Selasa, 28 Mei 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi bina nusantara


Nama Jos Luhukay menjadi sorotan saat Rabobank Indonesia atau PT Bank Rabobank International Indonesia memberitahukan tutup operasi secara bertahap pada April ini.

Jajaran manajemen Rabobank Indonesia dipimpin oleh Jos Luhukay sebagai Presiden Direktur. Pria mempunyai nama asli Joseph Fellipus Peter Luhukay ini bukan bankir kemarin sore. Dia bankir senior di perbankan Indonesia, pernah memegang pucuk pimpinan sejumlah bank besar di Tanah Air.


TEKNOLOGI INFORMASI - Bankir kelahiran Jakarta, 18 Desember 1946 ini telah kenyang asam garam dunia perbankan, kendati sosoknya pun dikenal sebagai berpengalaman di bidang teknologi informasi.

Bahkan, pada masa Pemilu Presiden 2014, namanya sempat ramai di jagad mayasaat akun @triomacan2000 saat tersebut mencuit bahwa Joko Widodo (Jokowi) yang ketika tersebut ikut bursa calon presiden--yang lantas menang--menggunakan jasanya guna memenangkan kontentasi politik dengan memanfaatkan teknologi lewat keterampilan Jos.



Jos memang punya latar belakang edukasi yang menunjang di bidang IT. Laporan finansial Rabobank mengungkapkan biodatanya. Jos ialah Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science dan doktor dalam bidang ilmu komputer dari University of Illinois, Amerika Serikat (AS).
Sekembalinya ke Tanah Air, mengutip website resmi powerpr.co.id, Joslantas ikut berkontribusi ke Universitas Indonesia, lokasi ia pernah belajar dan menegakkan Fakultas llmu Komputer UI. Pada 1996, Jos pun terdaftar sebagai Wakil Rektor Binus University. Di perusahaan public relation tersebut, Jos terdaftar namanya sebagai kesebelasan di perusahaan itu.


Jadi Bankir

Karier perbankannya dibuka pada 1989 sebagai Vice President, Information System Group Head, PT Bank Niaga Tbk, yang lantas berlanjut sebagai Senior Vice President, Systems and Operations. Bank Niaga menjadi perusahaan tersingkap di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia-BEI) semenjak 1989.
Tahun 1999, dia diusung pemerintah sebagai Ketua Pelaksana Satuan Tugas Prakarsa Jakarta, yang bertugas merestrukturisasi utang sektor swasta Indonesia.

BACA : Antisipasi Diawasi Mata-mata, Pemilik WhatsApp Harus Memutakhirkan Aplikasi

Puncaknya pada 2003, ia kesudahannya menjadi Direktur Utama PT Bank Lippo Tbk (LPBN). Bank Lippo adalahhasil merger antara Bank Perniagaan Indonesia dan Bank Umum Asia, kendati cikal akan bank ini telah adasemenjak 1948 yang di bina oleh pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady.
Ketika menjabat pucuk pimpinan Bank Lippo, saat tersebut kondisi bank-bank nasional tengah terguncang sebagai akibat dari krisis moneter 1997-1998. Saham beberapa besar Bank Lippo lantas dilepas oleh Grup Lippo ke pemerintah dalam rangka penyehatan lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
Tak lama dipegang pemerintah, BPPN pun mengerjakan divestasi. Pada November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (kini dikenal sebagai CIMB Group Holdings Berhad) lantas mencaplok saham beberapa besar Bank Niaga dari BPPN.

          Pada Agustus 2007, seluruh saham pindah tangan ke CIMB Group. Dalam transaksi terpisah, Khazanah Berhad (kendaraan BUMN kepunyaan pemerintah Malaysia) yang adalahpemilik saham beberapa besar CIMB Group Holdings mengakuisisi kepemilikan beberapa besar Bank Lippo pada 30 September 2005. Seluruh saham berpindah menjadi kepunyaan CIMB Group 28 Oktober.
Bank Lippo dan Bank Niaga kesudahannya merger menjadi PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada 3 Juni 2008, sebagaimana terekam dalam kisah sejarah diwebsite resmi bank tersebut. Setelah itu, BEI sah menghapus pendaftaran (delisting) saham Bank Lippo yang berkode saham LPBN pada 3 November 2008.
Merger tersebut adalahkonsekuensi dari aturan kepemilikan tunggal dari Bank Indonesia sebab Khazanah ialah pemilik dua bank tersebut. Proses merger kedua bank tersebut lumayan menyedot perhatian kalangan perbankan nasional.

BACA : Peran Teknologi Paten Asli Bontang di Kancah Era Industri 4.0

Sebelum merger tuntas, Jos mengundurkan diri pada 14 September 2006 dari bank yang pernah menjadi bank terbesar ke-9 di Indonesia menurut jumlah aset itu.
Selama 2 tahun sepi kabar, pada tahun 2008, publik perbankan dikagetkan dengan masuknya Jos ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sebagai Wakil Direktur Utama, menggantikan kursi kosong sesudah mundurnya Jerry NG yang saat tersebut bergabung ke Texas Pacific Group
Tokoh bankir yang terakhir dinamakan tadi, yaitu Jerry NG, pun orang lama di perbankan Indonesia. Terakhir dia menjabat Direktur Utama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) yang pun mundur selepas bank itu merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) menjadi PT Bank BPTN Tbk, pada 1 Februari 2019.

