Kamis, 16 Mei 2019

Teknologi Informasi | Amartha sudah resmi mengantungi izin usaha


Amartha sudah resmi mengantungi izin usaha Perusahaan Penyelenggaraan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

CEO dan Founder PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Andi Taufan Garuda Putra. - JIBI/Dwi Prasetya

Teknologi informasi - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), sudah resmi mengantungi izin usaha Perusahaan Penyelenggaraan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor KEP-46/D.05/2019 dan berlaku secara permanen, tanpa batas masa-masa berakhir.

Izin ini dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan di tengah meningkatnya kegelisahan publik mengenai praktik perusahaan teknologi keuangan (tekfin).

Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyatakan, Amartha lulus pengujian di 20 standar formalitas yang diterapkan OJK pada langkah Regulatory Sandbox.

Pengujian ini bertujuan untuk menyaksikan kesiapan Amartha dalam inovasi bisnis model, skala usaha dengan luas jangkauan pasar, instrumen keuangan, tata kelola serta tercatat di asosiasi pelaksana pendanaan.

“Pemberian lisensi (tanda izin usaha) oleh OJK ini menjadi bukti bahwa Amartha benar-benar serius dalam memberdayakan ekonomi piramida bawah, dan bergerak cocok dengan aturan main yang diputuskan oleh OJK” ujarnya, laksana dikutip dari siaran pers, Kamis (16/5/2019).


Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, pelaksana Inovasi Keuangan Digital (IKD) yang telah terdaftar di OJK dapat mengemukakan perizinan usaha guna beroperasi secara permanen. Untuk mendapat  perizinan OJK, Amartha telah mengerjakan pengajuan sangat lambat satu tahun sesudah terdaftar di OJK.

Meski perizinan ini berlaku permanen, OJK tetap akan memantau operasional Amartha, terutama merangkum pengawasan berbasis risiko dan teknologi, serta pemantauan berbasis disiplin pasar. Dengan begitu, Amartha beserta semua stakeholders dapat ikut membuat ekosistem fintech terpercaya yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat Indonesia. 

Sebelumnya, Amartha telah menjadi perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending yang tercatat sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan nomor registrasi S-2491/NB.111/2017 dan masuk dalam ruang uji jajaki (regulatory sandbox) di OJK semenjak tahun 2017.

Taufan mengatakan, Amartha selalu berjuang menjadi fintech P2P lending yang aman dan terpercaya, lewat inovasi dan pemakaian teknologi terkini untuk menyelamatkan data, dipadu dengan machine learning untuk evaluasi kredit mitranya.


Untuk mengawal tingkat rasio kredit bermasalah yang di kisaran 1 persen, Amartha merealisasikan sistem tanggung renteng dalam format kelompok yang terdiri dari 15-20 mitra.

Sepanjang 2018, Amartha sukses meningkatkan penghasilan ratusan ribu mitranya secara signifikan, dari Rp 4,2 juta menjadi Rp 6,7 juta per bulan. Kenaikan pendapatan partner Amartha ini sukses menurunkan angka kemiskinan sejumlah 22 persen, lebih cepat dari rata-rata penurunan tingkat kemiskinan nasional.

0 komentar:

Posting Komentar