya Pakai VPN bikin Akali Pembatasan Medsos

Ada juga sokongan Bluetooth sehingga semua pemakainya juga dapat mengkoneksikan baju pintar mereka ke perlengkapan untuk mengerjakan monitoring dan penyimpanan data. Para pemakai pun dapat mengawasi waktu pelajaran aerobik, anaerobik, dan nilai kalori yang mereka keluarkan.

Harga dari Zenph Smart Fitness Sportswear juga dapat dibilang paling terjangkau. Para pemakai melulu harus merogoh kocek sebesar USD28 atau Rp398 ribu guna mendapatkan sportswear tersebut.

Pilihan ukuran dari Zenph Smart Fitness Sportswear ini juga lumayan beragam, mulai dari ukuran S sampai XXL, untuk lelaki dan wanita. Untuk Anda yang hendak segera mendapatkannya, maka Anda mesti bersabar. Hal ini disebabkan Xiaomi baru bakal meluncurkannya pada 20 Juli mendatang.

Baca Juga : Amunisi Serangan Balik Facebook di Balik Kasus Abu Janda






TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi networking

TEKNOLOGI INFORMASI | Techsauce Global Summit 2019: Startup Indonesia Jaring Networking



TEKNOLOGI INFORMASI - Dalam pameran startup dan teknologi Techsauce Global Summit 2019 di Bangkok, Thailand, Indonesia menciptakan experience booth, Indonesia Pavilion. CEO Rombak Media Dennis Adishwara menyatakan bahwa hadirnya Indonesia Pavilion mengindikasikan bahwa Indonesia punya tahapan tepat di era digital.

Baca: Dinilai Lebih Efisien, Pemilu Elektronik Cegah Peretasan

"Kita hendak memberi tahu, ini menjadi semacam pengenalan ke publik global di Techsauce ini. Bahwa ini loh, barangkali selama ini internasional menyaksikan bahwa Indonesia masih manual. Tapi lihat, kita telah mulai terdapat di tahapan yang tepat mengarah ke era digital ini," ujar Dennis di Indonesia Pavilion, Centara Grand, Bangkok, Thailand

Hadirnya Indonesia Pavilion ialah hasil kerja sama antara portal media online Ziliun (anak perusahaan Tempo.co) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Indonesia Pavilion menghadirkan booth exhibition, dan dua talks yang dirancang oleh ecosystem players Indonesia. Dua topik talks yang bakal diselenggarakan ialah 'Evolution Towards the New Era of Media' dan 'Advancing Women Leaders in Tech'.

Berdasarkan keterangan dari Denis, tidak sedikit masyarakat global belum menyadari bahwa Indonesia sebetulnya memiliki tidak sedikit startup yang berpotensi ngehits dan ngetren. "Makanya, di Indonesia Pavilon ini, kita membawa dan mengundang sejumlah startup yang kami rasa ini akan dapat menjadi sesuatu yang besar, terdapat Wahyoo, Halosis dan Alamat.com," kata Dennis.

Jika diperhatikan, Dennis menambahkan, startup tersebut sudah memecahkan sejumlah permasalahan yang lumayan vital di Indonesia, dan telah mulai mendigitalisasi ekosistem yang masih manual atau konservatif.

Menurutnya, Indonesia memiliki market yang besar, dengan ratusan juta audience. "Kita tidak bermukim diam, kita mengerjakan sesuatu guna memecahkan masalah yang ada, ini semacam anjuran juga ke dunia global bahwa bila mau berkontribusi atau invest di Indonesia ini ialah saat yang tepat, dan kita melulu menerima kolaborasi," tutur Dennis.



 "Dirikan Sekolah Robotika, Bantu Anak Indonesia Salurkan Bakat"


Baca Juga : 5 Ponsel dengan Kamera 48 MP di 2019

Dennis beranggapan bahwa masyarakat Indonesia mesti mengolah paradigma orang-orang di dunia, bahwa Indonesia tidak melulu sekadar market atau penikmat saja, tapi pun kolaborator. Techsouce Global Summit 2019 adalahacara yang besar, dan Dennis menyatakan bahwa dirinya mendapatkan tidak sedikit netwoking.

"Jujur saja hari ini, networking saya tidak terdapat kata titik, namun koma, berhenti sejenak kemudian dilanjutkan. Itu pun terjadi di Indonesia Pavilion, dan mendapat laporan bahwa mereka tidak sedikit mendapatkan koneksi baru, calon partnership penting," kata Dennis yang pun seorang aktor. "Ini vital bikin startup Indonesia yang inginkan mempersiapkan diri guna melebarkan sayap ke negara-negara lain."

