Rabu, 08 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi its

Teknologi Informasi | ITS Rekomendasikan 
UMKM Terintegrasi Digital

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merekomendasikan supaya UMKM terintegrasi secara digital guna meningkat daya saing di era revolusi industri 4.0. Hal ini penting, karena UMKM ialah salah satu tulang tulang punggung perekonomi di Indonesia.

Direktur Kemitraan ITS, Arman Hakim mengatakan, dalam rekomendasi ini pihaknya mendorong pemerintah untuk bekerjasama dengan tidak sedikit pihak. Mulai dari perusahaan telekomunikasi hingga marketplace, agarUMKM bisa dijembatani dan dibantu dari segi teknologi.


Teknologi Informasi - "Sehingga mereka bisa berlomba di pasar nasional. Dengan kata lain, semua UMKM didorongsupaya bermitra dengan semua penyedia teknologi serta diberi pelatihan-pelatihan yang menunjang," kata Arman di MarkPlus Office
Berdasarkan keterangan dari Arman, peran UMKM paling vital. Hal itu, tergambar dalam data, di mana dari 62 juta badan usaha di negeri ini, selama 99 persen di antaranya adalahUMKM.

Untuk itu, lanjutnya, pemberdayaan sektor UMKM amatlah panting, tidak hanya untuk pemerintah namun pun institusi di bidang berhubungan sampai akademisi.

"Apalagi kehadiran teknologi sering dirasakan sebagai disrupsi, sebab ditengarai akanmeminimalisir jumlah potensi tenaga kerja sektor UMKM," ujarnya.

Untuk meminta perhatian pemerintah, ITS menciptakan studi bertema Rekomendasi Kesiapan Industri UMKM 4.0 Indonesia dalam Menunjang Ketahanan Ekonomi di Era Disruptif. Studiitu untuk mempersiapkan supaya UMKM tidak memandang teknologi sebagai disrupsi, malah memanfaatkan digital demi mengembangkan bisnis lebih baik lagi.

Baca Juga : MAN 1 Kota Madiun Terapkan PAS Berbasis Android

Arman berharap, lewat Kementerian Koperasi dan UKM RI, dokumen studi itu dapat menjadi pertimbangan serta diaplikasikan sebagai wujud sektor UMKM yang lebih maju dan terdigitalisasi. Studi tersebut memaparkan, bawah era UMKM 4.0 ialah bisnis yang telah mengintegrasikan teknologi digital laksana media sosial, sampai pemanfaatan internet of things (IoT).

Dokumen studi itu di berikan kepada pemerintah, yaitu Kementerian Koperasi dan UKM RI, yang dijembatani oleh Internasional Council for Small Business (ICSB) Indonesia. Pemerintah melewati ICSB juga menyambut positif rekomendasi dari ITS.

Arman hendak rekomendasi yang disampaikannya tersebut nantinya dapat berkolaborasi dengan perusahaan IoT laksana XL, Indosat Ooredoo dan Telkom guna pengembangan fitur IoT UMKM. Sehingga UMKM bisa naik kelas.

Harapan lainnya, rekomendasi tersebut dapat berkolaborasi dengan perusahaan nasional dan BUMN laksana Angkasa Pura, Pelabuhan Indonesia, Shopee Indonesia, Sinar Mas Group untuk mendukung persaingan UMKM secara regional dan nasional. Lalu, mapping kesiapan UMKM di bidang teknologi guna regional Indonesia.

"Kehadiran platform laksana marketplace adalahakses satu pintu untuk UMKM dalammenjual produk-produknya. Itu seluruh ikut menjadi kunci," imbuh Arman.

Baca:Vokasi UI Dorong UMKM Naik Kelas

Dalam peluang yang sama,Chairman ICSB Indonesia, Hermawan Kartajayamengimbau, UMKM tidak boleh sampai terlepas dari teknologi. Sebaliknya, malah harus bisa memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin.

"Sekarang adaonlinedanoffline. Hadir di pasar secaraoffline, namun dionlinejuga ada, mengintegrasikan dua urusan berbeda. Justru dengan memakai teknologi tidak mengkerdilkan keterampilan manusia, malah mengunggulkan keterampilan manusia,"tutur Hermawan.

Lihat Juga : teknologi informasi yang digunakan tokopedia 
"Nadi" Teknologi Masa Depan

Rekomendasi ini diapresiasi pun oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sekretaris Menperin Rully Indrawan mengatakan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun menyetujui urusan ini.

"Saya mewakili Pak Menteri. Apa yang dikatakan tadi diapresiasi. Kami memberikansokongan untuk pengembangan UMKM," ucap Rully.

Rully mengatakan, ketika ini terdapat 138ribu koperasi sesudah pembekuan telahmemakai teknologi informasi. Menurutnya, itu ialah bukti bahwa pelaku UKM sudah memanfaatkan digital.

"Kalau anda coba seluruh komponen memanfatakan digital, ini bakal menjadi sesuatu yang sangat urgen di pengembangan ke depan," kata Rully.

Rekomendasi dari ITS ini juga dilaksanakan dengan prosesi penyerahan dokumen. Armanmenyerahkan studi rekomendasi tersebut secara resmi untuk Sekretaris Menteri Perindustrian Rully Indrawan. Penyerahan dokumen tersebut juga ditonton oleh Hermawan Kartajaya serta Presiden ICSB Indonesia Jacky Mussry.

0 komentar:

Posting Komentar