Rabu, 08 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi dalam bisnis

Teknologi Informasi | Industri 4.0 Buka Peluang RI Jadi Ekosistem Bisnis IoT Senilai Rp444 Triliun


 Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan Internet of Things (IoT) untuk memperkuat struktur teknologi digital dalam upaya mengarah ke implementasi revolusi industri 4.0. Apalagi, Indonesia akan bertransformasi menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai Rp444 triliun pada 2022.
Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, R. Janu Suryanto menuliskan bahwa kesempatan Indonesia menjadi ekosistem IoT paling besar. Potensi ini juga dapat dilihat dari jumlah pemakai internet di Tanah Air yang lebih dari 140 juta orang.


Teknologi Informasi - "Intinya, transformasi industri 4.0 ialah kunci berhasil pembangunan Indonesia pada masa mendatang," katanya dalam penjelasan pers di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Janu menyampaikan, implementasi industri 4.0 pun dinilai bakal mendorong penambahan investasi oleh perusahaan, khususnya yang berhubungan dengan pemakaian teknologi terkini laksana IoT. Langkah tersebut dipercayai mendukung penambahan pada produktivitas dan daya saing di sektor manufaktur serta dapat membuat ekosistem inovasi.

“Oleh sebab itu, Indonesia jangan melulu jadi pasar dari ekonomi digital, tetapi pun memanfaatkan pengembangan ekonomi digital tersebut sampai-sampai industrinya semakin tumbuh dan berdaya saing,” ujarnya.

Baca Juga : Telkom Angkat Suara soal Pemblokiran Netflix

Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0, yakni IoT, artificial intelligence (AI), human–machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing.

Janu menambahkan, penerapan industri 4.0 adalahupaya untuk mengerjakan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi, dengan ditandai bertambahnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergenmelewati teknologi informasi dan komunikasi.

“Digitalisasi di sektor industri akan membawa perubahan terhadap sistem manufaktur, dengan diprovokasi oleh gelombang teknologi baru,” jelasnya. Dalam urusan ini, misalnya, bagian buatan akan merasakan transformasi yang didorong oleh teknologi berorientasi pelanggan. Di samping itu, teknologi tersebut pun menyediakan kesempatan untuk sistem buatan dan model bisnis baru yang fleksibel.

Guna memaksimalkan pemanfaatan teknologi terkini, butuh mengidentifikasi kemampuan baru yang dibutuhkan. Bagi itu, penting mengerjakan upaya peningkatan keterampilan sumber daya insan (SDM) industri. “Pada era transformasi ini, pemerintah telah berjuang keras menyiapkan SDM yang mumpuni dalam menyongsong industri 4.0,” tuturnya.

Janu menuliskan, guna mendorong pengembangan SDM industri yang dapat kompeten dalam era digital, Kemenperin terus mendukung sekian banyak  kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat di bidang teknologi.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendukung persaingan pengembangan penyelesaian IoT bertema “Bosch IoT Hackathon 2019” yang diinisiasi oleh penyedia layanan dan teknologi global asal Jerman, Bosch, yang rencananya dilangsungkan pada bulan Oktober.

0 komentar:

Posting Komentar