Senin, 08 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Dalam Organisasi

Teknologi Informasi | Teknologi Nirkabel 5G Akan 
Mengubah Pola Hidup Manusia

Teknologi Informasi  -  Perkembangan teknologi informasi begitu dahsyat. Belum tuntas masyarakat dunia merasakan teknologi jaringan generasi keempat (4G), sekarang sejumlah negara telah menapak menginjak era 5G. Inovasi yang ditawarkan teknologi nirkabel 5G tersebut bukan sebatas mengolah layanan berkomunikasi menjadi jauh lebih cepat, tapi pun mengganti pola hidup manusia. 

Baca Juga : Hadapi Revolusi Industri 4.0, ACE Suarakan Teknologi Ramah Lingkungan

Sebab kehadiran 5G akan mengolah segalanya, mulai dari mesin pemanggang roti sampai smartphone, dari mobil listrik sampai jaringan listrik, darisoftware game hingga sekian banyak  layanan publik pemerintah. Sejauh ini Korea Selatan (Korsel) menjadi negara kesatu di dunia yang kali kesatu mengenalkan jaringan 5G pada Jumat (5/4). Amerika Serikat (AS)telah menguji jajaki 5G guna layanan hotspot di sebanyak kota.

Jepang pun mengembangkan 5G secara terbatas pada 2019 sebelum mengawali layanan sarat saat Olimpiade Tokyo tahun depan. Indonesia telah memasukkannya dalam rencana strategis dan akan ditetapkan pada 2019 ini.Bagi diketahui, sistem 5G menciptakan smartphone mempunyai konektivitas yang 20 kali lebih cepat bila dikomparasikan dengan 4G sehingga semua pemakai dapat mendownload seluruh file film melulu dalam waktu tidak cukup dari satu detik.

Program Strategis

     Penerapan 5G di domestik telah masuk dalam rencana strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, penerapan 5G di Indonesia akan ditetapkan pada akhir 2019.
Berdasarkan keterangan dari dia, keputusan pemerintah tentang pemakaian 5G pada akhir tahun 2019 bakal mengacu pada World Radio communication Conferences (WRC) guna alokasi frekuensi untuk 5G laksana band 3,5GHz atau yang lebih rendah.
“Kita masih dalam etape persiapan. Pemilihan pemakaian frekuensi 5G sedang dipertimbangkan oleh Pak Menteri Kominfo Rudiantara. Karena frekuensi 5G pun saat ini masih dipakai satelit, maka ditetapkan jangan sampai dominan  pada satelit yang berlangsung sekarang,” ujarnya untuk KORAN SINDO.
     Dia mempercayai penerapan 5G bakal lebih cepat daripada penerapan 4G yang berlangsung sekarang. Potensi dan manfaatnya akan menginjak era robotik yang masif, kepintaran artifisial, dan pemanfaatan internet of thing yang lebih luas. “Kita akui agak terlambat, namun ini demimengawal dengan hati-hati supaya industri yang beda dan dominan  tidak tergerus nantinya,” sebutnya. Sejumlah operator telekomunikasi didomestik bahkan sudah bersiap menyambut penerapan 5G lebih awal.
Operator telekomunikasi Indosat Ooredo contohnya saat ini telah menyiapkan infrastrukturnya dengan memperluas jaringan 4G Plus di semua wilayah Indonesia. Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Chris Kantermenuliskan bahwa teknologi 4G plus adalahteknologi sangat mutakhir sebelum menginjak era 5G.
“Ini ialah teknologi sangat akhir dari era 4G. Perbedaannya melulu sedikit dengan teknologi 5G. Dengan kata beda kami siap mengarah ke ke era 5G,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini, ketika peluncuran 4G Plus di Jakarta. Pengamat telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridwan Effendi mengatakan, negara-negara maju memang ketika ini telah siap dengan 5G laksana AS, Korea Selatan, Jepang.



0 komentar:

Posting Komentar