Sabtu, 25 Mei 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi 2019

TEKNOLOGI INFORMASI |  Bank BJB bakal Fokus 
Perkuat Sektor Teknologi Informasi

Memasuki umur 58 tahun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) akan konsentrasi mengembangkan teknologi informasi (TI) untuk menambah layanan untuk nasabah. BJB menargetkan, transaksi digital banking tahun ini bakal semakin masif.

Demikian diungkapkan Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As’adi Budiman, pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun di Kantor Pusat, Jalan Naripan, Bandung, Senin, 20 Mei 2019. Pengembangan TI tersebut, menurut keterangan dari dia, pun dijadikan sarana untuk memburu dan menerapkan target bisnis.

"Ini tahun dimana Bank BJB guna berinovasi dalam menyerahkan layananuntuk masyarakat, salah satunya melewati pengembangan TI," ujarnya.
null
TEKNOLOGI INFORMASI  - Fokus utama lainnya sepanjang tahun ini, menurut keterangan dari dia,ialah mengejar realisasi komitmen Bank BJB sebagai agen pembangunan. Ia mengatakan, Bank BJB bakal terus menyokong program-program pemerintah,terutama Pemerintah Jawa Barat sebagai pemegang saham pengendali.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berpesan kepada supaya mengutamakan prinsip tiga pro, yakni profitability, pro development, dan pro poor. Bank BJB bertekad guna lebih menambah capaian ketiga prinsip tersebut," ujar Adi.

Di sisi profitability, menurut keterangan dari dia, sudah diperlihatkan Bank BJB dengan pencapaian akhir 2018. Pada periode itu Bank BJB menulis kinerja positif, dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, tumbuh 28,1 persen year on year (yoy). "Realisasi laba Bank BJB per akhir 2018sedang di atas perkembangan laba bersih industri perbankan yang pada periode itu sebesar 10,36 persen yoy," ujarnya.

Baca : Indonesia pemain utama teknologi informasi

Sementara dari segi pro development, disebutkan Adi, tergambar darisokongan Bank BJB terhadap pembangunan ekonomi di wilayah maupun nasional melalui, pembiayaan di sektor infrastruktur. Hal tersebut sejalan dengan target pemerintah guna memprioritaskan dua sektor tersebut.

"Bank BJB pun memprioritaskan proyek-proyek berskala nasional, laksana pembangunan jalan tol, pelabuhan baru, penyediaan air minum dan pembangunan bendungan serta jaringan irigasi di distrik Jabar dan Banten," tutur Adi.

Untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur tersebut, menurutketerangan dari dia, Bank BJB bekerjasama dengan BUMD-BUMD beda didistrik Jabar dan Banten. Dengan demikian, program-program pemerintahbisa segera direalisasikan.

Kemudian, cocok dengan di antara misi Bank BJB yaitu di antara sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), disebutkan Adi, bank yang berkantor pusat di Bandung tersebut telah mengerjakan inovasi dalam urusan optimalisasi penerimaan pajak dan fasilitas dalam menunaikan pajak. Inovasi itu diantaranya dituangkan dalam Layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), dan Samsat J’Bret.

"Sedangkan pro poor diwujudkan dengan mendorong pembiayaan UMKM," kata Adi.

Pada Triwulan I 2019, Bank BJB sukses menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 5,5 triliun atau tumbuh 11,1 persen. Peningkatan perkembangan kredit di sektor UMKM, menurut keterangan dari dia, dilaksanakan melaluisejumlah strategi, diantaranya program One Village One Company (OVOC) dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Di samping itu, bank bjb pun terus menambah akses perbankan di masyarakat pedesaan melewati layanan laku pandai. Bank BJB pun menggelar program kemitraan dengan BPR dan Lembaga Keuangan Mikro untuk mengalirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tuturnya.

Baca Juga : Ramai-Ramai Menggunakan VPN, namun Amankah?

0 komentar:

Posting Komentar