Mewakili Kominfo, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan di lokasi yang bertolak belakang menjelaskan bahwa Indonesia mengantarkan tim startup untuk memperkenalkan bagaimana pertumbuhan startup di Indonesia. Dan bercita-cita acara serupa dapat digelar di Indonesia.

"Techsauce Global Summit 2019 ialah suatu pertemuan transformasi digital yang paling besar dan sayang guna dilewatkan," kata Samuel melewati telepon. "Ini ialah ajang di mana kita dapat mengenalkan startup anda ke ajang internasional."


TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi merupakan

TEKNOLOGI INFORMASI | Teknologi Informasi versus Sumber Daya Manusia




TEKNOLOGI INFORMASI - Kenapa dinamakan percepatan? dan bukan kecepatan? Karena nyaris setiap 3 bulan sekali hadir produk-produk TI terbaru, seterusnya dapat lebih cepat lagi dan dengan pertumbuhan yang lebih tidak sedikit bentuk, ragam, dan kegunaannya.

Bisa dibayangkan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer semester 1 bakal segera usang (expired) ilmunya pada semester 3 (dengan asumsi bilamana mereka tidak inginkan up date dirinya).

Semua perusahaan dan organisasi yang bergerak di bidang TI laksana tidak inginkan ketinggalan dalam menimbulkan produk-produk baru yang lebih mudah, murah, dan ramah dengan pemakainya serta mengasyikkan (fun).

Tentu saja, mereka berlomba-lomba dan saling menginformasikan bahwa produk mereka ialah yang sangat familier. Padahal sekitar ini, pola pikir beberapa masyarakat menyatakan, bahwa TI tergolong hal yang rumit, ribet, serta membutuhkan waktu yang lama guna menguasainya.

Dan, membutuhkan modal yang besar, walaupun anda tahu pola pikir laksana ini tidak salah-salah amat tapi pun sayangnya tidak sungguh-sungguh amat. Kenapa mereka memiliki pola pikir begitu? Ini tidak beda karena diakibatkan oleh semua pemakai sendiri (user).

BACA : Robot Iron Man Siap Diboyong ke Indonesia

Pengguna terkadang tidak memakai gawai cocok kebutuhannya, namun lebih untuk keinginannya. Sebagai contoh untuk mereka yang melulu perlu komunikasi sebetulnya tidak butuh gawai yang dikenal dengan smartphone.

Tapi, sebab gencarnya promosi serta harga yang kini lebih tercapai dan merasa terangkatnya gengsi saat menggunakannya, maka kesudahannya mereka melakukan pembelian smartphone tadi.

Setelah mereka beli, baru mereka menikmati ribet dan rumitnya sang smartphone. Gawai yang dikenal dengan smartphone tersebut memang seharusnya bikin yang smart people.

Di mana, smartphone tersebut bermanfaat sebagai perangkat yang menghasilkan uang. Sayang, fakta yang anda lihat kini ini, smartphone lebih tidak sedikit dimanfaatkan guna hal-hal yang mempunyai sifat hiburan (game) atau sekadar sosialisasi di dunia maya (Whatsapp, Facebook, Twitter, Instagram, dan BBM).

Anda dapat melihat di dekat kita bahwa pemakai yang smart (pintar) guna smartphone ini lumayan banyak, namun yang benar-benar smart dalam pemakaiannya tentulah jauh lebih kecil.

Hal yang dilafalkan di atas baru membicarakan sebuah perangkat teknologi yang dinamakan HP atau smartphone. Bagaimana dengan jenis TI yang lainnya? Kembali ke narasi di atas bahwa kemunculan dan berkembangnya TI ialah untuk memudahkan, bersahabat dengan pemakai serta berharga terjangkau.

Baca Juga : Luar Biasa! Cerdasnya Robot Sophia

Hampir seluruh kehidupan kita kini ini tidak jarang kali bersentuhan dengan TI, mulai dari bangun tidur, bekerja, bisnis, transaksi perbankan, melamar pekerjaan, keterampilan profesi, bersosialisasi hingga dengan kamar mandi juga TI tidak inginkan ketinggalan.

