Kamis, 16 Mei 2019

Teknologi Informasi | Jasa Keuangan Berbasis Teknologi Informasi


Teknologi Informasi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan software OJK-Box atau OBOX sebagai upaya penguatan pemantauan sektor jasa finansial berbasis Teknologi Informasi, yang dibuka penerapannya di sektor perbankan. Menurutnya, OBOX merupakan software yang memungkinkan Bank untuk menambah alur informasi untuk OJK, khususnya informasi yang mempunyai sifat transaksional. 

Jurus OJK Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan Berbasis Teknologi Informasi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan aplikasi OJK-Box atau OBOX sebagai upaya penguatan pengawasan sektor jasa keuangan berbasis Teknologi Informasi. Foto/Ilustrasi

Informasi ini bakal melengkapi laporan yang sudah ada sampai-sampai OJK dan Bank dapat menambah perhatian terhadap potensi risiko yang timbul lebih dini. Pengembangan software OBOX dilaksanakan melalui 2 fase. Fase 1 diterapkan untuk 10 Bank Pilot Project yang mulai diterapkan pada tanggal 13 Mei 2019. Sedangkan implementasi fase 2 merangkum 104 Bank Umum lainnya akan dilaksanakan secara bertahap sampai akhir Desember 2019.

“Program penguatan pemantauan berbasis teknologi informasi adalahsalah satu program prioritas dari kepandaian strategis OJK tahun 2019. Ini pun adalahbagian dari Business Process Re-engineering proses pemantauan dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, di Jakarta, Rabu (15/5).

Ke depannya, pengembangan software OBOX menjadi langkah mula OJK dalam mengadopsi paradigma pemantauan berbasis teknologi informasi (suptech/supervisory technology) yang tengah berkembang di dunia finansial global.

Penguatan pemantauan berbasis Teknologi Informasi ini pun sejalan dengan pertumbuhan inovasi produk dan layanan finansial di industri jasa finansial yang semakin perumahan dan memerlukan pola pemantauan yang lebih responsif guna mengantisipasi potensi persoalan yang bisa mengganggu kesehatan industri jasa keuangan.


Sehingga guna itu dibutuhkan penyempurnaan terhadap proses pemantauan dengan memanfaatkan inovasi teknologi informasi sebagai upaya penambahan efisiensi dan efektivitas pengamalan tugas dan faedah OJK.

Di samping itu, pekerjaan pengawasan bisa lebih optimal dilaksanakan karena sudah tersedianya data dan informasi yang lebih mula pada software OBOX. Ke depannya, pekerjaan on-site examination bakal lebih tidak sedikit terfokus pada konfirmasi hasil analisis terhadap data dan informasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Aplikasi ini pun akan menguntungkan industri jasa keuangan sebab akan meminimalisir beban dan masa-masa pelayanan pengecekan on-site, percepatan respon hasil pemeriksaan, percepatan pengembangan peringatan dini serta rencana aksi dan membangun keyakinan antara pengawas dan industri jasa keuangan.


Wimboh mengatakan, OJK bareng Bank Indonesia dan LPS sedang dan terus mengerjakan koordinasi dan sinergi guna mewujudkan integrasi pelaporan perbankan, sampai-sampai perbankan melulu perlu mengakses dan mengucapkan laporan di satu portal pelaporan saja.

"Integrasi pelaporan perbankan ini diharapkan dapat mewujudkan laporan yang tepat guna dengan menghindari terjadinya duplikasi penyampaian informasi oleh bank untuk otoritas dan bisa menghasilkan informasi yang akurat untuk perumusan kepandaian di setiap otoritas," jelasnya.

0 komentar:

Posting Komentar