Senin, 13 Mei 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi jaman dulu

Teknologi Informasi | Teknologi Jadul yang 
Nyaris Punah Ini Patut guna Dikenang

Telepon engkol/rotary telephone(sebelum era ponsel)



Teknologi Informasi - Kalau anda ingat zaman dimana duit koin begitu berharga dalam kegiatan komunikasianda dengan pacarmu, atau anda pernah merasa deg-degan saat mendengar dering bunyi telepon tengah malam di rumahmu? Kalau iya, beruntung sebab pernah memakai telepon.

Tapi pernahkah anda menggunakan telepon engkol? Telepon yang teknik pakainya dengan memutar perangkat pada telepon guna menyambung angka. Tentu ini belum tentu pernahanda sentuh.

Telepon di zaman dahulu itu masih memakai kabel dengan tombol nomor berbentuk bundar (rotary dial). Seiring berjalannya waktu, format dan faedah telepon merasakan perubahan yang signifikan.

Penemuan telepon adalah salah satu titik evolusi pola komunikasi umat manusia. Allexander Grahan Bell mendeskripsikan penemuannya ini sebagai “metode dan perlengkapan untuk mentransmisikan dua sinyal telegraf atau lebih secara bersamaan di kawat, yangsetiap adalahserangkaian impuls listrik yang melintas.”

Sambungan telepon kesatu di dunia dilaksanakan 3 hari selepas Alexander Graham Bell menerima paten bernomor 174465 dari kantor paten AS. Pemberian Penemuan Alexander Graham Bell baru didaftarkan kuasa hukumnya tepat pada tahun 1876.

Pada 25 Januari 1915, sambungan telepon jarak jauh tercipta. Teleon sukses menghubungkan antara New York dan San Fransisco alias nyaris 5.500 kilometer.

Di Indonesia, telepon muncul setelah sejumlah tahun pemakaian telegraf. Jaringan telepon lokal hadir secara cepat menyebar ke mayoritas wilayah Indonesia pada 16 Oktober 1882. Jaringan telepon lokal kesatu tersebut menghubungkan lokasi di Batavia,yakni Gambir dan Tanjung Priok.

Telepon dengan tombol pencet sebenarnya belum benar-benar punah. Kamu barangkali masih dapat mengejar telepon di kantor-kantor perusahaan. Lain kisah untuk telepon dengan tombol putar ( engkol).

Survei di Inggris menyatakan, melulu 4% anak-anak tidak bisa mengidentifikasi telepon putar (engkol) atau telepon gaya lama itu. Hal tersebut menunjukan bahwa telepon gaya lama ini masih lumayan dikenal.

Mesin ketik (sebelum era komputer dan laptop)


Sebelum laptop atau komputer membantu kegiatan menulis bareng microsoftnya, mesin tik atau mesin ketik sudah lebih dulu berjasa pada kegiatan literatur manusia.

Piranti atau teknologi penyusun huruf, angka, dan simbol-simbol pada kertas ini sudah ada semenjak 1868. Tak ubahnya di eropa, teknologi pelopor QWERTY ini pun digandrungi kalangan pekerja maupun mahasiswa di Indonesia semenjak zaman kolonial.

Walau pada era digitalisasi atau komputerisasi seperti ketika ini menciptakan mesin tik terpinggirkan, tetapi mesin tik tak sepenuhnya puhah. Sejumlah instansi pemerintahan masih mengerjakan sejumlah tugas-tugas dengan mesin tik.

Di inggris, survei menyampaikan 27% anak-anak tidak bisa menuliskannya. Mesin ketik masih lumayan dikenal anak zaman ini.

Baca Juga : Cina Menciptakan Robot Penyiar Berita yang Mirip Manusia

0 komentar:

Posting Komentar