Selasa, 28 Mei 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi dalam organisasi ppt


Huawei merilis Solusi FusionSolar Residential dan Commercial Smart Photovoltaics (PV) yang inovatif, serta Solusi FusionSolar 6.0 Smart PVguna LCOE yang optimal dengan modul bifacial PV di ajang “Solar Show Philippines 2019” di Kota Pasay, Filipina, Senin (27/5).

Dalam penjelasan yang diterima Gatra.com, Selasa (28/5), diterangkan bahwa SUN 2000 5-20KTL Three Phase Inverter & 375W-P2 2nd Generation Optimizer Solution dikenalkan kesatu kali di Asia Pasifik. Produk ini akan dipakai di gedung hunian serta industri skala kecil dan pemakaian di atap bangunan. Produk inverter ini merealisasikan multiple maximum power point trackers (MPPT) demi menemukan daya maksimal dari string PV.


TEKNOLOGI INFORMASI - Sejumlah keunggulannya yakni perlu waktu tidak cukup dari lima detik dalam penciptaan tampilan jasmani modul secara otomatis oleh Pemindaian Citra AI: Identifikasi Citra pada model tata letak modul lewat aplikasi. Selain tersebut juga hanya perlu kurang dari 1,5 menit dalam pemasangan optimizer lewat kinerja chipset mereka. Huawei sekaligus mengenalkan perangkat smart inverters dengan chipset Hisilicon bawaan, yang dinamakan teknologi turbo digital. Hasilnya, inverter dapat berkomunikasi dengan optimizer secara lebih cepat dan piawai ketimbang sebelumnya.
Huawei AFCI (Arc Fault Circuit Interrupter) secara proaktif meminimalisir risiko kebakaran. Smart I-V Curve Diagnosis bermanfaat untuk pengecekan kesehatan modul masif jarak jauh. Pemulihan PID bermanfaat untuk memperpanjang daur hidup modul.
     Dengan sekian banyak  fitur baru yang menarik, ketenteraman yang optimal, dan empiris yang lebih baik, produk smart inverter Huawei SUN2000 15-20KTL meraih Intersolar Award di Intersolar 2019 minggukemudian di Munich, Jerman.
Pada ajang di Pasay, Huawei pun memamerkan FusionSolar 6.0 Smart PV Solution miliknya yang dapat dipakai untuk sekian banyak  proyek berskala besar. Solusi itu secara lengkap mengintegrasikan teknologi informasi digital dan AI dengan photovoltaics.

BACA : Pentingnya data iptek di Indonesia, bagaimana menambah kualitas dan kebaruannya

Dibandingkan dengan penyelesaian tradisional, FusionSolar Smart PV Solution dengan multi-MPPT menambah keluaran sampai lebih dari 2% dan efisiensi O&M bertambah 50% lebih. Di samping itu, Huawei mematenkan algoritma multi-peak yang dapat melacak titik daya tertinggi (power peak) dalam masa-masa 200 milidetik. Dengan 9 MPPT, sistem ini dapatmeminimalisir ketidakcocokan string secara efektif.

Analisis big data bisa secara proaktif mengejar unit berkinerja rendah, merevolusi pemeliharaan yang pasif menjadi pemeliharaan yang mempunyai sifat aktif dan preventif. Aplikasi lebih lanjut dari AI dapat mengembangkan aspek operasional dan pemeliharaan pabrik PV ke arah "kendaraaan swakemudi". Akibatnya, LCOE (Levelized Cost of Electricity)bakal berkurang lebih dari 8%. Hal ini bisa mendorong penambahan industri PV secara komprehensif menjadi lebih canggih

Huawei Smart PV bertekad menghadirkan teknologi digital ke masing-masing organisasi guna dunia yang sepenuhnya terhubung dan canggih. Berdasarkan laporan yang diluncurkan oleh konsultan global IHS Markit, Huaweimenempati peringkat No.1 secara global dalam ekspedisi inverter sekitar empat tahun berturut-turut, 2015 sampai 2018.

0 komentar:

Posting Komentar