Senin, 29 April 2019

teknologi informasi yang digunakan tokopedia | "Nadi" Teknologi Masa Depan



Menristekdikti menuliskan Indonesia masih kelemahan sumber daya insan (SDM) di bidang kecerdasan produksi (AI) baik secara kuantitas maupun kualitas. Kolaborasi antara Universitas Indonesia dan Tokopedia merupakan tahapan penting melahirkan berpengalaman kecerdasan produksi di Indonesia yang diinginkan dapat memenuhi keperluan perusahaan start up dan industri baik dalam maupun luar negeri. "Nanti alumni dari perguruan tinggi, dari UI dapat langsung dimanfaatkan industri, tergolong dalam urusan ini Tokopedia. Kalau ini dapat dilakukan secara massif, maka Indonesia ke depan tidak bakal mengalami kendala dalam sumber daya manusia," ujar Menristekdikti. Tenaga berpengalaman AI Melalui rilis sah Kemenristekdikti, Nasir menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja/industri. Perguruan tinggi mesti bisa bersinergi dengan dunia industri supaya tidak terjadi ‘gap’ antara alumni perguruan tinggi dan keperluan di dunia kerja. Baca juga: Mochtar Riady: AI & Big Data Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0 "Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi ke depan dapat bekerjasama dengan industri sebagai pemakai. Kalau perguruan tinggi tidak pernah bekerjasama dengan industri, tersebut akan merasakan gap yang spektakuler antara alumni dengan pemakainya nanti," ungkap Menristekdikti. Nasir mengucapkan saat ini perusahaan rintisan masih membutuhkan tidak sedikit tenaga berpengalaman di bidang ilmu komputer dan sistem informasi, lebih spesifiknya dalam kepintaran buatan. UI diharapkanmenjadi di antara perguruan tinggi yang bisa memenuhi keperluan ini masa mendatang. Kolaborasi "unicorn" Menristekdikti mendorong tidak melulu UI dan ITB saja ketika ini sudah bekerjasama dengan "unicorn" menyusun pusat riset dan pengembangan artificial intelligence, namun perguruan tinggi lainnya pun turut bersaing untuk bekerjasama dengan perusahaan pemula maupun perusahaan besar. Dalam peluang sama Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengucapkan perguruan tinggi tidak boleh menyaksikan perkembangan teknologi sebagai hambatan, tetapi harus dengan adaptif mengekor perguruan tinggi tersebut melewati kolaborasi dengan industri. "Kita tahu kehidupan anda sehari-hari paling tergantung dari pertumbuhan teknologi. Itu tidak dapat kita hindari. Teknologi ini anda kenal dengan istilah industri 4.0, terdapat disruptive technology, yang inginkan tidak mau anda harus mengolah perilaku kita," ujarnya. "Nadi" teknologi Kepala Pejabat Eksekutif atau Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya mengucapkan diantara pertumbuhan teknologi yang butuh diantisipasi Indonesia, artificial intelligence bakal menjadi dasar pertumbuhan teknologi masa mendatang untuk sekian banyak  lini industri. "Satu dasawarsa yang kemudian semuanya bicara mengenai internet. Dua tahun kemudian semuanya bicara mengenai mobile internet, tahun ini mulai semuanya bicara mengenai artificial intelligence," tegasnya. Ia menambahkan, "Teknologi tersebut akan tidak jarang kali berubah, tetapi AI ini menjadi nadi dari teknologi ke depan, dan tersebut.

Baca Juga : teknologi informasi dan komunikasi kelas x semester 2
Baca Juga : teknologi informasi dan komunukasi kelas xii
Baca Juga : teknologi pembelajaran | teknologi informasi

0 komentar:

Posting Komentar