Jumat, 05 April 2019

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi Belajar Apa

Teknologi Informasi | Belajar Sampai Negeri China, 
RI Dapat Wawasan Soal Smart Maritime


Teknologi Informasi  - China berbagi pengalaman untuk Indonesia mengenai teknologi Smart Maritime. Teknologi ini berbasis teknologi informasi dan bermanfaat untuk mempermudah kapal berlayar dengan aman dan selamat.

Sebanyak 12 orang pegawai Kementerian Perhubungan yang terdiri atas perwakilan Ditjen Perhubungan Laut dan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom) menjadi peserta Workshop on the Smart Maritime Management and Services in the Straits of Malacca and Singapore.

Workshop yang dilangsungkan di di Guangzhou sekitar 25 sampai 29 Maret 2019 itudibuntuti oleh tiga negara pantai, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura, serta perwakilan dari China.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut Arif Toha menuliskan keselamatan pelayaran menjadi isu penting untuk transportasi laut tiga negara pantai.

Pada ketika yang sama, pertumbuhan teknologi informasi yang pesat mempermudah pengambilan data yang bermanfaat untuk mengawal dan menambah keselamatan pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura.

"Teknologi Smart Maritime yang diperkenalkan oleh China pastinya menarik. Keunggulannyaialah memudahkan port state control untuk mengawasi perkembangan kemudian lintas kapal di perairan," kata Arif dalam siaran pers, Minggu (31/3/2019).

Dengan mengakses software pada smartphone dapat didapatkan informasi cuaca, arus, tinggi gelombang, jenis kapal, jumlah anak buah kapal, dan destinasi kapal.

Aplikasi pun dapat bermanfaat sebagai command center (emergency) bilamana terjadiurusan yang tidak tersangka di perairan.

Berdasarkan keterangan dari Arif, untuk dapat membangun smart maritime, diperlukan infrastruktur data yang cepat dan dapat mencapai ke semua wilayah Indonesia. Pertukaran data antarinstansi juga dibutuhkan untuk mewujudkan smart maritime di Indonesia.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura menyerahkan perhatian pada isu keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura. Perkembangannya selalu dibicarakan melalui forum Tripartite Technical Expert Group (TTEG) masing-masing tahun.

Melalui forum itu, ketiga negara pantai serta dengan sokongan para pemangku kepentingan meyakinkan keselamatan, ketenteraman dan perlindungan lingkungan di di antara jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia itu.

Simak Informasi Lainnya disini : maritim, selat malaka

0 komentar:

Posting Komentar