Hal ini memunculkan pertanyaan yang lumayan menggelitik, yaitu bila memang seluruh sudah memanfaatkan TI lagipula sih gunanya karyawan? Berarti TI ini nantinya dapat jadi pemicu bertambahnya pengangguran dong? Dan, dampaknya pastilah menambah kemiskinan.

Kalau kita menyaksikan dengan kacamata yang sempit, maka kita dapat mengaminkan pertanyaan atau pendapat di atas. Tetapi, bila kita menyaksikan lagi dari perspektif yang lebih luas, maka pendapat di atas tidak terbukti sama sekali.

Memang TI dapat mengambil alih kemampuan manusia, tapi melulu sebagian kecil sebetulnya yang dipungut oleh TI tersebut. Banyak kemampuan lain adalahcelah besar untuk manusia untuk dapat memanfaatkan TI sebagai sarana guna mendapatkan kegiatan atau pun berbisnis.

Kita ambil misal gampangnya yakni ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine) suatu mesin pintar yang dapat menggantikan faedah seorang teller pada suatu bank.

Ketika terdapat masalah di ATM tersebut, contohnya uang tidak keluar, kartu tertelan mesin, dan lain-lain. Apakah anda akan marah-marah ke mesinnya?

Tentu saja tidak, sebab sehebat apapun kemarahan kita bahkan hingga energi terkuras berakhir pun si mesin bakal tetap diam dan tenang-tenang saja mendengarnya tanpa menyerahkan solusi apapun.

Akhirnya, tetap saja kita (kita) bakal melaporkan untuk petugas yang berwenang terhadap situasi tersebut, contohnya ke Customer Service (CS). Selanjutnya, CS akan mengucapkan keluhan tersebut untuk karyawan yang mempunyai kemahiran dalam pemeliharaan ATM tersebut.

Dalam permasalahan tersebut saja dapat dilihat paling tidak sudah melibatkan 2 orang karyawan, tersebut belum tergolong tenaga TI sebagai pembuat programnya, tenaga penjaja (sales force) yang menawarkan teknologi tersebut, empunya modal dan stakeholders lainnya.

Berdasarkan deskripsi di atas jelaslah bahwa Teknologi Informasi dan Sumber Daya Manusia bukanlah dua urusan yang saling berbeda atau saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya.

Tapi, adalahbagian yang saling menyokong, kehadiran TI dalam kehidupan insan adalahsesuatu yang mesti disyukuri bukan sebaliknya.

Kita tidak dapat bayangkan bilamana tanpa adanya TI, dunia kedokteran laksana operasi bedah jantung, syaraf, dan lain-lain yang sifatnya mikro dapat terlaksana dengan sempurna.

TI pun penyumbang penyedia tenaga kerja yang besar dengan gaji rata-rata karyawan dengan keterampilan TI yang baik seringkali jauh di atas UMR (Upah Minimum Regional).

Baca Juga : Teknologi 5G Dikhawatirkan bakal Kacaukan Sistem Prakiraan Cuaca



Menerapkan persepsi tubuh inferensi aktif ke robot humanoid


TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi menurut haag dan keen

TEKNOLOGI INFORMASI | SEJARAH ARUS INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI GLOBAL DALAM KOMUNIKASI INTERNASIONAL




Dalam beberapa tahun terakhir ini, perkembangan teknologi, perubahan sosial, pendidikan, ekonomi,dan dampaknya di dunia telah berubah secara drastis. Seiring dengan perubahan tersebut, untuk menumbuh kembangkan potensi masyarakat dalam bidang teknologi khususnya dalam bidang teknologi dan robotika di Indonesia, maka dibutuhkan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada hal tersebut.


Pada dasarnya, sekolah harus menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman pada masa perubahan era globalisasi yang begitu cepat ini. Penyajian pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara melakukan kunjungan terhadap industri yang terkini dan terkait dengan perubahan tersebut.

Perkembangan dunia teknologi informasi komunikasi yang demikian pesatnya sudah membawa guna luar biasa untuk kemajuan kemajuan umat manusia. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut perlengkapan yang begitu rumit, sekarang sudah digantikan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasian oleh perlengkapan otomatis. Pada tahun 1980-an dan 1990-an, evolusi ideologi mendasar di era politik global mengakibatkan terciptanya rezim perniagaan internasional pasar pro yang memiliki akibat besar pada komunikasi internasional. Oleh sebab tersebut dalam ulasan kali ini anda akan membicarakan mengapa korporasi transnasional mendapatkan guna terbesar dari liberalisasi dan privatisasi komunikasi internasional.

