Rabu, 22 Mei 2019

Teknologi Informasi | Masuki Era Revolusi Industri 4.0? Kementan Siap!

Masuki Era Revolusi Industri 4.0? Kementan Siap! - Warta Ekonomi

Teknologi Informasi - Era Revolusi Industri 4.0 digadang-gadang akan dominan  pada segala bidang, tergolong pertanian. Bagi itu, Kementerian Pertanian (Kementan) meyakinkan pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan diri.

Hal ini diajukan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan, Dr. Fadjry Djufry saat mengucapkan pidato ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-59 Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (17/5/2019).

“Era Revolusi Industri 4.0 dicirikan dengan operasionalisasi sistem usaha pertanian berbasis Artificial Intelegence (AI), Internet of Things (IoT), serta Cyber Physical Systems (CPS),” ujar Fadjry, menurut penjelasan tertulis yang diterima Warta Ekonomi.

Oleh sebab itu, ia menyuruh seluruh pemangku kepentingan Balitbangtan, tergolong dari kalangan akademisi guna ikut berkontribusi dalam mempersiapkan diri menginjak era industri 4.0 ini.


“Badan Litbang Pertanian beserta segenap stakeholder, tergolong akademisi di Perguruan Tinggi guna bersama-sama berkontribusi dalam mengusulkan pemikiran-pemikiran guna memformulasikan strategi adaptasi dan tranformasi mengarah ke era industri 4.0,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan dari Fadjry, dalam merumuskan strategi itu perlu mencermati sejumlah hal, antara beda dengan memformulasikan perencanaan penelitian dan pemanfaatan hasilnya dengan menyimak teknologi AI, IoT, serta CPS.

Kemudian, pentingnya pembuatan inovasi pertanian yang memanfaatkan teknologi digital dalam sistem usaha pertanian, pembuatan inovasi perangkat dan mesin pertanian yang dikontrol secara otomatis, serta pembuatan inovasi pertanian yang menyokong implementasi precision farming.

Penerapan Inovasi Menuju era Revolusi Industri 4.0

Menurutnya, sejumlah strategi itu secara operasional sebagian sudah digagas dalam program dan pekerjaan utama Balitbangtan. Seperti dalam inovasi KATAM (Kalender Tanam) Terpadu, di antara inovasi berbasis teknologi informasi yang dapat menyerahkan pedoman masa-masa tanam, lokasi, keperluan input buatan yang sesuai, serta informasi beda yang diperlukan oleh pemakai, terutama penyuluh dan petani.



Pada sisi lain, Balitbangtan menyokong Nawa Cita Presiden RI dengan membina dan mengembangkan Taman Sains dan taman Teknologi Pertanian, yang pun dapat diintegrasikan dengan model area pertanian berbasis korporasi petani.

“Dua model hilirisasi inovasi pertanian ini, telah mayoritas menerapkan ciri khas pertanian era Revolusi Industri 4.0,” ungkap Fadjry.

Fadjry pun menuliskan bahwa, di samping menghasilkan inovasi pertanian yang mempunyai sifat public domain, Balitbangtan sampai tahun 2018 pun telah sukses menghasilkan 319 paten terdaftar, dan 148 di antaranya sudah dikabulkan (granted) oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkumham.

“Di antara lembaga litbang pemerintah, jumlah paten granted yang didapatkan litbang pertanian adalahyang terbanyak,” jelasnya bangga.

0 komentar:

Posting Komentar