Tak lama kemudian, pada April 2011, Jos lagi-lagi pamit.

Di samping dalam bidang perbankan, Jos pun mempunyai pengalaman sebagai Equity Partner dan Partner di sejumlah perusahaan konsultan, antara beda Indo Consult, Ernst & Young dan Arghajata Consulting, dengan kemahiran keuangan, strategi, manajemen risiko, dan audit internal.
Pemegang saham Rabobank kesudahannya menunjuk Jos menjadi Direktur Utama Rabobank Indonesia semenjak 30 Agustus 2017 dan diamini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Sebelum bergabung dengan Rabobank Indonesia, ia ialah Komisaris Independen BNI [PT Bank Negara Indonesia Tbk]. Jos memiliki pengetahuan dan empiris dari sekian banyak  posisi senior yang dijabat sebelumnya dalam bidang perbankan, finansial dan strategi," tulis profil di laporanfinansial tahun 2017 Rabobank.
"Untuk mewujudkan rencana bisnis, Rabobank Indonesia konsentrasi kepada dua urusan yang menjadi prioritas ketika ini. Pertama, menjangkau tingkat perkembangan dan kinerja finansial yang diharapkan. Kedua, implementasi In Control [pengendalian internal] yang semakin berkualitas," kata Jos dalam prakatanya di lapkeu tersebut.

BACA : OJK Kembali Umumkan 144 Fintech P2P Lending Ilegal

Hingga kini, Jos belum merespons pertanyaan CNBC Indonesia berhubungan dengan proses penutupan Rabobank Indonesia.-mata bakal terpasang dan, sebagaimana diadukan FT, panggilan suara tersebut kerap menghilang dari susunan panggilan pada ponsel.
WhatsApp mengatakan untuk BBC bahwa kesebelasan keamanannya ialah pihak kesatu yang mengidentifikasi celah itu dan berbagi informasi tersebut kepada sejumlah kumpulan pelindung HAM, sejumlah perusahaanketenteraman tertentu, dan Departemen Kehakiman AS mula bulan ini.
"Serangan tersebut punya karakteristik sebuah perusahaan swasta yangdiadukan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengucapkan peranti mata-mata yang memungut alih fungsi-fungsi sistem operasi telepon seluler," sebut WhatsApp dalam daftar untuk semua wartawan.

Data sensitif

NSO Group ialah sebuah perusahaan Israel yang di masa kemudian dirujuk sebagai "penjual senjata siber".
Perangkat lunak produksi mereka, Pegasus, punya keterampilan mengumpulkan data sensitif dari gawai kepunyaan orang yang menjadi target, termasuk menciduk data melewati mikrofon dan kamera sertamengoleksi data lokasi.
Dalam pengakuan resmi, perusahaan tersebut menyebut: "Teknologi NSO diberi lisensi oleh badan pemerintah yang berwenang untuk destinasi memerangi durjana dan teror.
"Perusahaan tidak mengoperasikan sistem itu, dan setelah melewati proses lisensi dan seleksi ketat, aparat hukum dan intelijen menilai bagaimanamemakai teknologi ini untuk mendukubg misi-misi keselamatan publik. Kamimenginvestigasi setiap dakwaan kredibel tentang penyalahgunaan danandai diperlukan, kami memungut tindakan, tergolong mematikan sistem.

BACA : Demi Olimpiade Tokyo, Nenek 80 Tahun Belajar Bahasa Inggris

"NSO tidak boleh tercebur dalam pengoperasian atau identifikasi target yang dilaksanakan teknologinya, yang dioperasikan oleh badan penegakan hukum dan intelijen. NSO tidak dapat dan tidak hendak menggunakan teknologinya secara sepihak guna menyasar orang atau organisasi manapun."
WhatsApp menuliskan terlalu dini untuk memahami berapa tidak sedikit pemakai yang terdampak oleh celah dalam software tersebut. Meski demikian, perusahaan tersebut menambahkan, pihak-pihak yang diperkirakan terpapar serangan adalahpihak yang paling penting.

Mengawasi aktivis

Amnesty International, yang mengaku telah menjadi sasaran peranti ciptaan NSO Group pada masa lalu, menuliskan serangan itu ialah salah satu yang dikhawatirkan akan terwujud.
"Mereka dapat menginfeksi telefon kita tanpa Anda mengerjakan tindakan apapun," kata Danna Ingleton, wakil direktur program guna Amnesty Tech.
Menurutnya, ada tidak sedikit bukti bahwa peranti itu digunakan rezim-rezim untuk memantau aktivis dan jurnalis ternama.
"Harus terdapat pertanggungjawaban guna hal ini. Industri ini tidakdapat terus berlanjut dengan kerahasiaan dan laksana Wild West."
Pada Selasa 14 Mei 2019, pengadilan di Tel Aviv akan memperhatikan petisi Amnesty International yang menyeru untuk menteri pertahanan Israel untukmenarik keluar lisensi NSO Group guna mengekspor produk-produknya.

BACA JUGA : Lima Alasan Mengapa Barat Khawatir dengan Perusahaan Teknologi China

0 komentar:

Posting Komentar