Rabu, 22 Mei 2019

Teknologi informasi - Bos Huawei Angkat Bicara Soal Blokir Pemerintah AS

Teknologi informasi - Bos Huawei Angkat Bicara Soal Blokir Pemerintah AS
Bos Huawei Angkat Bicara Soal Blokir Pemerintah AS
Teknologi informasi - Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif Huawei Technologies Ren Zhengfei mengecam keputusan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasukkan perusahaannya ke dalam susunan hitam perniagaan AS dan bersikeras mendorong Huawei guna tidak mengerjakan sesuatu yang ilegal.

"Kami belum mengerjakan apa juga yang melanggar hukum," kata Zhengfei untuk para jurnalis di Jepang saat berkata di kantor pusat Huawei, di Henzhen, Sabtu (18/5).

Ren menunjukkan bahwa perusahaannya bakal terus mengembangkan chip sendiri guna mengurangi akibat larangan terhadap buatan cip di AS. Di samping itu, Huawei bakal 'baik-baik saja' andai perusahaan chip laksana Qualcomm tidak akan memasarkan chip mereka ke Huawei.


Anak perusahaan Huawei, HiSilicon Technologies yang merancang chip prosesor inti menuliskan bahwa perusahaannya sudah mempersiapkan rencana guna menghadapi masalah itu.




Teknologi informasi - Bos Huawei Angkat Bicara Soal Blokir Pemerintah AS
"Kami benar-benar sudah meramalkan hari ini sekitar bertahun-tahun dan kami memang mempunyai rencana cadangan," kata Presiden HiSilicon Technologies, Teresa He Tingbo.

Lebih lanjut Zhengfei menuliskan secara tegas bahwa ia tidak akan mengolah manajemen Huawei cocok dengan permintaan pemerintah AS. Di samping itu, ia menyatakan akibat larangan AS terhadap bisnis perusahaannya bakal terbatas dan Zhengfei konsentrasi kepada prospek jangka panjangnya.

"Pemerintah AS menginginkan pertumbuhan Huawei bisa melambat namun melulu sedikit," jelasnya.

Awal perseteruan antara pemerintah AS dengan perusahaan teknologi raksasa asal China itu bermula saat Jaksa Penuntut Amerika menciptakan surat tuduhan yang mendakwa Huawei mengerjakan penipuan bank guna mendapatkan barang dan jasa AS yang diembargo di Iran bulan Januari lalu, laksana yang dikutip Reuters.

Perseteruan kian melebar ketika putri Zhengfei, Meng Wanzhou yang pun menjabat sebagi Kepala Keuangan Huawei diciduk di Kanada pada Desember 2018 silam. Zhengfei menilai bahwa penangkapan putrinya tersebut dilandasi oleh semangat politik.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump sudah resmi memasukkan Huawei ke dalam susunan hitam perniagaan negaranya. Pihaknya segera menerapkan pembatasan yang bakal menyulitkan perusahaan yang hendak melakukan bisnis dengan rekan-rekan AS.

Saat ini Alphabet Inc, induk perusahaan dari Google secara terang-terangan mengaku pihaknya sudah menangguhkan bisnis dengan Huawei yang memerlukan transfer perlengkapan keras, perangkat empuk dan layanan teknis lainnya.

Langkah ini dapat menciptakan bisnis ponsel pintar Huawei 'pincang' di luar China sebab raksasa teknologi tersebut akan segera kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Ponsel Huawei versi Android berikutnya pun akan kehilangan akses ke layanan populer tergolong Google Play Store, Gmail dan Youtube, seperti dikutip Reuters. (din/eks)

0 komentar:

Posting Komentar