Senin, 22 April 2019

Teknologi Informasi | teknologi informasi perpustakaan

Teknologi Informasi | Setjen DPR Kenalkan Fitur e-Library


Teknologi Informasi - Perkembangan teknologi di era digital semakin pesat. Tak hendak tertinggal, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI mensosialisasikan fitur terbaru, DPR e-Library dalam seminar semangat “Bahagia Bekerja, Bekerja Bahagia” yang dimulai langsung oleh Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar.

“Kegiatan ini paling sejalan dengan faedah Setjen dan Badan Keahlian DPR dalam rangka mendukung faedah dan tugas kedewanan,” ungkap Indra dalam sambutannya di hadapan peserta seminar yang dilangsungkan di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Untuk menunjang kegiatan dan keperluan informasi, Setjen dan BK DPR RI menghadirkan Sistem Informasi Perpustakaan (SIPerpus). SIPerpus adalahportal perpustakaan DPR yangbisa diakses di laman perpustakaan.dpr.go.id. Saat ini, sudah ada 9 layanan untuk pemakai, salah satunya ialah software buku digital atau DPR e-Library dengan 30.452 judul kitab online.

Baca Juga : Pengaruh Internet dan media sosial terhadap usaha mikro daerah di Indonesia


Indra menuturkan, hadirnya layanan sistem informasi perpustakaan atau SIPerpus dan DPR e-Library yang baru saja di-launching pada November lalu, diinginkan dapat meningkatkankebiasaan membaca di kalangan pegawai dan masyarakat. Dengan motivasi yang sama, Indra juga bercita-cita penyediaan layanan informasi yang gampang diakses dengan pengembangan teknologi big data bisa menjadikan DPR RI sebagai Parlemen Modern.


“Teknologi 4.0 seharusnya telah tersedia diperpustakaan anda seperti pun obsesi pimpinan DPR ke depan anda harus mempunyai perpustakaan yang ideal laksana Congress of Library,” papar Indra sembari menyerahkan pesan supaya penyedia layanan SIPerpus bisa terus dikembangkan, sehingga dapat memenuhi keperluan informasi untuk masyarakatterutama pemakai dikalangan pegawai di lingkungan Setjen dan BK DPR RI.

"Penyediaan sistem informasi yang terpadu paling dibutuhkan. Oleh karenanya, dibutuhkan kolabarasi atau kerja sama disemua unit kerja supaya membangun sistem informasi perpustakaan yang lengkap, gampang diakses dan up-to-date sampai-sampai sistem informasi perpustakaan bisa diandalkan untuk meluangkan informasi tentang DPR," tandas Indra.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Setjen dan BK DPR RI Nunu Nugrahamenuliskan SIPerpus dan e-Library adalahsatu tahapan maju dimana perpustakaan lebih aktif dan tidak lagi menantikan datangnya pemustaka. Menurutnya, kedua layanan itu perlu disosialisasikan secara masif lagi supaya dapat dioptimalkan pemakaiannya. (ann/sf)

0 komentar:

Posting Komentar