Jumat, 31 Mei 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi di bidang farmasi


Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Engko Sosialinemengerjakan penandatanganan Plan of Action (PoA) dengan Dirjen Hubungan Internasional Iran Mohsen Lari. Ini berhubungan dengan sebanyak kerja sama kesehatan, salah satunya vaksin halal.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Jenewa dan ditonton oleh Menteri Kesehatan masing-masing. PoA ini adalahkelanjutan dari ditandatanganinya MoU oleh Menkes kedua negara di Astana, Kazakhstan sejumlah waktu lalu.


TEKNOLOGI INFORMASI - "Jadi kita telah sepakat guna join production dari vaksin halal guna bersama,tergolong untuk riset vaksin halal," kata Engko, laksana dikutip dari siaran pers

Dia menjelaskan, terdapat tujuh lokasi kolaborasi yang ditandatangani Indonesia–Iran,yakni Health Services, Pharmaceutical Products and Medical Devices, Health Research and Development, UHC, Disease Prevention And Control, Traditional Medicine, dan Health Emergency Response and Disaster Management.

Antar negara, kata Engko, siap guna berbagi informasi mengenai proses registrasi dari produk farmasi dan perangkat kesehatan. Kemudian, kerja sama ini pun mendorongterdapat joint venture antar pabrik atau industri farmasi kedua negara dan bagaimana antar negara bisa berbagi informasi tentang harga obat, serta meningkatkan peluang untuk pengembangan industri farmasi Indonesia di Iran dan Indonesia.

"Mereka sangat menginginkan transfer teknologi dari Indonesia sebab Iran tahu bahwaanda punya industri farmasi cukup tidak sedikit dan dapat menyediakan untuk kebutuhan nasional. Jadi, mereka untuk hendak transfer teknologi pun dari kita," kata Engko.

Sementara itu, berhubungan vaksin halal, Menteri Kesehatan Iran Seyyed Hassan Ghazizadeh Hashemi bercita-cita Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek dapat berangjangsana ke Iranguna menilai langkah-langkah pengembangan vaksin halal.

0 komentar:

Posting Komentar