Sabtu, 25 Mei 2019

TEKNOLOGI INFORMASI | teknologi informasi 4.0

TEKNOLOGI INFORMASI | Ekonomi Inklusif 
di Era Industri 4.0

Era industri 4.0 memberi asa baru Indonesia dalam memacu perkembangan ekonomi nasional. Roadmap “Making Indonesia 4.0” dirancang sebagai strategi guna memberi arah jelas pergerakan industri nasional. Sesuai dengan aspirasi nasional dalam roadmap, pemerintah menargetkan Indonesia masuk 10 negara dengan perekonomian terbesar dunia tahun 2030.

Sebagai konsentrasi pengembangan, pemerintah memilih lima sektor prioritas dalam program revolusi industri 4.0. Mereka ialah sektor industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, serta industri tekstil dan produk tekstil. Pemilihan kelima sektor itu bukan tanpa alasan.
Ekonomi Inklusif di Era Industri 4.0

TEKNOLOGI INFORMASI - Berdasarkan data Badan Pu¬sat Statistik (BPS), sektor-sektor ini mempunyai kontribusi sebesar 62,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor industri pengolahan dan 12,49 persen terhadap PDB pada 2018. Di samping itu, menghadapi era digital industri 4.0, kelima sektor itu dinilai mempunyai potensi besar untuk berlomba di pasar global.

Akan tetapi, keberhasilan implementasi revolusi industri 4.0 tidaklumayan diukur dari satu sisi saja. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan didominasi ekspor nasional mesti sejalan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, sehingga dapat menekan angka pengangguran dan ketimpangan pendapatan.

Pembagian kue ekonomi sudah seharusnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tidak melulu dinikmati sekelompok pihak. Masyarakat mestimemiliki peluang yang sama dalam pembangunan ekonomi dan merasakan guna yang sama dari perkembangan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi secara inklusif di era industri 4.0 menjadi kunci penting. Ekonomi inklusif menekankan pada pemerataan infrastruktur, perkembangan ekonomi kreatif, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca : Bank BJB bakal Fokus Perkuat Sektor Teknologi Informasi

Indonesia butuh bersiap untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi secara inklusif dalam rangka menghadapi era industri 4.0. Poin urgen yang patut menjadi perhatian ialah sumber daya insan (SDM) dan infrastruktur. Indonesia mempunyai modal besar karena sedang menikmati bonus demografi.

Baca : Bank BJB bakal Fokus Perkuat Sektor Teknologi Informasi

Penduduk Indonesia didominasi warga usia produktif. Hasil proyeksi warga BPS mengindikasikan pada 2018, sejumlah 67,6 persen warga berada padaumur produktif 15–64 tahun. Namun, dari segi kualitas SDM, pemerintah masih mempunyai tugas besar. Pada era digital, SDM mesti melek teknologi dan dapat beradaptasi dengan dinamika global.

Pesatnya perkembangan teknologi era industri 4.0 akan dominan  pada pergeseran permintaan tenaga kerja. Ke depannya, tenaga kerja dengan keterampilan menengah dan tinggi (middle and highly-skilled labor) bakal memiliki peluang kerja yang lebih banyak dibanding tenaga kerja tidak cukup terampil (less-skilled labor). Hal ini andai tidak diantisipasi pasti akan menjadi ancaman untuk tingkat pengangguran Indonesia.

Pemerintah membalas tantangan ini melewati konsep program link and match antara keperluan industri dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Programedukasi vokasi dilaksanakan dengan melibatkan 618 perusahaan dan menggandeng 1.735 SMK yang tersebar di sejumlah wilayah. Program itu bertujuan menyediakan satu juta tenaga kerja kom¬peten yang mempunyai sertifikasi cocok dengan keperluan dunia industri pada 2019.

Selain penambahan kualitas edukasi formal, dibutuhkan pula program-program pelatihan atau workshop untuk menambah kualitas SDM. Salah satumisalnya pelatihan semua pelaku UMKM guna dapat memanfaatkan teknologi dalam menjual produk-produk hingga ke pasar global.

Beberapa peran pemerintah untuk menyokong UMKM antara beda di samping sebagai regulator, pun fasilitator pelaksana pelatihan atau workshop dan pengembangan produk UMKM supaya berstandar internasional. Di samping itu, pemerintah pun dapat berperan sebagai jembatan keikutsertaan UMKM dalam pameran internasional supaya produk mereka dikenal dunia.

Baca Juga : Gunadarma pulang cetak ?doktor di bidang teknologi informasi

Salah satu wujud nyata upaya pemerintah guna peningkatan dan pengembangan UMKM nasional berbasis teknologi digital ialah program e-Smart Industri Kecil Menengah (IKM). Semenjak dikenalkan pada 2016, program e-Smart IKM telah mendapat  nilai transaksi lebih dari 320 juta rupiah. Ini didominasi komoditas makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fashion, herbal, serta industri kreatif lainnya.

Keberhasilan ini pasti menjadi suatu kabar gembira. Pelaku UMKM yanglazimnya berasal dari masyarakat menengah bawah bakal turut menikmati implementasi revolusi industri 4.0, sampai-sampai pertumbuhan ekonomi yang terbuat pun tumbuh secara inklusif.

Infrastruktur

Penguasaan teknologi menjadi penentu daya saing pada era industri 4.0. Industri nasional perlu membenahi terutama optimalisasi pemakaian teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan teknologi akanmencetuskan suatu model bisnis baru berbasis digital yang lebih tepat guna dan berkualitas. Hal ini tidak melulu dalam proses produksi, namun meliputi semua rangkaian pekerjaan industri.

Untuk itu, industri nasional membutuhkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang memadai. Pemerataan infrastruktur ialah kunci kedua keberhasilan pertumbuhan ekonomi inklusif dalam era revolusi industri 4.0. Keterlibatan pelaku UMKM dalam platform e-commercememerlukan konektivitas dan interaksi dengan teknologi yang memadai.

Faktanya, belum semua wilayah Indonesia didukung kualitas jaringan yang cepat dan stabil. Sesuai dengan roadmap “Making Indonesia 4.0.” pemerintah berkomitmen untuk menambah kualitas jaringan internet secara merata disemua sentra usaha kecil dan menengah. Konektivitas beberapa area industri pun akan dioptimalkan sampai pada kualitas jaringan 5G.

Seluruh upaya itu diharapkan dapat mendorong UMKM semakin siap memasuki era revolusi industri 4.0. Pertumbuhan ekonomi yang disumbang UMKM turut memastikan bahwa keberhasilan implementasi revolusi industri 4.0 sudah menyentuh hingga ke akar lapisan masyarakat.

Baca Juga : Indocomtech 2018 di JCC Hadirkan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terkini, Dibuka 31 Oktober 2018

0 komentar:

Posting Komentar