Sebelum membicarakan lebih lanjut ada urusan yang butuh sebelumnya diterangkan yaitu mengenai pengertiaan teknologi dan komunikasi tersebut sendiri yang dominan pada pertumbuhan infrastruktur dalam komunikasi internasional.

Baca Juga : Ini Tantangan Administrasi Publik di Era 4.0

Yang dimaksud ternologi menurut keterangan dari Haag dan Keen(1996) adalahteknologi informasi ialah seperangkat perangkat yang membantu kamu bekerja dengan informasi dan mengerjakan tugas-tugas yang bersangkutan dengan pemerosesan informasi. Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi yakni Kekuatan suatu informasi jauh lebih hebat dikomparasikan dengan kekuatan angkatan bersenjata manapun di dunia. Secara umum, peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam lingkup nasional merangkum fungsi-fungsi sebagai berikut: Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, Meningkatkan daya saing bangsa, Memperkuat kesatuan dan persatuan nasional, Mewujudkan pemerintahan yang transparan dan, Meningkatkan kepribadian bangsa di tingkat internasional.

Oleh karena tersebut berikut ialah beberapa urusan dan penjelasan-penjelasan yang berhubungan dalam era pertumbuhan infrastruktur komunikasi global daam komunikasi internasional.

A. Privatisasi komunikasi dan Ruang serta Arus informasi perniagaan bebas

Perkembangan ekonomi dan perniagaan terbawa oleh arus komunikasi kesejagatan (globalisasi) yang sudah membelah batas-batas negara dan sekat-sekat geografis, yang terwujud lewat perniagaan internasional dan pola bisnis lewat komunikasi maya yang begitu kilat.

Privatisasi, istilah beda dari denasionalisasi, ialah proses pengalihan kepemilikan dari kepunyaan umum menjadi kepunyaan pribadi. Steve H. Hanke (1987) mendefinisikan privatisasi sebagai transfer faedah aset dan jasa dari pemerintah ke swasta yang meliputi kegiatan mulai dari penjualan perusahaan negara (State Owned Enterprise atau SOE) hingga pengalihan pengelolaan jasa publik untuk kontraktor swasta. Yergin dan Stanislaw (1998) menulis bahwa istilah “privatisasi” dibuat oleh Peter Drucker guna menggantikan istilah “denasionalisasi” pada tahun 1979. Dalam privatisasi telekomunikasi tersebut sendiri Pada tahun 1984, Presiden AS Ronald Reagon memberitahukan kebijakan sesungguhnya yang melanggar monopoli publik dan memungkinkan jaringan telekomunikasi swasta guna beroperasi di distrik telekomunikasi nasional. Sektor telekomunikasi AS secara bertahap diregulasi, diliberalisasi dan diprivatisasi. Pergeseran umum dari peran layanan publik telekomunikasi ke kompetisi dan deregulasi swasta memiliki akibat besar pada kepandaian telekomunikasi internasional. Dan seluruh itu disusun oleh AS, Inggris, dan semuanya mempunyai perusahaan dengan ambisi global.

Sedangkan Sedangkan Privatisasi Ruang sendiri merangkum tentang Pertumbuhan ekonomi dan peradaban teknologi telah mengisi peningkatan besar dalam permintaan guna layanan telekomunikasi global dari seluruh jenis, menghasilkan perkembangan fenomenal dari industri satelit. Satelit geostasioner lebih tidak sedikit telah dikenalkan pada tahun 1990-an dikomparasikan pada gabungan dasawarsa lainnya. Begitulah evolusi dalam industri komunikasi global yang bahkan organisasi intergovermental semakin didorong oleh pertimbangan pasar.

Di samping itu,perkembangan teknologi sudah menimbulkan akibat pada pertumbuhan sosial, budaya, dan ekonomi ada peradaban yang signifikan dalam pertumbuhan dan penerapan teknologi informasi dan alat-alat telekomunikasi, laksana komputer dan internet. Disinilah arus informasi komunikasi perniagaan bebas terjdi dan lahirlah organisasi dunia di bidang perniagaan World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia yang di tahun 1995 adalahtahun berdirinya organisasi ini, sekaligus memproduksi konvensi multilateral yang memberi landasan, disertai kaedah-kaedah atau norma-norma yang menata hubungan perniagaan internasional, dengan kata beda telah didapatkan hukum yang mengikat negara-negara anggota, terutama di bidang perniagaan (bisnis). Sistem perniagaan multilateral WTO ditata melalui sebuah persetujuan yang mengandung aturan-aturan dasar perniagaan internasional sebagai hasil perundingan yang sudah ditanda-tangani oleh negara-negara angota. Persetujuan itu adalahperjanjian antar negara anggota yang mengikat pemerintah guna mematuhinya dalam pelaksanaan kepandaian perdagangannya. Walau ditanda-tangani oleh pemerintah, destinasi utamanya ialah untuk menolong para produsen barang dan jasa, eksportir dan importir dalam pekerjaan perdagangan.

