Rabu, 08 Mei 2019

Teknologi Informasi | pengantar teknologi informasi semester 1


Era digital menuntut tidak sedikit perubahan dan penyesuaian dalam segala bidang
termasuk pendidikan. Banyak evolusi yang telah dilaksanakan dengan memanfaatkan
teknologi. Mulai dari ujian nasional berbasis komputer (UNBK), kitab elektronik yang
dengan mudahnya diakses, dan beda sebagainya.
Disadari atau tidak, transformasi digital menuntut timbulnya inovasi-inovasi baru. Seperti
inovasi teknologi yang memungkinkan proses belajar melatih menjadi lebih efisien,
inovatif dan dinamis.
Inovasi berikut yang jajaki diterapkan oleh MAN 1 Kota Madiun. Dengan memanfaatkan
android pada masa Penilaian Akhir Semester (PAS). Agar terbuat efisiensi untuk murid dan
guru.


Teknologi Informasi - Hal ini di atas, adalah bukti pemanfaatan teknologi dapat meminimalisir beban kerja
administratif guru. Sehingga guru dapat memfokuskan waktu dan menambah upaya
pengajaran mereka dengan lebih efisien.
Pada pengamalan PAS yang diselenggarakan tanggal 26 November hingga 4 Desember 2018 ini,
siswa melulu perlu membalas soal ujian melewati ponsel pintar mereka. Tanpa perlu
menyilang ataupun membundari jawaban di kertas eksemplar jawaban.
“Kita hendak efisiensi waktu ketika koreksi. Jadi kini sudah bukan lagi menggunakan
scanner. Siswa dikirim link guna dapat mengakses google form, lantas siswa tinggal
mengklik jawaban mana yang mereka pilih,” jelas Kepala Madrasah Drs.H. Imam Tafsir,
MPd.

Baca Juga : Teknologi hologram,kunci guna komputer kuantum masa depan

Sekali telah terhubung, lanjutnya, dengan eksemplar jawaban yang terdapat di google form, siswa
tidak dapat buka software lainnya. Waktu yang disediakan melulu 90 menit. Jadi menutup
kemungkinan guna membuka software lain di ponsel siswa.
Inovasi yang mulai diterapkan pada mula 2018 ini adalahinovasi lanjutan.
Sebelumnya, pada ketika melakukan penilaian pendidikan, Madrasah yang bertempat di Jalan
Soekarno Hatta Madiun ini menggunakan pertolongan tv link yang dipasang di tiap kelas.
“Mereka menggarap di bangkunya sendiri-sendiri. Sistemnya laksana UNBK, melulu ini
dibikin offline lewat server lokal,” ungkapnya.
Namun setelah mengerjakan evaluasi, sistem itu digantikan dengan memanfaatkan
android. Pihaknya menilai sistem laksana ini lebih tepat guna dalam segi waktu. Selaintersebut hasil
ujian bisa langsung diketahui oleh siswa, sebab tidak butuh waktu lama dalam proses
koreksi.
“Jadi murid lebih cepat tahu apakah nilai ujian menjangkau KKM atau tidak. Mereka bisa
mempersiapkan diri guna belajar lebih giat dan mempersiapkan diri andai nilai mereka tidak
mencapai 70,” imbuhnya.
Sebelum dilaksanakan penilaian akhir murid (PAS), pihak MAN 1 telah mengerjakan simulasi
sebanyak tiga kali, pada minggu sebelum PAS berlangsung. Muhammad Soleh salah satu
siswa MAN 1 menuturkan, sebagai murid dirinya merasa dimudahkan dengan sistem seperti
ini. “Mudah sebab saya langsung tahu nilai, jadi tenang remidi atau tidak,” akunya.
Imam Tafsir berharap, dengan adanya sistem laksana ini pihaknya bisa lebih tepat guna dalam
waktu. Selain tersebut juga dapat menambah motivasi belajar dan nilai siswa.

0 komentar:

Posting Komentar