Rabu, 10 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Fungsi

Teknologi Informasi | Baru terdaftar di OJK, tujuh 
P2P lending urus keanggotan di AFPI



Teknologi Informasi  - Bisnis financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending semakin tumbuh. Terbaru per 5 April 2019 menulis ada 106 entitas P2P lendingtercatat dan dipantau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah tersebutmeningkat 7 dari dari jumlah fintech P2P lending per Feberuari 2019sejumlah 99 fintech.

Adapun fintech lending yang baru terdaftar, yakni Jembatan Emas, Kredible, KlikUMKM, Klik Kami, Cairin, Empat Kali, dan Batumbu. "Saat initerdapat 106 (P2P Lending) yang telah terdaftar di OJK,"ujar Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi untuk Kontan.co.id pada Selasa (9/4).
Kendati sudah terdaftar dan dipantau oleh OJK, tujuh fintech baru inidiharuskan mendaftar menjadi anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai asosiasi resmi pelaksana fintech peer to peer (P2P) lending.

AFPI menjadi partner strategis OJK dalam menjalankan faedah pengaturan dan pengawasan semua penyelenggara fintech P2P lending cocok dengan penunjukan OJK No. S-5/D.05/IKNB/2019.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi menuliskan saat ini ketujuh p2p lending baru ini tengah mengerjakan pendaftaran sebagai anggota AFPI. "Terakhir (sampai sekarang) masih terdapat 99 p2p lending yang menjadi anggota AFPI. Memang kita mengerjakan proses filtering, sertifikasi, dansejumlah proses lainnya," ujar Ardian untuk Kontan.co.id.

Co-founder dan CEO Batumbu, Sonny Christian Joseph mengaku sebagai di antara p2p lending yang baru tercatat pihaknya sudah mengerjakan pendaftaran di AFPI. Sonny bilang seluruh komisaris, direksi, dan pemegang saham Batumbu sudah mengerjakan ujian, sertifikasi, dan training dari AFPI.

OJK memang telah menyerahkan mandat untuk AFPI. Sebelum meregistrasi ke OJK, masing-masing calon pelaksana fintech lending mesti mengekor pelatihan dan ujian dari AFPI terlebih dahulu.

Maklum saja, AFPI ialah asosiasi sah yang ditunjuk OJK sebagai partner strategis menurut surat No. S-5/D.05/2019. AFPI berkolaborasi dengan OJK dalam menjalankan faedah pengaturan dan pengawasan semua penyelenggara fintech P2P lending.

Sebelum mendapat  sertifikasi tersebut, semua peserta mesti mengekor pelatihan dan pembekalan ujian sertifikasi dasar fintech p2p lending. Kegiatan tersebut dilangsungkan selama dua hari, yaitu pada 28-29 Maret 2019. Di akhir sesi, peserta akan mengekor ujian sertifikasi.
Pelatihan yang dilangsungkan selama dua hari tersebut dipenuhi olehsejumlah pembicara dari pelbagai latar belakang. Mulai dari Direktorat Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech (DP3F) OJK, Perlindungan Konsumen OJK, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), konsultan hukum,sampai pengurus AFPI.

Materi pelatihan terdiri dari tujuah topik utama, yakni Peraturan OJK Nomor 77 Layanan Pinjam-meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi; Peraturan OJK Nomor 18 Layanan Pengaduan Konsumen; Undang-undang Perseroan Terbatas dan Good Corporate Governance; Undang-undang ketenagakerjaan; Undang-undang keimigrasian; Undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE); dan Code of Counduct industri fintech P2P lendingtergolong responsible collection, majelis etik, dan keterangan peran danfaedah JENDELA.

0 komentar:

Posting Komentar