Rabu, 22 Mei 2019

Teknologi Informasi | Penerapan Inovasi Menuju Era Revolusi Industri 4.0


Foto: Kementan

Teknologi Informasi - Menurutnya, sejumlah strategi itu secara operasional sebagian sudah digagas dalam program dan pekerjaan utama Balitbangtan. Seperti dalam inovasi Katam (Kalender Tanam) Terpadu, di antara inovasi berbasis teknologi informasi yang dapat menyerahkan pedoman masa-masa tanam, lokasi, keperluan input buatan yang sesuai, serta informasi beda yang diperlukan oleh pemakai, terutama penyuluh dan petani.

Di sisi lain, Balitbangtan menyokong Nawa Cita Presiden RI dengan membina dan mengembangkan Taman Sains dan Taman Teknologi Pertanian yang pun dapat diintegrasikan dengan model area pertanian berbasis korporasi petani. 

"Dua model hilirisasi inovasi pertanian ini telah mayoritas menerapkan ciri khas pertanian era Revolusi Industri 4.0," ungkap Fadjry.

Ia pun menuliskan bahwa di samping menghasilkan inovasi pertanian yang mempunyai sifat public domain, Balitbangtan sampai tahun 2018 pun telah sukses menghasilkan 319 paten terdaftar. Bahkan, 148 di antaranya sudah dikabulkan (granted) oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham. 

"Di antara lembaga litbang pemerintah, jumlah paten granted yang didapatkan litbang pertanian adalahyang terbanyak," jelasnya.

Di samping paten, Balitbangtan pun telah menghasilkan lebih dari 500 varietas tercatat dan 102 di antaranya telah dikemukakan permohonan guna dilindungi. Saat ini pun sudah terbit sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman guna 59 varietas. 


Fadjry menambahkan, sebagai lembaga penelitian di bawah Kementan, Balitbangtan mempunyai peran strategis dalam konstelasi pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, riset dan pengembangan dalam perspektif ke depan mesti sedang di garda terdepan untuk membalas tantangan di masa depan melalui penelitian yang berorientasi output dan outcome. (idr/hns)

0 komentar:

Posting Komentar