B. Pemain kunci Dalam industri satelit global

Teknologi digital dengan satelit canggih yang merasakan peningkatan kapasitas nyaris 500 kali lipat dikomparasikan pesawat ruang antariksa dari tahun 1960-an, dan deregulasi yang disponsori WTO dan privatisasi organisasi telekomunikasi nasional yang cepat, sudah mempercepat arus informasi di semua perbatasan nasional perusahaan AS dan suatu konsorsium Eropa yang dipimpin Perancis memimpin pasar dunia untuk penciptaan satelit geostasioner. Pada tahun 1999, Asosiasi Industri Satelit AS (SIA), yang mewakili perusahaan satelit komersial AS terkemuka, Tiga kontraktor terbesar AS - Hughes Space and Communications, Lockheed Martin, dan Loral yang mempunyai hubungan dengan mereka yang membina 68 persen satelit komunikasi geostasioner guna di orbit, dan dikontrak untuk membina 62 persen dari mereka yang tertib pada tahun 1999. Sebuah satelit Eropa konsorsium yang dipimpin oleh Aerospatiale Perancis, telah membina 17 persen dari mereka di orbit, dan membina 30 persen dari yang sedang di bina (Boeke dan Fernandez, 1998) Bagi mempunyai apresiasi yang lebih baik dari cakupan jaringan satelit Barat, oleh karena tersebut hal tersebut bermanfaat untuk mengecek siapa pemain satelit internasional dan regional utama. Sebagian besar informasi yang didapatkan adalahhasil dari website web perusahaan satelit utama dan pers perdagangan, karena melulu sedikit informasi yang didapat ada mengenai hal ini dan apa juga tanggal yang tersedia paling cepat menilik sifat industri yang dapat berubah kapan pun.

C. Dunia telekomunikasi dan implikasi kemerdekaan rezim dalam komunikasi global

Telekomunikasi berasal dari campuran dua kata, yaitu tele yang berarti far off atau jauh dan communicate yang berarti to share atau komunikasi. Jadi, telekomunikasi dapat diartikan sebagai komunikasi jarak jauh. Artinya segala sesuatu yang dapat disaksikan (visual), didengar (audible) ataupun elektrik. Sinyal itu dapat didapatkan dari sekian banyak  media, laksana api yang menyala, asap,bendera, lampu, drum, senapan, telegraph, telepon, radio, dan sebagainya. Dalam sekian banyak  literatur sejarah dilafalkan bahwa telekomunikasi sudah dilaksanakan manusia semenjak ribuan tahun yang lalu memakai media yang paling sederhana, laksana drum, api, air, maupun asap. Berikut ini ialah tahapan-tahapan pertumbuhan telekomunikasi. Terutama pada Perluasan telekomunikasi pada jaringan satelit global pun mempunyai perubahan yang signifikan ke dalam seluruh aspek telekomunikasi dan mewakili tren mendasar yang nantinya diinginkan akan bertemu pada satu titik dan paling mengubah akibat pada industri telekomunikasi internasional. Dan urusan yang lumayan membanggakan ialah sejak Pada tahun 1998, puncak perusahaan telekomunikasi memegang 86 persen pasar di bidang telekomunikasi, sedangkan 10 perusahaan komputer terkemuka menguasai nyaris 70 persen pasar global UNDP merger dan akuisisi. Dan Implikasi dari Kebebasan rezim komunikasi global dari kepandaian negara-negara dan kepandaian yang didorong pasar sangat pelbagai di mana-mana. WTO mengklaim bahwa ekspansi modal melewati korporasi transnasional sudah berkontribusi pada transfer kemampuan dan modal mungkin pun berkontribusi guna memperluas kesenjangan antara kaya dan miskin.

Baca Juga : Sudah Waktunya TNI AL Kuasai Teknologi Alutsista Modern