Senin, 08 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Dalam Pendidikan

Teknologi Informasi | 1.307 Start-up akan Ramaikan 
Indonesia Start-up Summit


Teknologi Informasi  - Sebanyak 1.307 perusahaan pemula (start up) akan memeriahkan Indonesia Startup Summit (ISS) yang akan dilangsungkan 10 April mendatang di Jakarta. Semua perusahaan pemula itu adalahbinaan Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggisekitar 4 tahun.
"Dari 1307 tersebut kalau anda pisahkan, terdapat yang start up,terdapat yang calon start up. Ini mesti anda pisahkan. Start uptersebut yang telah masuk ke industri. Ini terdapat 749 start up. 558 sisanya ialah calon start up. Start up-start up itu dan pun yang berasal dari Perguruan Tinggi dan LPNK di bawah Kemenristekdikti bakal dipamerkan pada Temu Akbar Start-up yang akan anda laksanakan pada tanggal 10 April 2019," ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir, ketika konferensi pers di Jakarta, Jumat, 5 April 2019.
Ia menuturkan, start up yang bakal dipamerkan tidak melulu berfokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tetapi pun bidang-bidang lainlaksana pangan, kesehatan dan obat-obatan, pertahanan dan keamanan, energi, transportasi, material maju. Bidang tersebut cocok dengan bidang prioritas di Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).
"Secara rinci nanti kami bakal tunjukkan pada tanggal 10 April 2019sekian banyak  start up yang ada, dan bakal kami kelompokkan padasejumlah bidang cocok dengan RIRN, terdapat dari pangan, obat-obatan, teknologi informasi, advanced material, nanotechnology, dan lain-lainnya," ujarnya.
Ia menyatakan, tenants IBT belum merata dari semua Indonesia. Olehkarena itu, Kemenristekdikti bakal berikan pendanaan dan bimbinganuntuk tenant dari luar jawa yang dapat menambah partisipasi dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
"Apakah start up melulu berasal dari Jawa saja? Tidak. Start up-start up ini berasal dari semua Indonesia. Dalam Pemerintah RI ketika ini, cocok arahan Presiden RI Joko Widodo, pembangunan mesti menyebar di semua Indonesia. Ini bukan 'Jawasentris', namun 'Indonesiasentris'," katanya.
Dari 1307 tenant start up di semua Indonesia, Program IBT telahmencetuskan 32 tenants yang telah mature dengan penambahan omzet rata-rata lebih dari 426 persen dan tenants yang mature itu mempunyai omzetpaling tidak Rp 500 juta.

0 komentar:

Posting Komentar