Rabu, 10 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Farmasi

Teknologi Informasi | Di Era Digital, Pemberian 
Obat ke Pasien Lebih Mudah



Teknologi Informasi - Perkembangan teknologi atau digital semakin masif dalam sekian banyak  aspek, tergolong kesehatan. Sehingga mulai berlahiran inovasi -inovasi baru, dalam menambah dan mempermudah pelayanan untuk masyarakat.
Terkait pertumbuhan era digital tersebut, selama 2 ribu apoteker se-Indonesia mengekor Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dengan tema 'Enchancing Public Access to Pharmacists in Digital Era'.
Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Nurul falah Eddy menuliskan dengan semakin berkembangnya interaksi sosial dan pertumbuhan teknologi informasi pada era digital. Maka membuka sekian banyak  peluang pengembangan praktek pada profesi kefarmasian.
"Era digital telah membawa perubahan dalam proses pemberian obat untuk pasien, dimana pasien dapat mendapatkan obat tanpa mesti ke apotek atau toko obat," ungkapnya untuk wartawan pada sela-sela pekerjaan di Hotel El-Royale, Jln. Merdeka, Kota Bandung, Rabu (13/3).
     Menurutnya pertumbuhan dunia digital sebetulnya membuka peluang untuk praktek profesi kefarmasian baik apoteker lokasi tinggal sakit, industri, kosmetik, obat tradisional, distribusi, apotek, puskesmas. Termasuk untuk apoteker yang terjun dibidang edukasi atau berdinas di birokrasi.
"Dengan era digital ini, semua dapat dilakukan melewati sebuah aplikasi, baik untuk paparan obat, pengamalan konseling dan bahkan pemantauankeperluan minum obat. Yang dapat dilaksanakan tanpa mesti melakukantrafik atau bertemu secara langsung untuk pasien," tuturnya.
Dikatakannya, pertumbuhan era digital, mesti disikapi dengan arif dan bukan sesuatu yang mesti ditakuti. Bahkan dengan memanfaatkan peradaban teknologi, apoteker malah mampu menambah perannya sebagai satu-satunya tenaga kesehatan yang berwenang dan berkompeten dalam bidang farmasi.
"Jadi dapat mempunyai nilai tambah yang menciptakan sekian banyak  inovasi sistem digital, dalam bidang farmasi," ujarnya.
Pada peluang yang sama, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Engko Sosialine Magdalen menuturkan bahwa dunia manufaktur dan supply-chain sediaan farmasi, ditebak akan menjadi sangat progresif dalam mengekor perkembangan era digital.
Ia menjelaskan bahwa ketika ini sudah dikembangkan teknologi yangdapat meningkatkan ketepatan buatan obat skala industri (produksi) maupun skala perseorangan/pasien (dispensing).
"Pemanfataan big data ditebak akan semakin intensif, sehinggamenciptakan performa supply-chain menjadi semakin cepat. Terutama dalam menyampaiankan produk ke masing-masing rantai distribusi/konsumen," katanya.
Dengan demikian, maka bakal semakin luwes dalam mengantisipasi evolusi supply-demand yang semakin granular. Maka konsumen bisa memilih produk sesuai keperluan dan efisien.
"Diharapkan dari pertemuan ini, dapat menghasilkan gagasan baru dan kerjasama baru guna lebih menambah akses masyarakat untuk apoteker dalam era digital," tambahnya.

0 komentar:

Posting Komentar