Selasa, 23 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi sektor publik

Teknologi Informasi | Transformasi Demak dan 
Kudus menjadi smart city



Teknologi Informasi Pemerintah Kabupaten Demak dan Kudus berkomitmen guna mewujudkan kotanya sebagai kota pintar berbasis informasi dan teknologi (IT) atau Smart City. Berbagai persiapan terus dilakukan. Peningkatan layanan untuk masyarakat secara online pun mulai dilakukan.

Kedua kota ini semenjak 3 tahun lalu telah memanfaatkan peradaban Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Salah satunya dengan menggerakkan UKM digital. Masyakarat yang mempunyai usaha kecil dan menengah ditunjukkan untuk menjual produknya tidak melulu lewat oflinetetapi memaksimalkan digitalisasi dengan penjualan online.

Keduanya terus menggenjot pemanfaatan teknologi informasi sampai ke pelayanan publik. Pemkab Demak misalnya. Baru-baru ini melangsungkan workshop pengelolaan situs Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Acara ini sebagai tindak lanjut realisasi program unggulan Bupati Natsir yang bakal mewujudkan wilayah bekas pusat dominasi kesultanan Bintoro ini sebagai kota pintar alias smart city.

Demak go digital

Pemkab Demak paling merespon datangnya era globalisasi teknologi komunikasi dan informasi yang tidak barangkali dihindari. Langkah mula yang dilakukan ialah menggagas digitalisasi dokumentasi dengan E-arsip BPKPAD. Pemerintah Demak mulai meninggalkan kearsipan kertas menjadi digital dengan akses internet dan cloud.

Akses telekomunikasi dan akses data di kota ini juga menjadi keperluan penting dan paling vital. Tuntutan koneksi internet yang stabil dan mapantidak lagi hal yang baru. Kondisi ini direspon semua operator seluler dengan melangsungkan jaringan 4G nya di area strategis di Demak.

Salah satu titik strategis yang menjadi perhatian semua operator penyedia layanan seluler ini ialah kawasan alun-alun dan masjid Sunan Kalijaga. Area yang dikenal dengan Simpang Enam ini di samping sebagai pusatpekerjaan masyarakat Demak, pun terdapat sekian banyak  perkantorantergolong kantor Bupati.

Di titik ini, kesebelasan uji jaringan IndoTelko memperlihatkan kekuatan akses data lima operator. Kelimanya termasuk baik bahkan sangat dapat diandalkan. XL Axiata, Telkomsel, dan Smartfren ialah tiga operator terbaik yang menyuguhkan akses data mumpuni. Speed unduh XL menjangkau angka maksimal 38,3 Mbps, Telkomsel di angka 31,4 Mbps, dan Smartfrenmenjangkau kecepatan maksimal 18,3 Mbps.

Kampung digital Kudus

Tak kalah dengan Demak. Pemkab Kudus lebih agresif lagi dalam memanfaatkan teknologi informasi. Dalam kurun dua sampai tiga tahun terakhir, Kudustelah menggulirkan layanan kependudukan secara digital. Inti dari layanan tersebut ialah memotong panjangnya jalur antrian dan menciptakan masyarakat tidak bolak-balik lagi dalam pengurusan surat-menyurat dan administrasi kependudukan.

Adalah Aplikasi Si Mamad atau Sistem Administrasi Manajemen Administrasi Desa yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus.

Di sektor pendidikan, Kudus punya software Si Pintar yang telah bergulirsemenjak tiga tahun kemudian dan paling bermanfaat untuk para murid di distrik Kudus yang bukan lagi mesti menenteng buku tidak sedikit kala berangkat ke sekolah.

Berdasarkan keterangan dari Bupati Kudus Mustofa, seluruh pihak mestimenyesuaikan tuntutan masa sekarang yang serba digital. Dikatakannya,andai hal ini tidak dilakukan, pihaknya akan terbelakang jauh olehwilayah lain dan tidak mendapat apa-apa.

Di kota ini, jaringan 4G operator seluler juga sangat dapat diandalkan. Ada dua titik yang jadi tujuan uji jaringan yang kami lakukan. Pertama diarea Tugu Identitas Kudus. Area ini XL dan Telkomsel menyuguhkan akses internet dengan kecepatan di atas rata-rata. Speed unduh XL dan Telkomselsetiap sebesar 38,3 Mbps dan 31,4 Mbps. Sangat lebih dari lumayan untuk koneksi internet daam format apapun tergolong pemutaran video di youtube.

Dalam uji jajaki pemutaran video di youtube dan pun streaming, akses internet Telkomsel dan XL sama sekali tidak terdapat bufering, fasih jaya tanpa terdapat kendala.

Begitu juga di titik uji lainnya yang tak kalah strategis. Alun-alun Kudus. Lokasi ini menjadi ajang unjuk kecepatan internet oleh Smartfren dan Telkomsel. Kedua operator ini jadi yang terkencang guna akses unduhnya di angka 25,4 Mbps dan 13,7 Mbps.

Kekuatan speed data semua operator di Demak dan Kudus memang menjadi modal besar untuk Pemkab kedua nya serta masyarakat Demak dan Kudus guna go digital yang pastinya akan menjangkau mimpinya menjadi kota pintar alias smart city. (sg)

Baca Juga : ABB kenalkan robot yang kolaborasi dengan manusia

0 komentar:

Posting Komentar