Senin, 29 April 2019

Teknologi Pembelajaran | Teknologi Informasi



 Teknologi Pembelajaran | Teknologi Informasi
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berujar, di era Revolusi Industri 4.0 dimana sudah tidak sedikit materi pembelajaran di Internet, guru perlu mengekor segala teknologi yang bisa membantunya mengajar.

Diutarakan Nasir ketika Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Jombang pada Sabtu (20/4). Nasir mengingatkan guru tidak boleh melulu mengajar dari kitab pelajaran yang telah lama terbit.

"Di era kini ini guru jangan ketinggalan di dalam teknologi yang menyokong literasi, karena bila seorang guru tidak memahami teknologi ini tentu akan kalah oleh murid," ungkapnya.

Diutarakan Nasir dalam Sambutan Wisuda Berjudul Peran Perguruan Tinggi, Mahasiswa, dan Lulusannya Menjawab Tantangan Era Disrupsi Teknologi di Wisuda dan Dies Natalis ke-42 STKIP PGRI Jombang.

Baca: perkembangan Teknologi | Director World Robottic Explorer

Nasir mengingatkan ilmu yang diajarkan untuk murid tidak berhenti masing-masing tahun tetapi terus diperbarui, sampai-sampai guru jangan berpuas dengan kitab ajar yang lama.

"Jangan hingga menjadi dosen atau guru ketinggalan teknologi, dengan menggunakan kitab yang digunakan cetakan tahun-tahun yang lalu, tahun 2005 atau 2010, sebenarnya sekarang telah tahun 2019 dan mesti update," ungkap Nasir.

Baca: Teknologi Informasi Televisi

Lebih lanjut Nasir mengaku di era Revolusi Industri 4.0 ini bakal ada tidak sedikit mata latihan dan mata kuliah yang bisa diajarkan tanpa guru atau dosen sama sekali, sampai-sampai guru dan dosen butuh meningkatkan keterampilan mengajarnya pun dengan pertolongan teknologi, sehingga mereka masih dapat menyerahkan pengajaran yang maksimal.

Baca : Teknologi Informasi tentang sistem Informasi

"Sekarang dunia pengajaran sudah memakai sistem pembelajaran yang tidak lagi memakai orang lagi. Kami datang ke Korea Selatan, Jepang dan China bahkan hingga dengan Kanada. Ada sebuah proses pembelajaran dimana mahasiswa telah tidak lagi bersentuhan dengan orang di tingkat edukasi tinggi," ungkap Nasir.

Dalam peluang yang sama Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi menuliskan guru di Indonesia bakal tetap diperlukan di era Revolusi Industri 4.0 sekitar mereka terus menambah profesionalismenya.

"Profesionalisme ialah kata kunci dan menjadi perhatian global, karena tersebut dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, anda akan terus belajar dan profesionalisme itulah yang menjadi kuncinya. Dengan terus menajamkan diri insya Allah anda akan dapat memposisikan diri apapun tantangannya di era 4.0," ungkap Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi.

Setelah menyerahkan sambutan wisuda, Menristekdikti meresmikan Gedung Student Center STKIP PGRI Jombang.

Rangkaian kegiatan di Jombang ini dihadiri oleh Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi, President Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies Richardius Eko Indrajit.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (Jawa Timur) Suprapto, Bupati Jombang Munjidah Wahab, semua eselon Pemerintah Kabupaten Jombang, ketua dan anggota Senat Akademik STKIP PGRI Jombang beserta semua dosen, serta wisudawan dan wisudawati bareng orang tua masing-masing.

0 komentar:

Posting Komentar