Rabu, 15 Mei 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | Teknologi Informasi.com


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuliskan bahwa
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian pesat dapat membuat
ruang ekonomi digital dan perkembangan "smart city".
Saat menyerahkan sambutan dalam acara Smart Citizen Day 2019 di Jakarta, Kamis,
Darmin mengatakan bahwa terdapat sekian banyak  manfaat yang hadir dari pertumbuhan
teknologi informasi dan komunikasi.



TEKNOLOGI INFORMASI -
     Pertama, pertumbuhan sekian banyak  platform bisnis, yang tampak dari nilai kapitalisasi 10 perusahaan platformteratas, yang lebih tinggi dari perusahaan konvensional,
dan mampu dijangkau dalam masa-masa singkat.
     Kedua, membuka kesempatan usaha sebab perkembangan digital sudah mengubah sekian banyak  bisnis model, salahsatunya, bisnis ekonomi bareng yang dapat menambah nilai
dan pemanfaatan aset.
     Ketiga, dapat meningkatkan kesejahteraan karena software berbasis jasa laksana Go-jek, berkontribusidalam mendorong kemakmuran masyarakat laksana supir, UKM,
dan petani serta membuat inklusivitas keuangan.
Saat ini, tidak sedikit platform yang bermunculan untuk menambah kinerja
sektor pertanian dan perikanan sertamemotong rantai penyaluran s
ehingga membuat esiensi dan kesempatan lebih luas untuk para petani maupun nelayan.
"Telah tidak sedikit platform yang jajaki mendorong sektor agrikultur memanfaatkan teknologi digital, sepertiaplikasi 'Regopantes' guna sektor pertanian, dan software 'Aruna'
guna sektor perikanan," ujar Darmin.
Pemanfaatan platform itu tidak melulu mampu menambah kesejahteraan petani dan nelayan, namun
juga menyerahkan pelayanan untuk konsumen melewati produk yang segar dan harga yang kompetitif.

Baca Juga : Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Mesir Kuno

Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong pengembangan sumber daya insan dalam bidang digital
agar gejala teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menyerahkan manfaat untuk pertumbuhan UKM.Upaya yang sudah dilakukan ialah dengan menambah literasi dan adopsi digital serta memberikan dukungan untuk sistem inovasi yang nantinya bisa memberikan guna maupun perbaikan.
"Penetrasi internet masyarakat ketika ini lumayan tinggi, yaitu menjangkau 54,68 persen atau 143 juta jiwa. Angka ini bisa menjadi kekuatan paling besar, baik sebagai pasar maupun
sebagai produsen di sektor digital,"ujarnya.

Baca Juga : Ubah Gulma Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

Darmin menuliskan persiapan tersebut paling penting sebab salah satu kendala dari perkembangan
teknologi digital ialah penggantian peran insan oleh mesin.
Meski demikian, permintaan tenaga kerja yang memiliki kemahiran dalam bidang digitalpun sangat tinggi sehingga mendorong industri berbasis "brainware" paling dibutuhkan.
"Pengembangan talenta digital Indonesia menjadi krusial supaya mempunyai kompetensi yang relevan. Penting juga guna mempersiapkan UMKM supaya mendapatkan guna dari pertumbuhan ekonomi digital," katanya.
Secara keseluruhan, Darmin menuliskan komitmen bareng dengan semua pemangku kepentingan
diperlukan dalam menghadapi kendala di era digital.
Perkembangan ekonomi berbasis teknologi informasi ini adalahkerja sama lintas sektor sehingga
kolaborasi pemerintah dengan otoritas berhubungan maupun platform mutlak diperlukan

0 komentar:

Posting Komentar