Jumat, 05 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Berbasis Internet

Teknologi Informasi | BI Ajak UMKM Mengetahui Pembayaran 
dan Permodalan Komputerisasi



Teknologi Informasi - Bank Indonesia (BI) menyuruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mengenal pembayaran dan permodalan digitan dalam UMKM Jogja Go Digital : Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa, Sleman, Senin (1/4/2019) sampai Selasa (2/4/2019). BI menyaksikan masihtidak sedikit UMKM yang belum memanfaatkan teknologi guna pengembangan bisnisnya, baikdari segi produksi, pemasaran (e-commerce), pembayaran (e-payment) maupun pembiayaan (e-financing).

Deputi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sri Fitriani menuliskan UMKM mempunyai peranan strategis dalam menambah pertumbuhan perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah unit usaha, kontribusi terhadap PDB Indonesia, penyerapan tenaga kerja dan ekspor. Berdasarkan data BPS tahun 2017, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 64,41%, penyerapan tenaga kerja sebesar 97,02%, dan ekspor Indonesia sebesar 17,92%.'
Penetrasi internet di Indonesia telah menjangkau 54,68% atau sebesar 143,26 juta jiwa dari seluruh warga Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan pemakaian smartphone atau tablet semakin menyokong meluasnya pemakaian internet di Indonesia. Hal itu mendorong munculnya sekian banyak  inovasi teknologi, software atau platform berbasis internet tergolong fintech, e-commerce maupun marketplace yang lantas mentransformasi perilaku bertransaksi untuk sebagian masyarakat dari melakukan pembelian barang konvensional menjadi melakukan pembelian barang online.

"Sejak transformasi itu, jumlah transaksi e-commerce terus tumbuh. Diperkirakan, pada tahun 2025 market size e-commerce di Indonesia akan menjangkau US$53 miliar," kata dia melalui penjelasan resmi, Sabtu (30/3/2019).

Berdasarkan data Neraca Perdagangan antarwilayah Indonesia, BPS, per Januari 2019 transaksi e-commerce tumbuh sebesar 135,8% (yoy) dikomparasikan dengan periode yang sama di tahun 2018. Ini ialah peluang yang paling baik untuk UMKM Indonesia. Kekayaan alam (bahan baku), keberagaman dan keunikan kebiasaan Indonesia seharusnya dapat menjadi kekuatan untuk UMKM Indonesia guna bisa berlomba di pasar online.

Namun, dari total 59,2 juta pelaku UMKM Indonesia, pangsa e-commerce terhadap totalperniagaan barang dan jasa masih terbatas yakni 3,6% pada 2018. Padahal, andai UMKM memanfaatkan kemudahan online guna pemasaran produknya akan dominan  pada penambahan omzet rata-rata 80%.

Masih terdapat PR pengembangan UMKM Indonesia yang menjadi kendala ke depan, antarabeda masih tidak sedikit UMKM yang berorientasi pada pasar lokal sampai-sampai tidakmemahami informasi pasar secara lebih luas dan agak tertutup terhadap inovasi. Masihtidak sedikit UMKM yang belum memanfaatkan teknologi guna pengembangan bisnisnya, baikdari segi produksi, pemasaran (e-commerce), pembayaran (e-payment) maupun pembiayaan (e-financing).

"Kemudian, belum tidak sedikit UMKM yang sadar guna mempunyai hak paten produk yangdidapatkan dan belum mempunyai strategi penjualan/marketing yang baik," kata dia.

Untuk itu, sebagai format komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan UMKM di DIY, pada 1 – 2 April 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY melangsungkan acara UMKM Jogja Go Digital : Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa. Ini adalahsebuah program pengenalan (on-boarding) untuk UMKM DIY tentang akses pemasaran (e-commerce), akses permodalan (e-financing) dan pembayaran secara nontunai (e-payment).

Selama 1,5 hari, peserta bakal mengenal dunia pembayaran dan permodalan digital,mengolah mindset siap mengupayakan untuk mengarah ke on line, belajar kiat fotografi produk dan editing memakai ponsel, praktik penciptaan konten, dan belajar promosi di sosial media untuk menyokong on-boarding. "Usai kegiatan, transaksi UMKM melewati e-commerce bakal dimonitor secara kontinyu sampai-sampai terbentuk data UMKM Digital DIY yang dapat dimanfaatkan guna pengembangan UMKM DIY selanjutnya," ujar dia.

Ia menjelaskan pekerjaan ini adalahsinergi program Bank Indonesia dengan tidak sedikit pihak, antara beda Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menangani UMKM serta Asosiasi Penggerak UMKM Yogyakarta. Adapun destinasi pelaksanaan kegiatan, ialah meningkatkan literasi UMKM atas pertumbuhan UMKM Digital, program UMKM Online yang termonitor, mempertemukan produk UMKM dengan marketplace yang tepat, dan menambah kapasitas UMKM guna masuk ke bisnis online.

Baca Juga Informasi Lainnya Di sini : https://newzstarbuckerbabies.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar