Senin, 22 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi rumah sakit

Teknologi Informasi | Teknologi Informasi RSSA 
Harus Maju



Teknologi informasi di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang mesti sudah modern dan dapat dengan gampang diakses masyarakat, terutama bersangkutan informasi dari lokasi tinggal sakit. Hal tersebut yang diinginkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat menyaksikan dari dekat layanan di RSSA Malang, Senin (8/4).
Gubernur berharap, manajemen RSSA Malang menambah teknologi informasi. Khususnyaberhubungan layanan informasi untuk pasien penderita penyakit jantung. Bentuknya, papar Khofifah, hasil diagnosa penyakit jantung dapat diketahui diseluruh lokasi tinggal sakit kepunyaan Pemprov Jatim.
"Begitu berlalu diperiksa, hasilnya langsung dapat diketahui secara online," kata Khofifah didampingi pimpinan RSSA Malang.
Dijelaskannya, mantan Mensos ini pernah mendatangi sebuah lokasi tinggal sakit kecil di Tangerang. Meski di wilayah terpencil namun teknologi yang diterapkan lokasi tinggal sakit itu lumayan maju.
"Saya ini sering mendatangi rumah sakit A, B, C, D. Tapi kebetulan di Tangerangtersebut kok lokasi tinggal sakitnya lumayan maju," paparnya.

Baca Juga : Setjen DPR Kenalkan Fitur e-Library

Untuk memberikan fasilitas pelayanan untuk masyarakat, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memaksimalkan kualitas dan percepatan layanan. Hal itu adalahsalah satu upaya, bagaimana Rumah Sakit di Jawa Timurdapat menjadi pusat referensi dan layanan kesehatan.
“Harapannya, tidak melulu di Indonesia. Sebab, RSSA ini pun sudah masuk dalam international hospital,” jelas dia.
Saat ini, RSSA Malang adalahsalah satu lokasi tinggal sakit tipe A yang terdapat di Jawa Timur. Banyak masyarakat yang merekomendasikan percepatan pelayanan yang ada,laksana Magnetic Resonance Imaging (MRI). “Kebutuhan perangkat kesehatan ini memang mendesak. Kami berharap, lokasi tinggal sakit dapat menyiapkan pusat-pusat unggulan layanan kesehatan,” terangnya.
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan, ketika ini, RSSA sudah memiliki pusat unggulanguna transplantasi ginjal pun transplantasi hati. “Apa yang menjadi unggulan mestilebih di support. Baik dari tenaga medis, perangkat kesehatan, bahkan guna building,” papar dia.
Sementara itu, Direktur RSSA Malang Restu Tjahyani menuliskan, ketika ini informasi soal pasien baru dapat diberikan untuk keluarganya. Sebagai contoh, hasil diagnosa penyakit jantung pasien diserahkan melalui jaringan WA. "Baru sekedar informasi internal antara dokter dan family pasien," cerah dia. (tea/has/aim)

0 komentar:

Posting Komentar